
Kendrick merengkuh tubuh kecil Eliana, dengan sedikit paksaan agar Eliana menurutinya. Ada perasaan yang sama saat dia pernah memeluk Elizabeth, bahkan permukaan kulit, atau hangat tubuhnya sama sekali tidak berbeda.
Kendrick tidak menghiraukan luka pada lengannya, bahkan darah yang keluar menembus pakaiannya meninggalkan bercak merah dan basah.
Marco membantu Kendrick menekan tombol pada pintu lift, Eliana masih saja meronta dia makin ketakutan. Cakaran dan gigitan sudah membekas di bagian tubuh Kendrick.
"Lepaskan aku sialan!" Umpat Eliana, matanya memerah menahan ketakutan.
Kendrick tak mengindahkan teriakan Eliana, sedikit berlari agar cepat tiba di kamarnya. Pintu lift terbuka. Tiba di lorong gelap dengan hamparan karpet merah tebal.
Marco membuka kamar dengan key card di tangannya. Pintu terbuka, lampu menyala terang.
Eliana menyadari saat dirinya tiba di kamar yang di kenalnya, dia menghentikan teriakannya. Eliana mulai tenang, pandangannya mengarah ke sekeliling ruangan. Tapi tubuhnya masih gemetar, tangisannya mulai reda. Kemudian Eliana meronta, memohon agar di baringkan di tempat tidur dengan seprei berwarna terang.
Dulu Kendrick memang menyukai asesoris kamar bernuansa gelap, tetapi sejak Elizabeth mengganti semua dekorasi menjadi berwarna terang, sebab itu sampai detik ini Kendrick tidak lagi menggunakan perabotan berwarna gelap.
Kendrick membaringkan Eliana di atas kasur miliknya, tetapi tanpa alasan yg jelas Eliana tiba tiba menurunkan tubuhnya dan menarik selimut.
"Apa yang kamu lakukan?"
Eliana tidur beralaskan karpet, sama persis yang di lakukan saat dulu dia pernah di sekap Kendrick. Tubuh Eliana bergetar sama persis dengan seorang penderita gangguan jiwa. Eliana tidak peka dengan kehidupan di sekelilingnya, dia hanya perduli dengan dirinya.
Tubuh dan pakaiannya yang kotor tidak di indahkan. Eliana hanya asyik dengan dunianya, dunia yang di ciptakan oleh Jade. Tapi semua yang di ciptakan Jade Eman bersama Luci ternyata gagal, alam bawah sadar Eliana tidak mau berkhianat, Eliana enggan berubah. Eliana memang tidak mengenali Kendrick tetapi dia masih mengenali sebagian kecil dari memorinya, dan itu pertanda baik. Hanya saja keadaan tubuh Elizabeth sudah rusak, otaknya tidak dapat berpikir dengan baik.
Benar ucapan Juan kepadanya, saat mereka belum mengalami musibah 'Kamu di lahirkan hanya untuk di manfaatkan'.
Ironis bahkan mamanya juga memperlakukan dirinya dengan cara yang sama. Dengan alasan Elizabeth terlahir hasil perzinahan.
Kedatangan Noela dengan perut sedikit membuncit, membuat sedikit rasa penyesalan di hati Kendrick. Tetapi Kendrick sama sekali tidak mencintai sahabatnya itu, sementara dokter Noela adalah wanita moderen, dia tidak akan menuntut pernikahan walaupun hamil di luar nikah. Bagi Noela mencintai dalam diam akan lebih baik dari pada merasakan pahitnya penolakan.
Noela sudah mendengar penggalan cerita dari mulut Marco saat pertama kali dia memasuki club D'Oreon. Tetapi yang ada di fikirannya saat ini adalah Kendrick menyukai wanita pengganti Elizabeth.
Bagi Noela itu adalah hal yang wajar, terutama lelaki seperti Kendrick. Wanita di anggap barang biasa, dan dapat di milikinya kapanpun Kendrick mau.
Pintu kamar VIP utama terbuka, tumpukan selimut teronggok di lantai, sementara itu Kendrick duduk di atas sofa besar sambil memandang onggokan selimut.
"Di mana wanita itu?"
Kendrick tidak menjawab, hanya diam seribu bahasa. Dokter Noela mengikuti arah pandangan Kendrick.
"Apa itu dia?"
Kendrick menganggukkan kepalanya.
"Begitu kecil, bahkan aku tidak dapat melihat tubuhnya yang terbungkus selimut."
__ADS_1
Di belakang Eliana, Marco berdiri sambil menenteng peralatan kedokteran Noela.
Dokter Noela merendahkan tubuhnya, sedikit membuka selimut pelan pelan. Pertama kali yang dilihatnya adalah wajah seseorang yang terlewat cantik bak Cleopatra.
Noela sedikit memundurkan posisi duduknya.
Melihat seseorang mengganggu tidurnya, Eliana seketika terkejut. Dia bangun dari posisi tidurnya dan meringkuk ketakutan. Memandang curiga kehadiran dokter Noela.
Dokter Noela mencoba membujuk, bahkan merayu. Eliana sulit untuk di dekati, tidak ada kepercayaan terhadap orang di sekitar.
"Kend, aku ingin bicara denganmu." Ucap Noela.
"Hmmm."
Noela meninggalkan Eliana yang masih ketakutan, kemudian Eliana melepas gantungan kunci miliknya yang berbentuk malaikat bersayap. Kemudian di tinggalkannya gantungan kunci itu di sisi Eliana.
Kendrick berjalan mengikuti dokter Noela.
"Marco, kamu juga. Aku perlu kamu." Ucap dokter Noela kepada Marco. Mereka berbicara tak jauh dari posisi Eliana meringkuk.
"Di mana kamu menemukan Eliana?" Tanya dokter Noela kepada Marco
"Dia datang ke club ini, bahkan anak buahku sempat mengusirnya." Ucap Marco, Kendrick melototkan matanya kepada Marco. Seketika Marco merasa bersalah dan menyesali perbuatan anak buahnya.
"Sepertinya dia bukan perempuan biasa." Selidik Noela.
"Apa?" Ucap dokter Noela terkejut.
"Ya, Jade Eman, anak dari Carlos Eman." Ulang Kendrick.
"Apa? Gila, kamu harus mengembalikan wanita ini." Ucap dokter Noela marah.
"Tidak bisa." Sanggah Kendrick.
"Kenapa!"
"Aku..."
"Suka?" Dokter Noela mulai sebal.
"Hmmm."
"Bahaya, ini tidak bisa di biarkan." Ucap dokter Noela. Dia sebenarnya sedikit cemburu, jika saja yang di depannya adalah Elizabeth mungkin akan lebih mudah dia menerimanya.
"Masalahnya? Eliana sendiri yang datang kepadaku."
__ADS_1
"Masalahnya bukan hanya karena dia tunangan Jade saja. Tapi kamu lihat saja kondisi tubuhnya, mirip seorang pecandu."
"Apa!"
"Ya, tanda tandanya sama."
"Tidak mungkin!"
"Percaya padaku, kalau tidak kamu harus membujuknya agar aku bisa mengambil sedikit darahnya."
"Akan ku lakukan." Ucap Kendrick yakin.
"Bos, mungkin ucapan dokter Noela benar, ini akan menjadi masalah besar. Serikat akan menganggap anda menghianati kesepakatan, karena sudah mengambil wanita Jade, apalagi Jade adalah orang berkuasa dari selatan." Ucap Marco tanpa rasa bersalah.
Mendengar ucapan Marco, kepala Kendrick langsung mendidih memberikan tinju ke wajah Marco
"Tutup mulutmu!" Teriak Kendrick.
"Aku tidak membutukan saranmu." Ulang Kendrick.
Baik Marco ataupun Noela hanya menahan napas, tidak mungkin bagi mereka menentang sang penguasa.
"Ok, akan kubantu sebisaku, aku akan melakukan pendekatan pelan pelan. Paling tidak Eliana mau membersihkan tubuhnya." Ucap Noela.
"Bagus, lakukan cepat."
"Tapi sebelumnya biarkan aku mengobati lukamu."
Kendrik hanya menuruti ucapan Noela. !?
Marco meninggalkan mereka berdua, dia paham jika mereka juga butuh kebersamaan demi janin yang ada di dalam kandungan Noela.
"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Kendrick singkat.
"Seperti yang kamu lihat."
"Bagaimana dia di dalam sana?" Tanya Kendrick bersikap ramah.
"Kendrick, saat ini tidak tepat jika kamu menanyakan keadaanku dan bayi yang ada di dalam perutku. Sebaiknya tunda saja, sekarang yang terpenting kamu harus menyelamatkan Eliana."
Kendrick menganggukkan kepalanya kemudian membuka pintu dan mereka memasuki kamar yang di tempati Eliana.
Sebelumnya Kendrick sempat mengucapkan kata 'Maaf.' Tangannya menggenggam telapak tangan dokter Noela dengan erat, seolah benar benar merasa bersalah.
Baik Kendrick ataupun Noela saling menguatkan, ada perasaan hangat di hati dokter Noela.
__ADS_1
Bagi dokter Noela ' Tak masalah hanya saling menguatkan dan menjadi sahabat baik yang penting dia tetap di sisi Kendrick dengan aman, saling melindungi'.
Trimakasih pecinta novelku. Gracias.