Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Pemandangan Yang Indah


__ADS_3

Saat ini Nina juga bergabung di kamar itu, kamar yang cukup luas untuk ukuran anak kecil.


Tidak ada lagi Leyton yang biasanya menjaga harga diri, dan ego yang tinggi. Tiba tiba berubah menjadi kucing manis dan menggemaskan. Menurut dengan semua perlakuan Elizabeth.


Tapi berbeda dengan Elizabeth, tidak ada kegembiraan sama sekali saat melihat keadaan Leyton. Ke duanya merasa terhubung oleh emosi yang tak tertahankan, tetapi tentu saja bukankah mereka bibi dan keponakan?


Tangan Elizabeth sangat cekatan saat membantu Leyton mengenakan pakaian kering. Menahan air mata agar tidak jatuh. Beberapa kali menarik nafas berat.


Leyton mengerti akan hal itu tiba tiba tangan kecil yang gemuk itu mengusap mata Elizabeth kemudian memeluknya.


"Bibi Eli kenapa sedih? Apa aku menyakitimu?" Hibur Leyton.


Elizabeth tentu saja menggelengkan kepala. Anak kecil ini benar benar tidak tau kalau yang membuatnya menangis adalah luka memar di pundaknya. Keponakannya yang tampan ini sangat di sayangi oleh Elizabeth, kenapa Eva tega sekali hanya demi mendapatkan perhatian Kendrick menyiksa anaknya.


"Kamu tampan!"


"Tentu saja, tunggu aku dewasa aku akan menikahimu." Ucap Leyton tanpa dosa.


"Anak nakal, jika kamu dewasa akan menemukan gadis yang baik dan cocok, seumuran denganmu. Bibi Eli terlalu tua untukmu!"


"Kedepannya aku akan menjagamu." Leyton tetap bersikeras, mengusap rambut Elizabeth agar tidak jatuh ke wajahnya. Persis perlakuan Kendrick padanya.


"Tentu saja, tapi jangan lupa kamu juga harus menjaga mamamu." Elizabeth mencubit hidung Leyton.

__ADS_1


Leyton menundukkan kepalanya, seakan tak suka. Elizabeth menyadari itu dan mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Kalau begitu kamu juga harus menjaga Nina untukku, dia juga adikmu." Hibur Elizabeth.


"Adikku? Tidak buruk! Baiklah mulai sekarang Nina adalah adikku."


Nina tertawa melihat interaksi ke duanya, memperlihatkan giginya yang berbaris sebesar biji ketimun, ketiganya mirip ibu dan anak. Hanya saja kurang satu, tidak ada bapaknya!


Hujan pagi ini belum reda juga, tetapi semangat Leyton benar benar terlihat. Keduanya mulai bersahabat.


Maria masuk membawa beberapa kudapan dan teh hangat. Elizabeth nampak adil memberikan suapan kepada ke duanya. Leyton tampak puas, dia mulai melupakan perlakuan mamanya. Padahal bagaimana sebelumnya dia menangis dan sedih. Tetapi Leyton menyembunyikan kenyataan baik kepada Elizabeth ataupun Maria. Leyton tidak mau papanya membuang mamanya hanya gara gara Eva tak menyukai dirinya.


Ketiganya bercengkrama hingga akhirnya tertidur.


Elizabeth tidak mau menyakiti Eva, apalagi Eva adalah kakaknya. Bukankah ini ironis? Di sisi lain Kendrick sama sekali belum pernah menjamah Eva, kehamilannya adalah kesalahan tetapi mau bagaimana Eva sudah membawa Leyton masuk ke rumahnya. Lelaki sejati akan bertanggung jawab. Kendrick sudah berniat menceraikan Eva dengan kompensasi uang yang tak sedikit. Tetapi Elzabeth memarahinya. Bagaimana dengan dirinya, ini tidak mungkin! Kendrick lelaki waras, mencintai seseorang itu wajar. Tapi mengapa Elizabeth malah menolaknya?


Kendrick memasuki pintu kamar anaknya, pertama yang di lihatnya adalah sebuah pemandangan yang indah, Elizabeth tidur di antara dua mahluk kecil yaitu Leyton dan Nina. Bahkan ketiganya terlihat begitu nyenyak. Ada perasaan aneh yang menjalar di dadanya. Desiran ini kian membuncah. Kupu kupu menari di atas kepalanya. Perasaan apa ini? Kendrick melihat ketiganya, kemudian dia berjalan ke arah sisi ranjang. Kasur itu cukup luas bahkan terlalu luas untuk di tempati anak sekecil Leyton. Dia membaringkan tubuhnya di samping Leyton, memeluk Leyton, karena tangannya yang panjang, tanpa sengaja jarinya menyentuh tubuh Elizabeth, gerakan kecil itu akhirnya membangunkan Elizabeth.


Ada apa ini, Elizabeth membuka matanya dan betapa terkejutnya jari tangan besar itu menyentuh sedikit perutnya.


Kendrick! Apa yang dia lakukan? Bukankah ini siang hari seharusnya dia berada di kantor!


Karena Elizabeth merasa tak enak, dia mencoba bangun dari tidurnya. Kendrick menyadari itu dan menarik lengan Elizabeth kemudian memberikan kode untuk tidur kembali. Bukankah ke dua anak kecil ini tengah tidur maka jangan berpindah! akhirnya Elizabeth tidak bisa berbuat apa apa dan kembali berbaring hingga akhirnya tertidur lagi.

__ADS_1


Semetara Kendrick tengah memikirkan. Bagaimana jika seandainya dia memiliki anak dengan Elizabeth, tentu indah seperti ini.


Ternyata pintu kamar tidak tertutup rapat, tentu saja pemandangan itu terlihat dari sisi luar, Maria dan dokter Noela melihatnya dengan jelas. Sebagai orang yang berpendidikan tinggai, Noela berinisiatif menarik pintu dan menutupnya rapat.


Tetapi berbeda dengan Maria, dia menceritakan kepada seluruh pelayan. Hal yang menurutnya indah dan romantis. Semua pelayan ikut senang, tentu saja kisah cinta tuannya bukanlah rahasia lagi. Tidak demikian dengan Bertha, Bertha menceritakan kepada majikannya hal itu semakin memancing kemarahan Eva.


"Anak kecil itu akan aku buat celaka! Dan wanita itu harus mati!" Teriak Eva, tidur bersama! Mimpi siang bolong!


"Tapi nyonya, bukankah dia adik nyonya?"


"Adik, lalu kenapa? Bahkan aku juga sudah mengorbankan papaku demi ambisiku! Dan sekarang mamaku menjadi tumbal keserakahanku! Lalu masalahnya apa. Aku akan menyingkirkan apapun yang menghalangiku!" Bertha merinding mendengar ucapan majikannya.


*******


Sehari setelah kejadian tidur bersama layaknya sebuah keluarga kecil, Siang ini Elizabeth berencana untuk mendatangi kamar Juan. Dia harus melihat kondisi Juan setelah kebrutalan Jade. Masa kritis sudah lewat. Kendrick memang tidak mengijinkannya, tetapi Elizabeth bisa melakukan secara sembunyi sembunyi bukan?


Dia harus menunggu Kendrick berangkat ke kantor. Pagi saat sarapan Elizabeth bersikap manis demi untuk menutupi niatnya. Perlakuan yang tidak seperti biasanya tentu saja menarik perhatian Kendrick. Di tambah beberapa hari ini dia tau kalau Elizabeth berniat berpisah dengannya. Berpisah? Bukankah mereka memang belum menikah? Lalu kenapa? Kendrick berniat mengikatnya, tidak mau lagi kehilangan Elizabeth, muncul sifat posesif dan memiliki.


Kendrick sudah mengakui kesalahan, dia hanya menginginkan Elizabeth menjadi kucing manis seperti kemarin, menjaga Leyton kalau perlu mengganti posisi Eva sebagai ibu kandung.


Kendrick sudah berangkat ke kantor, Elizabeth sudah membulatkan tekatnya, dia harus ke rumah sakit besar tanpa di ketahui siapapun, bahkan oleh Noela sekalipun. Noela selalu memaksanya untuk kembali bersama Kendrick.


'Wanita seperti apa dia bahkan masa depannya malah tidak di pikirkan. Dokter Noela terlalu baik! Dia belum mengenal Kendrick dan Eva! Rela mengorbankan orang lain demi ambisinya.'

__ADS_1


Anehnya siang ini kastil benar benar sepi, para penjaga seperti menghilang. Situasi ini di luar kebiasaan. Elizabeth harus memanfaatkan keadaan ini! Pintu gerbang tidak terkunci rapi, apa ini? Ada yang janggal, tapi Elizabeth tidak memusingkan ini. Dia harus memanfaatkannya. Akhirnya Elizabeth lolos dari pintu gerbang. Aman, dia berjanji tidak akan lama.


__ADS_2