
Kendrick memanggil Leyton yang tengah berada di dalam kamarnya. Sesaat sebelumnya Julia dan Matheo meneleponnya tentang kejadian yang menimpa Eliana. Jika saja tidak ada saksi mata mungkin kejadian ini tidak terbongkar. Salah satu tukang kebun melihat kejadian itu dari jauh.
Leyton berjalan lesu mendekati papanya. Kendrick benar benar marah, dia mengecek CCTV dan hasilnya sama seperti yang menimpa Nina, CCTV tidak mungkin berbohong. Percuma baginya sembunyi Kendrick akan tetap menemukannya. Leyton menabrak tubuh papanya yang tengah berdiri mengawasinya.
'Bruk' Leyton menggosok kepalanya.
"Tau apa kesalahanmu?" Nada bicara Kendrick masih pelan.
"Aku tidak melakukan apa apa." Leyton tetap tidak merasa bersalah.
"Setelah melakukan kejahatan bahkan kamu tidak mengakui." Sebagai seorang ayah Kendrick tetap tidak tega, dia darah daging satu satunya.
"Karena aku tidak bersalah." Jawab Leyton dengan penuh keyakinan bahwa Kendrick tidak akan menghukumnya.
"Baik aku akan menghukummu sampai tau kesalahanmu sampai kamu meminta maaf." Nada bicara Kendrick mulai naik.
"Aku mendorong wanitamu ke dalam kolam renang dan menurutku aku tidak bersalah, aku melakukan karena kamu sudah melupakanku dan mama. Lagi pula wanitamu masih baik baik saja, lalu apa masalahnya?" Jawaban Leyton mulai berani.
"Siapa yang mengajarimu?" Kendrick mencurigai Leyton karena nada bicaranya berani dan kasar. Ini sama sekali bukan Leyton, Leyton yang biasanya tidak agresip dan tertata tapi sekarang benar benar membuat Kendrick sakit kepala.
"Tidak ada!" Leyton setengah berteriak.
Leyton menggelengkan kepalanya, percuma saja baginya berbohong, Leyton hanya menunggu hukuman dari papanya, seperti biasa hukuman yang tidak memberatkannya.
Tetapi kali ini ternyata berbeda Kendrick menghukum Leyton dengan cara berdiri satu jam di pinggiran kolam renang. Meskipun begitu Leyton kukuh dengan pendiriannya. Bahkan kali ini berani menatap mata Kendrick seolah menantang.
"Marco! Bawa tuan muda Leyton ke area kolam renang, biarkan dia berdiri di sana selama satu jam, sampai dia tau kesalahannya." Perintah Kendrick dengan meneriaki Marco.
"Tapi bos!" Sungguh marco tidak tega. Di tambah tuan muda masih sangat kecil.
"Lakukan perintahku apa kamu mau mewakili hukumannya."
"Tapi tuan muda masih kecil."
"Justru itu. Cepat lakukan sekarang."
__ADS_1
Ingin rasanya Marco menggantikan hukuman Leyton, tapi Marco yakin malah akan menaikkan emosi Kendrick. Marco menggandeng tangan kecil Leyton menuju kolam renang. Leyton mengikuti Marco tanpa membantah.
"Tuan muda Leyton sebaiknya anda meminta maaf, bos Kendrick tidak benar benar marah." Marco mencoba membujuk agar putra Kendrick mengalah.
"Biarkan saja, aku tidak akan meminta maaf. Lebih baik aku di hukum."
Leyton berdiri di bibir kolam renang di bawah matahari sore. Dia tidak perduli dengan semua mata pelayan yang memandangnya. Awalnya Leyton berdiri tegak dengan kesombongannya, hingga beberapa puluh menit kemudian dahinya sudah mulai mengeluarkan keringat. Leyton masih bersikukuh tidak mau meminta maaf. Sementara itu nyonya Kendrick mengintip dari balik jendela. Memandang puas dan senang saat melihat putranya di hukum oleh Kendrick, sungguh perempuan yang hanya memanfaatkan anak kandungnya. Kemudian dia mulai meninggalkan jendela menuju sofa yang ada di dalam kamar kemudian menyalakan siaran televisi, sambil memangku sebuah kudapan yang baru saja di antarkan oleh Berta.
Sementara itu di kastil barat, persiapan makan malam oleh Eliana dan Julia di bantu beberapa pembantu.
Tanpa alasan dada Eliana berdebar kencang, ada perasaan aneh tiba tiba menghinggapinya. Kalau saja tau alasannya mungkin dia akan lebih merasa lega. Julia melihat wajah merah Eliana, tentu dia tau sesuatu yang terjadi dengan sahabatnya.
"Ada apa?"
"Entahlah, tiba tiba aku merasa tidak tenang. Dimana Nina?"
"Ada di kamar, dia tidak mau keluar kamar di temani Matheo."
"Syukurlah."
Matheo tengah bercanda di dalam kamar menemani Nina, suara canda mereka terdengar hingga ke dalam ruang makan.
"Aku akan memanggil Kendrick juga Matheo, makanan sudah siap." Ucap Eliana kepada Julia. Julia menganggukkan kepalanya.
Saat Eliana hendak mengetuk pintu kamar Kendrick, di waktu bersamaan Marco juga berlari menuju pintu kamar Kendrick, ada kepanikan di wajahnya.
"Marco, ada apa? Apa kamu mencari Kendrick kebetulan aku..."
Belum selasai kalimat Eliana di utarakan Marco sudah mengetuk pintu.
"Bos, bos."
Ketukan sama sekali tidak di respon oleh Kendrick, kemungkinan besar Kendrick masih berada di dalam kamar mandi.
"Marco, katakan ada apa?" Tanya Eliana mulai tidak sabar karena melihat wajah Marco yang panik.
__ADS_1
"Tuan muda Leyton ada di bibir kolam renang, sepertinya sudah tidak kuat."
"Kamu bicara apa?"
Marco tidak perduli lagi dengan pertanyaan Eliana dia semakin mengeraskan ketukannya.
Eliana merasakan firasat yang buruk di tambah perkataan Marco mengatakan Leyton tengah berada di bibir kolam renang. Eliana tiba tiba sadar ada sesuatu yang menimpa Leyton, dia menuruni tangga dan berlari menuju kolam renang.
Benar, Leyton dalam keadaan lemas berdiri di bibir kolam renang, kepalanya menengadah ke atas seperti menantang matahari. Belum usai rasa terkejutnya Eliana, Kendrick berjalan cepat mendekati putranya.
"Sudah tau kesalahanmu? Sudah mau meminta maaf?" Tanya Kendrick tegas.
Awalnya Leyton akan menyerah tetapi saat melihat kedatangan Kendrick ternyata bersama wanita simpanan papanya, tentu saja egonya kembali naik.
"Tidak! Aku tidak mau meminta maaf. Aku tidak bersalah dia yang sudah merebut perhatian papa." Ucap Leyton walau terbata bata.
"Kendrick jangan gila dia putramu, kalau kamu masih berniat menghukumnya. Biarkan aku yang mewakilinya. Lagi pula aku tidak menginginkan permintaan maaf Leyton. Dia masih kecil."
Eliana hendak mendekati Leyton dia akan membantunya, dan benar saja saat Eliana sudah dekat tiba tiba tubuh Leyton jatuh ke kanan. Untung saja Eliana dengan cepat mengangkatnya. Kendrick panik dia mengangkat tubuh Leyton yang masih berada di pelukan Eliana kemudian menggendongnya masuk ke dalam salah satu kamar di kastil barat, di ikuti Eliana dan Marco.
Mendengar keributan, Julia dan Matheo mencari sumber suara itu. Matheo memanggil dokter pribadi keluarga Kendrick agar memeriksa kondisi Leyton.
Sementara itu mendengar laporan Berta kalau tuan muda Leyton pingsan akibat hukuman yang di berilan Kendrick dan sekarang tengah di baringkan di kamar kastil barat, nyonya Kendrick sangat senang, dia meletakkan kudapan yang ada di tangannya kepada Berta. Nyonya besar masih saja santai.
"Apa nyonya tidak kuwatir dengan kondisi tuan Leyton?"
"Untuk apa? Toh sudah ada pelayan."
"Tapi tuan muda di tolong tuan Kendrick dan salah satu wanitanya." Ucap Berta mencoba menyadarkan majikannya.
"Cepat antarkan aku!" Bentak nyonya Kendrick, dia harus berperan menjadi ibu yang baik di mata Kendrick.
"Baik nyonya."
Nyonya Kendrick tiba di kastil barat, dia berlari menuju kamar Leyton. Melihat orang yang bergerombol dia merubah ekspresi wajahnya seolah olah panik.
__ADS_1
"Leyton maafkan mama! Kalian keluar!" Teriak Nyonya Kendrick, di tujukan semua yang ada di situ kecuali Kendrick. Dia muak dengan wajah Julia dan satu lagi wanita Kendrick.