
Seseorang tiba tiba berdiri di samping Elizabeth saat dia menjajakan dagangannya. Senyum di bibir laki laki itu begitu mencurigakan.
Melihat pakaian yang di kenakan mirip sekali dengan seragam suatu perusahaan.
Elizabeth tidak mengenali orang itu, hanya saja dia merasakan hawa dingin saat menyadari laki laki itu tiba tiba berdiri di sampingnya. Menghindari pelan pelan, melangkah menjauhi lelaki itu, semoga dugaannya salah.
"Nona! Jangan menghindar."
"Kamu?"
"Ada sesuatu yang harus saya sampaikan, ini tentang nona Nina dan tuan Diego."
Ucapan lelaki itu membuat bulu kuduk Elizabeth merinding.
"Kenapa kamu menahan Nina dan Diego? Apa salah kami?" Teriak Elizabeth, beberapa orang yang mendengar teriakan Elizabeth menganggap mereka adalah sepasang kekasih. Siapapun yang tau tidak akan memperdulikannya.
"Bukan, bukan begitu nona!"
"Apa maksud kamu bukan?"
"Maksud saya....Tidak hanya nona Nina dan tuan Diego! Tapi juga Julia." Ucap Lelaki dengan datar.
"Kamu gila! Apa salahku pada majikanmu?"
"Maaf nona tidak ada.Tapi ada keterkaitannya."
"Maksud kamu apa? Kembalikan Nina padaku."
"Maaf nona tidak perlu berteriak. Kalau nona ingin mereka selamat ada sesuatu yang harus di lakukan."
"Katakan dengan jelas!"
Lelaki itu tidak menjawab, umpatan umpatan terdengar dari mulut Elizabeth, seperti manusia tanpa telinga. Lelaki itu tak menggubris ucapan Elizabeth.
"Mendekati tuan Kendrick."
Elizabeth tidak sanggup berkata kata, bibirnya tiba tiba kelu. Jangankan mendekati Kendrick, menyebut namanya saja tidak berani.
"Tidak! Aku tidak mau, dan apa maksudmu menyebut Kendrick dengan TUAN!"
"Baiklah, saya tidak memaksa nona. Tapi tolong di ingat ada tiga nyawa yang menjadi taruhannya. Saya permisi nona Elizabeth"
Lelaki itu pergi tanpa memperdulikan lagi Elizabeth, melangkahkan kakinya agar segera menjauh. Tetapi Elizabeth tidak mau melewati kesempatan itu.
"Berhenti! Apa ada pilihan lain?"
"Nona tidak dalam posisi memilih."
Elizabeth menarik napas panjang, kemudian menghembuskannya perlahan.
"Nona hanya perlu mendekatinya, dan majikan saya tidak mengijinkan nona jatuh cinta pada tuan Kendrick. Dan jika itu sampai nona langgar saya tidak bisa membantu nona lagi"
__ADS_1
Lelaki itu semakin mendekati mobil SUV hitam yang terparkir di pelataran parkir yang di sediakan. Membuka pintu mobilnya dan duduk dalam mobil dengan tenang, kemudian dia menutup pintu mobil dengan keras hingga terdengar suara. 'Blam'
Elizabeth mengejarnya, kemudian mengetuk kaca mobil SUV itu.
Kaca mobil di buka pelan, lelaki itu masih setia dengan kaca mata hitamnya.
"Apa nona berubah pikiran?"
"Apa yang harus aku lakukan?"
"Silahkan nona masuk saya akan menjelaskan detailnya"
Lelaki itu memerintahkan kepada Elizabeth untuk ikut duduk di dalam mobil SUV warna hitam.
Elizabeth duduk di sampingnya, pandangannya tidak berpindah dari wajah lelaki itu. Memperhatikan jangan sampai terlewatkan.
"Katakan apa yang harus aku lakukan. Tetapi berjanjilah jika semua selesai, sampaikan pada tuanmu, dia harus menepati janjinya. Melepaskan Nina, Diego dan Julia."
"Nanti bisa saya sampaikan"
Suara laki laki itu dengan datar.
"Akan ku catat janji tuanmu!"
"Pertama kali nona merubah wajah, agar tidak ada mengenali nona."
"Maksud kamu operasi plastik?"
"Tidak mau, biarkan aku seperti ini saja. Kalau aku menjalani operasi plastik bukannya akan semakin lama? Tidak mau! Aku mau semua selesai dan hidup tenang bersama orang terdekatku!"
"Itu terserah pada nona, hanya saja jika nona tidak melakukan operasi, akan sulit mendekati tuan Kendrick."
"Tuan tuan! Tidak masalah, aku bisa mengatasinya. Aku hanya minta identitas baru."
"Itu saja?"
"Lalu aku harus melakukan apa setelah mendekati Kendrick?"
"Sementara hanya itu, mendekati saja, selanjutnya akan menyusul." Suara lelaki itu terdengar mendominasi suasana. Elizabeth belum sepenuhnya mengerti dengan rencana ini.
"Apa nona sudah paham?"
"Belum! Aku belum mengetahui nama tuan atau majikanmu itu."
"Tidak penting. Yang terpenting nona tidak boleh jatuh cinta lagi dengan tuan Kendrick. Karena jika itu sampai terjadi akan semakin sulit menyelesaikan misi nantinya. Dan otomatis saya tidak bisa menjamin keselamatan nona Nina!"
"Tapi kamu harus berjanji padaku, setelah aku membantu tuanmu, segera bebaskan aku juga Nina, Diego dan Julia."
"Besok saya akan mengantarkan nona ke suatu tempat. Jadi saya harap nona bersiaplah."
Kemudian lelaki itu memerintahkan pria di depannya untuk menjalankan mobilnya, Elizabeth yang menyadari itu, seketika dengan cepat mendorong pintu mobil dan keluar. Elizabeth menatap kepergian mobil hitam yang semakin menjauh. Elizabeth sama sekali tidak mengenali lelaki itu ataupun tuannya dan apa hubungannya dengan Kendrick. Saat memikirkan hal itu tiba tiba jantung Elizabeth berdegup kencang. Antara ketakutan dan getaran aneh.
__ADS_1
'Tujuh tahun tak melihatnya, bahkan aku sudah mulai melupakannya. Apa dia juga sama sepertiku. Mengiklaskan.'
Hari berganti pagi, matahari baru menampakkan sinarnya malu malu, udara masih terasa segar, tapi Elizabeth sudah mempersiapkan dirinya, membawa beberapa pakaian yang di masukkan di dalam tas jinjing.
Sore kemarin sebelum Elizabeth pulang, dia terlebih dahulu pergi ke salon. Hanya memotong sedikit rambutnya dan meluruskannya. Dia menolak operasi plastik karena dia akan mengandalkan kemampuannya sendiri untuk mendekati Kendrick. Elizabeth tidak mau menunda lagi, demi dapat bersama putri kecilnya, Elizabeth akan melakukannya.
Mobil SUV hitam berhenti tepat di depan gang tempat tinggal Elizabeth, Elizabeth mengenali mobil itu, pemiliknya adalah lelaki misterius.
Kaca mobil terbuka, nampak wajah yang mulai dia kenal. Kali ini lelaki itu menampakkan senyumnya hingga terlihat sedikit lebih ramah, walaupun hanya segaris bibirnya terangkat, hal itu cukup mengurangi ketakutan Elizabeth.
"Silahkan nona masuk!"
Perintah lelaki itu sesaat sebelumnya membukakan pintu mobil agar Elizabeth masuk ke dalam mobilnya.
Elizabeth hanya bisa menurutinya.
Elizabeth memasuki mobil itu dan duduk di belakang, sementara laki laki itu duduk di depan di sampingnya seorang laki laki yang di ketahui sebagai seorang sopir. Lelaki itu menyodorkan sebuah amplop berwarna coklat ke pangkuan Elizabeth.
"Apa ini?"
"Silahkan nona buka dan membacanya"
Elizabeth memungut amplop coklat yang sempat terjatuh di bawah jok mobil. Membuka perlahan dan membacanya.
Nama Eliza dan berstatus gadis, kelahiran Chia, semua terpampang jelas di kartu pengenal itu.
Kenapa memilih nama Eliz dari sekian banyak nama? Bodoh! Kenapa aku tidak memikirkannya kemarin? Sama sekali tidak membantu!
"Apa ada yang kurang nona?"
"Tidak! Hanya saja..." Elizabeth tidak berani melanjutkannya karena dia khawatir membuat lelaki itu semakin mempersulitnya.
"Baiklah, kalau begitu silahkan nona keluar dari mobil saya. Alamat sudah tertera di amplop. Dan satu lagi, nona tidak perlu menghubungi saya. Saya yang akan mencari nona."
"Maksudnya? Aku harus berusaha sendiri?"
Belum juga rasa terkejutnya hilang, lelaki misterius itu sudah memerintahkan pria di sampingnya untuk menjalankan mobilnya. Dengan cepat Elizabeth keluar dari mobil SUV hitam.
Elizabeth memasukkan dokumen barunya kemudian menggantikan dokumen aslinya. Membuka secarik kertas lainnya dan membaca sebuah alamat yang tertulis rapi D'Oreon Bar And Club.
Elizabeth mendengus kesal, dia sama sekali belum pernah menginjakkan kakinya di tempat seperti itu. Akan melakukan pekerjaan apa nantinya di sana?
Apa hebatnya seorang Kendrick? Hanya untuk mendekati saja aku harus menyamar?
Elizabeth merasa jengah jika harus kembali ke kota yang benar benar ingin dia lupakan. Dia sudah merelakan keluarganya, kematian papanyapun baru di ketahuinya setelah dia melahirkan Nina. Jika saja ada pilihan lain, dia ingin sekali menolaknya. Melupakan mama dan Eva adalah kesengajaan. Elizabeth tidak mau kembali untuk mengulang masa lalu. Depresi karena perkosaan itu masih di ingatnya walaupun sekedar samar.
Saat ini adalah waktu yang tepat untuk mencari jawaban mengapa seorang laki laki masuk ke apartemen dan memperkosanya, bukankah key card ada di tangan Kendrick. Apa itu sengaja?
Namun dia tidak mau menjadi seperti Luci, menjadikan anak perempuan sebagai sarang balas dendam. Elizabeth tidak memiliki uang tetapi harga dirinya akan mengupas semua penderitaan baik yang di terima dari Luci dan Eva, ataupun dari Kendrick.
Trimakasih untuk yang menyukai novelku, jangan lupa Like Komen and Vote. 😘😘''''
__ADS_1