
Tidak ada petir ataupun hujan, perlakuan Kendrick semakin berubah, dia tak ubahnya seorang budak cinta. Tidak tau apa yang Kendrick lakukan, perlakuan itu benar benar membuat Elizabeth risih. Mencium memeluk bahkan memuja. Sentuhan sentuhan mesra dan belaian menyenangkan membuat siapapun akan mabuk kepayang, tapi tidak dengan Elizabeth. Elizabeth terkesan menutup diri, terkadang sikapnya membuat Kendrick sedikit marah.
Rekaman CCTV itu menunjukkan penolakan Elizabeth terhadap Juan. Bukankah itu menyenangkan bagi Kendrick, padahal di balik itu sebuah ancaman menekan Elizabeth.
"Jangan begini." Ucap Elizabeth, saat Kendrick memeluk dan mencium dirinya.
"Kenapa? Kamu tidak suka?"
"Bukan begitu, kamu harus pulang. Ini sudah menjelang malam."
"Kamu mengusirku?"
"Kendrick, aku juga belum tidur sama sekali."
"Tapi aku masih ingin."
"Berapa kali kamu memasukiku? Aku lelah."
"Baiklah. Tapi setelah kamu tertidur aku akan pergi. Dan mulai besok pagi kamu ikut bersamaku ke kantor."
"Untuk apa? Aku tidak memiliki keahlian apa apa."
"Siapa yang menyuruhmu bekerja?"
"Tadi kamu bilang."
"Lihat saja nanti."
"Kendrick, jangan keterlaluan. Aku juga punya kesibukan sendiri."
"Kesibukan apa? Menemui Juan secara diam diam?" Elizabeth menelan ludah kasar.
"Bukan begitu." Elizabeth menurunkan sedikit kemarahannya.
"Lalu?"
"Lalu apa? Memangnya aku siapa kamu?"
"Wanitaku." Jawab Kendrick singkat, seolah kalimat itu meluncur begitu saja dari mulutnya.
"Kendrick! Aku tidak pernah mau menjadi wanitamu! Kamu anggap apaaku ini? Kamu mengikatku atas dasar apa? Aku bukan siapa siapa kamu!"
__ADS_1
Kendrick tidak bisa menjawab, dia hanya diam dan menatap wajah Elizabeth yang sedang marah.
"Jadi kamu mau seperti apa? Menikahi kamu? Mana mungkin!"
"Siapa yang meminta untuk menikah denganmu. Setidaknya lepaskan aku!" Ucap Elizabeth mulai menangis. Dia menyerah terhadap Kendrick ataupun Juan.
"Melepaskan kamu? Lalu kamu hidup dengan Juan? Jangan mimpi!"
"Bukankah kamu seharusnya membenciku? Karena aku penyebab mamamu meninggal."
"Tentu saja!"
"Jadi ini balas dendam kamu? Menjadikan aku pemuas napsumu, dan kamu biarkan aku hidup di club malam milik kamu. Bukankah sama juga kamu menganggap aku sebagai wanita panggilan? Biadab kamu Kendrick." Elizabeth menangis Kencang dan membalikkan posisi tidurnya. Tetapi Kendrick tidak menyukai itu. Dia memaksa Elizabeth berbalik menghadap wajahnya.
"Eli, jangan menangis. Mulai besok kamu akan mengikutiku kemanapun aku pergi."
"Terserah."
Bukankah itu menyenangkan?"
"Menyenangkan bagimu, aku tidak!"
Elizabeth tidak menghiraukan ucapan Kendrick, matanya sudah mulai lelah dan mengantuk. Menjadikan lengan Kendrick sebagai tumpuan kepala Elizabeth. Posisi seperti itu bukanlah yang di inginkan Elizabeth, hanya saja Kendrick menyukai dan memaksanya.
Setelah Kendrick mengetahui kalau Elizabeth tertidur, dia beranjak dari tempat tidur dengan berhati hati.
Malam ini dia harus pulang ke rumah. Beberapa kali Leyton menghubungi dirinya, menginginkan makan malam bersama. Apapun yang di kehendaki Leyton, Kendrick tidak bisa menolak.
Mobil memasuki perkarangan kastil Park House Bogota bagian barat. Ini sudah sangat terlambat untuk makan malam. Tetapi Kendrick tau kalau putra kesayangannya tetap menunggu kedatangannya. Merasa tubuhnya berkeringat Kendrick cepat cepat mandi dan memakai pakaian rumah. Pelayan sudah siap di depan pintu kamarnya, untuk menyampaikan pesan yang di tugaskan oleh Leyton.
Kendrick membuka pintu kamar dan pelayan itu sudah menghadangnya.
"Apa Leyton sudah di meja makan?"
"Maaf tuan, tuan muda Leyton meminta makan di kastil timur bersama nyonya. Saya tadi di minta tuan Leyton menyampaikan." Ucap pelayan itu sedikit ketakutan.
Kendrick menarik napas berat, sebenarnya dia tidak pernah sekalipun berkunjung di kastil timur. Apalagi makan malam bersama istrinya, sama sekali belum pernah. Status nyonya Kendrick yang di berikan ke pada istrinya hanyalah karena wanita itu adalah mama dari Leyton. Mana mungkin makan bersama dalam satu meja sedangkan Kendrick sangat membencinya.
"Lain kali, siapkan makan malam di sini saja."
"Baik." Ucap pelayan itu sedikit membungkuk. Kendrick berjalan ke luar menuju kastil timur melalui pintu samping. Dia tau acara makan malam ini adalah siasat dari wanita licik itu.
__ADS_1
Kendrick merasa sudah sangat lama sekali tidak memasuki kastil timur, sejak kastil itu di tempati oleh istrinya.
"Papa." Teriak Leyton saat mengetahui kedatangan Kendrick. Kendrick memberikan senyuman ramah ke pada putra kesayangannya. Kendrick berjalan mendekat dan mengusap kepala Leyton dengan punuh kasih sayang.
"Kenapa makan malam di sini?"
Tanya Kendrick pelan kepada putranya, kemudian dia duduk di bagian tengah. Sementara itu wanita yang tak lain adalah istrinya duduk di samping Leyton. Dia terlihat memakai gaun malam yang sedikit terbuka.
Leyton nampak bahagia dan bersemangat. Apalagi melihat ke dua orang tuanya duduk di meja makan yang sama. Makanan yang di hidangkan di atas meja di datangkan dari rumah makan berkelas, jadi menu makanan semuanya adalah pilihan.
Wanita itu tidak berani menatap wajah Kendrick. Beberapa kali usaha mendekati Kendrick melalui Leyton selalu gagal. Sayangnya sikap Kendrick yang seperti itu di lampiaskan kepada Leyton. Beberapa kali dia memaki Leyton hanya karena sikap Kendrick padanya tidak sesuai yang di harapkan.
"Kend, kamu bisa minum ini. Minuman ini di buat oleh Leyton tadi." Ucap wanita itu, menyodorkan gelas kaca bergagang berisi cairan berwarna merah.
"Papa, coba juice stroberi buatanku." Ucap Leyton penuh harap. Kendrick tidak akan sanggup menolak permintaan Leyton. Mendekatkan bibir merahnya ke bibir gelas berisi cairan buah. Mencicipinya sedikit.
"Lagi, papa."
Kendrick menambah volume tegukannya. Di depannya wanita itu tersenyum tipis dan memandang wajah Leyton, dia juga meminum jus yang sama namun di dalam gelas yang berbeda, demikian juga Leyton.
"Dan ini sup sarang burung, seperti juice yang kamu minum, ini juga permintaan Leyton, dia bilang kamu sangat menyukai sup sarang burung. Tetapi bukan hanya sup sarang burung, semua makanan yang ada di atas meja adalah permintaan Leyton. Ucap wanita itu yang lagi lagi membawa nama Leyton.
Mereka bertiga makan bersama layaknya sebuah keluarga yang bahagia. Senyum Leyton menghias wajahnya, menyadari itu Kendrick sangat senang sekaligus sedih. Makan malam telah selesai Kendrick berniat membawa Leyton kembali ke kastil barat.
"Aku ngantuk." Ucap Leyton lirih, tangan kanannya mulai mengucek matanya.
"Maria bawa Leyton ke kamar." Ucap Wanita itu.
"Tidak, biarkan maria menggendongnya dan tidur di kastil barat." Ucap Kendrick singkat.
"Tapi papa, aku ingin tidur bersama mama."
Kendrick terlihat kesal, wanita di depannya benar benar meracuni Leyton. Wanita itu menampakkan wajah polos tanpa dosa, tetapi Kendrick tau kalau semua itu hanyalah kepalsuan. Dia juga heran mengapa bisa dari sekian wanita yang pernah dekat dengannya, kenapa harus wanita ini yang mengandung darah dagingnya. Kebiasaan minum anggur membuat hidupnya jatuh ke dalam lubang neraka. Tetapi untungnya wanita itu membawa bayi yang masih merah kepadanya, itu menjadikan hadiah di tengah bencana.
Tiba tiba tenggorokannya terasa panas, sesaat kepergian Leyton bersama Maria mengapa pikirannya menjadi gelisah? Merasa kehausan dan tubuh terasa terbakar.
"Kendrick kenapa? Sepertinya keadaanmu tidak baik baik saja."
Wanita itu berdiri dan meraih lengan Kendrick dan memberikan pundaknya sebagai tumpuan. Kendrick sedikit limbung, matanya mulai nanar. Berkali kali mengerjapkan matanya, memastikan siapa yang ada di sampingnya. Wajah itu berubah ubah. Otak Kendrick bekerja keras, ada yang salah dalam makanan atau minumannya. Dia menatap tajam wanita itu, berapa kali memasang jebakan licik demi bisa merangkak ke pangkuannya tapi kali ini benar membuat Kendrick tidak bisa berpikir jernih.
Jangan marah ya para pecinta novelku. Masih menjadi misteri siapa mama dari Leyton ya. Jangan lupa Like Komen and Vote. Gracias.
__ADS_1