Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Suka Air, Maka Matilah


__ADS_3

Malam bertabur bintang, bulan memantulkan sinarnya di atas permukaan air kolam renang membentuk cahaya keperakan, Park House Bogota memang terkenal hunian kelas atas, bangunan berbentuk kastil semi modern. Keamanan sangat ketat, dan jauh dari keramaian.


Kedatangan Noela atas undangan Kendrick untuk makan malam bersama Matheo sangat mengejutkan nyonya Kendrick. Betapa tidak, dia sangat membenci semua wanita yang dekat dengan suaminya bahkan wanita itu adalah sahabat merangkap dokter keluarga.


Penampilan Noela yang tidak seperti biasanya mengejutkan semua penghuni rumah.


Berbalut pakaian longgar dan terkesan tidak rapi. Berbanding terbalik dengan penampilan biasanya yang sedikit tomboy dan rapi.


"Kenapa memakai pakaian seperti itu? Benar benar tenggelam." Sesaat setelah Matheo memperkenalkan Julia kepada Noela.


Noela merasa malu saat Matheo mengomentari dirinya.


"Hanya ingin mencoba sedikit feminim." Jawab Noela.


"Aku kira kamu tidak akan datang." Ucap Kendrick sambil memerintah seorang pelayan untuk melayani Noela.


"Tidak! Hari ini aku kurang enak badan. Aku hanya menginginkan minuman yang asam asam." Sanggah Noela. Dia sengaja datang terlambat demi menghindari aroma makanan yang terasa menyengat.


Tidak ada yang memperhatikan perubahan Noela. Hanya nyonya Kendrick yang menyadarinya. Wanita itu tersenyum mencibir bahkan sedikit menyeringai. Kedua tangannya mengepal hingga kuku kukunya menancap ke dalam kulit.


Pembicaraan ringan di meja makan membuat Julia dan Noela mulai akrab. Di tambah ke dua laki laki yang di depannya juga bersahabat. Mereka bercengkrama hingga larut malam.


Sementara itu di luar kastil, Maria berdiri di sudut taman, matanya tak berhenti mengawasi kemanapun Leyton pergi, Leyton berjalan kian kemari di ikuti oleh Nina. Keduanya terlihat sangat akrab.


"Siapa namamu?" Tanya Leyton.


"Nina, Nina Chloe." Jawab Nina. Lagi lagi dia lupa akan larangan Julia agar tidak menyebutkan nama keluarga.


"Aku tau namamu, Leyton." Ujar Nina lagi.


"Bagaimana kamu tau namaku?"


"Paman Matheo yang memberitahuku." Lagi lagi Nina memanggil Matheo dengan sebutan paman.


"Ups, maksudku papa Matheo."


"Aneh!"


"Mengapa?"


"Kenapa memanggil paman Matheo dengan sebutan papa Matheo. Untuk apa memberi embel embel nama segala."


"Ya, perintah bibi Julia."


"Bibi?"


"Maksudku mama Julia."


Wajah Leyton menunjukkan kebencian dan cemburu. Dia tidak menyukai perhatian yang di berikan paman Matheo kepada Nina. Baginya hanya dia yang berhak mendapatkan kasih sayang dari semuanya.


"Apa kamu bisa berenang?" Tanya Leyton dengan ramah.


"Tidak bisa." Jawab Nina.

__ADS_1


"Bagus." Ucap Leyton lirih, hatinya tiba tiba senang.


"Ayo, aku tunjukkan padamu kolam renang di Park House ini." Ajak Leyton. Ternyata keramahannya menyimpan siasat buruk.


"Tidak, ini sudah malam. Aku harus kembali menemui bibi Julia."


"Ayolah, sebentar saja. Kapan kapan kamu main kemari dan aku akan mengajarimu berenang. Bagaimana?


"Benarkah? Tapi..."


"Jangan kuwatir, mereka akan menemukan kita. Toh kita hanya bermain di sekitarnya. Mana mungkin aku mengajakmu berenang malam hari." Kalimat Leyton seperti itu mengingatkan cara berbicara Kendrick di saat dia tertekan.


Akhirnya Nina setuju untuk mengikuti Leyton.


Leyton semakin mendekati bibir kolam renang. Nina sama sekali tidak mencurigai apa apa.


Maria sangat mengenal Leyton, Leyton adalah anak yang baik dan cerdas. Hanya saja akibat kurang perhatian dari orang tuanya, terutama dari pihak mama, maka Leyton cenderung temperamental.


"Tuan Leyton, sebaiknya jangan bermain di tepi kolam renang." Ucap Maria.


"Maria, tenang saja. Tidak akan ada masalah."


"Tapi Ini berbahaya. Sudah malam."


"Tidak akan ada apa apa. Kita masih berada di dalam kastil."


"Tapi tuan muda..."


"Maria!" Ucapan Leyton penuh penekanan.


"Ambilkan aku jus Jeruk."


Perintah Leyton kepada kepada maria, saat ini Leyton tengah duduk di kursi kolam renang, dan tidak jauh darinya Nina tengah memainkan air di bibir kolam renang.


"Kamu suka air?"


"Suka! Dan aku ingin bisa berenang." Ucap Nina, tanpa di sadari kejujurannya akan membunuhnya.


Leyton berjalan mendekati Nina, kepalanya menengok ke kanan dan ke kiri, memastikan apa ada seseorang yang mengawasinya.


"Bagus! Kamu menyukai air bukan?"


'Byur'.


Suara air berkecipak dan beriak, kolam dengan kedalaman dua meter itu siap menelan tubuh Nina. Perjuangan Nina demi bertahan hidup dan mati. Sesaat kepala nina muncul di permukaan air, kemudian tenggelam lagi.


Tidak ada kalimat yang keluar dari mulut Nina, berapa galon air telah di minumnya. Tangannya menggapai dan meminta tolong. Matanya sudah gelap, terlihat wajah Leyton tersenyum menyeringai.


Leyton hanya melihat kepala Nina yang timbul dan tenggelam. Wajahnya tanpa ekspresi.


"Tolong! Tolong!" Teriak Maria tiba tiba.


Teriakan Maria mengejutkan semua penghuni kastil, termasuk juga Leyton tak kalah terkejutnya. Leyton memasang wajah panik, berpura pura perduli dengan Nina. Tangannya mencoba menggapai tubuh Nina. Tapi terlambat tubuh Nina semakin tenggelam ke dasar kolam.

__ADS_1


Maria menceburkan dirinya ke dalam kolam.


Teriakan Maria mengundang semua penghuni kastil termasuk yang tengah bercengkrama di meja makan.


Hati Julia merasa tidak nyaman, akan ada sesuatu yang akan terjadi. Demikian Juga Kendrick, jantungnya tiba tiba sakit, mengapa teriakan Maria seperti menandakan sebuah malapetaka?


Julia berteriak kencang saat melihat Maria berusaha menggapai tepian kolam renang, tetapi dia tampak kesulitan. Tapi beruntung dua penjaga terlebih dulu menceburkan dirinya, masuk ke dalam kolam renang.


Nina dan Maria berada dalam gendongan ke dua penjaga keamanan.


Maria terbatuk hebat dan mengeluarkan air kolam sebanyak banyaknya.


Dengan sigap Kendrick mengangkat ke dua kaki Nina, air ke luar dari mulut dan hidungnya. Kepalanya terkulai lemas. Ke dua tangannya juga menggantung, bibir membiru, sebagian rambutnya menutupi wajahnya.


Julia berteriak histeris. Julia merasa takut sesuatu akan terjadi kepada Nina, jika itu benar, bagaimana harus menerangkan kepada sahabatnya.


Elizabeth sudah menitipkan Nina padanya.


Usaha Kendrick tidak membuahkan hasil. Bahkan Mata Nina sudah tertutup rapat.


"Letakkan di bawah!" Teriak Noela. Noela juga merasa panik, ada sebuah ikatan antara dirinya dengan anak ini.


Kendrick membaringkan Nina di lantai pinggir kolam renang.


Tubuh Nina dingin dan membiru, jari dan kulitnya keriput dan memutih.


Noela memberikan nafas buatan kepada Nina, setelah beberapa kali meniupkan udara dari mulut ke mulut, Noela menekan bagian dada Nina beberapa kali.


Noela melakukannya berulang ulang.


Matheo mencoba meraba nadi di pergelangan tangan Nina.


"Tidak ada!" Ucap Matheo, yang di maksud tidak ada adalah nadi di pergelangan tangan Nina.


Julia semakin histeris. Teriakan itu di sadari oleh semuanya. Pantas saja Julia histeris karena Nina adalah anaknya, itu dugaan mereka.


"Uhuk uhuk." Suara batuk keluar dari mulut Nina. Dia kembali memuntahkan sebagian air kolam, air yang sudah di telannya.


"Cepat ambil handuk yang banyak." Teriak Noela. Sebagai dokter dia tau kalau Nina mengalami hipotermia, atau di sebut juga penurunan tubuh secara drastis. Juga akibat saluran nafasnya tertutup oleh air.


Nina kembali tidak sadarkan diri.


"Cepat ke rumah sakit, jangan terlambat!" Ucap Noela.


Sementara itu Leyton merasa ketakutan, dia mundur beberapa langkah untuk menghindari tuduhan.


Semua di landa panik, diam diam Leyton berlari ke kamarnya tanpa di sadari siapapun.


Kendrick menggendong Nina dan di masukkan ke dalam mobil miliknya, Julia dan Noela berada di kendaraan yang sama.


Sementara itu Matheo berada di dalam mobil terpisah, dia berdoa semoga Nina dalam keadaan baik. Karena bagaimanapun juga dia merasa bersalah terhadap sahabatnya.


Jika terjadi sesuatu terhadap Nina, Kendrick pasti akan membencinya.

__ADS_1


"Hai pembaca, bagaimana nasib Nina? Jangan lupa Like komen and Vote. Gracias 🥰


__ADS_2