Dokter Rona And Hot Daddy

Dokter Rona And Hot Daddy
Dosen Bengis


__ADS_3

Pagi yang indah dengan kicauan burung dan gemericik air nan jernih, menyambut sosok tegap juga berwibawa menyambut hari baru dengan sekelumit rahasia. Berjalan dengan gagah, menebar pesona akan kharisma yang dia miliki. Mata-mata jalangg menatap menguliti, mengangankan tubuhnya bersatu dengan tubuh yang tengah mereka tatap.


Hari Selasa, di mana seorang Edward Liam melakukan tugasnya sebagai seorang dosen statistik. Selain menjadi direktur utama sebuah Rumah Sakit swasta, dia juga menyalurkan kecerdasannya menjadi seorang dosen di salah satu universitas.


Dia mencintai profesinya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. Tidak ada hal lain di kehidupannya yang dia cintai. Meski banyak wanita singgah di hidupnya. Namun, itu hanya sekedar petualangan tanpa ikatan sah.


"Cabang statistika pada saat ini sangat luas digunakan untuk mendukung metode ilmiah. Statistika inferensi dikembangkan pada paruh kedua abad ke-19 dan awal abad ke-20 oleh Ronald Fisher dan William Sealey Gosset."


"Penggunaan statistika pada masa sekarang dapat dikatakan telah menyentuh semua bidang ilmu pengetahuan, mulai dari astronomi hingga linguistika. Sampai di sini ada yang mau ditanyakan?"


Tidak ada satu pun yang menjawab, semua mahasiswa terpaku dengan pikirannya masing-masing.


"Duh... tampannya Dosenku...."


"Aku rela jadi mahasiswa abadi, kalau dosennya macam Mr. Edward."


"Unch... hot banget sih!"


"Aku rela jadi sugar baby. Dibanting kanan-kiri, dikunci di kamar pagi-siang-malam!"


"Ah... My hot Daddy...."


"Jadikan aku yang kedua, hottie!"


"Baiklah, kalau tidak ada yang ditanyakan, saya lanjutkan materi hari ini," ucap Edward dengan tatapan dingin.


"Bidang-bidang ekonomi, biologi dan cabang-cabang terapannya, serta psikologi banyak dipengaruhi oleh statistika dalam metodologinya. Akibatnya lahirlah ilmu-ilmu gabungan seperti ekonometrika, biometrika dan psikometrika."


"Kamu!" tunjuk Edward tiba-tiba pada salah satu mahasiswanya. "Jelaskan kembali materi yang saya uraikan barusan!" titahnya tegas.


Mahasiswa tersebut gelagapan karena sedari tadi dia tidak memperhatikan materi yang disampaikan oleh Edward. Pikirannya sibuk mengkhayalkan pria matang di hadapannya.


"A- a- aku tidak paham Mister!"


Semua orang terbahak-bahak, namun kembali hening saat Edward menggebrag meja dengan keras menggunakan tangannya.


"Kamu, keluar!!" suruhnya dengan suara menggelegar. "Siapa lagi yang mau keluar?" tanya Edward dengan raut bengis.


Kembali tidak ada satu pun yang bersuara, semua terdiam dengan menundukkan kepala.


"Kalian semua, mengulang mata kuliah saya satu semester lagi!" tegas Edward dengan mengacungkan jari telunjuk ke arah orang-orang yang merinding melihat sikapnya.


"Keinginan aku jadi mahasiswa abadi sepertinya akan terkabul," gumam seseorang di dalam hati.


Edward meninggalkan kelas dengan wajah garang, rahangnya mengeras dengan kepalan di tangan seperti ingin menghajar sesuatu. Suasana kelas menjadi riuh selepas kepergiannya, mengumpat dan menghujat dosen tampan namun sangat menyebalkan.

__ADS_1


...*******...


"Kamu kenapa honey?" tanya seorang wanita yang masuk ke dalam ruangan. Dia mendaratkan tubuh di atas pangkuan pria yang masih diliputi amarah nan membara.


"Tadi aku dengar keributan dari kelas statistik, apa ada yang bersikap kurang ajar?" tanyanya lagi dengan tangan berkelana membuka kancing kemeja.


Edward tidak menjawab. Kebiasaan dia ketika marah, akan diam seribu bahasa. Namun, wanita yang tengah duduk di atas pangkuannya, tahu apa yang harus dilakukan agar pria matang itu bisa bersuara.


Jemari halus mulai menggelitik dada bidang berbulu tipis. Bibir hangatnya menyesap ceruk leher dengan tangan memainkan sesuatu yang mengeras di atas dada dan meremassnya lembut. Edward mengatup dan mendengak, menikmati sapuan yang menyisir bagian tubuhnya.


Permainan wanita itu berlanjut, lidahnya menggelitik telinga dan menghembuskan napas beraroma menggairahkan. Tangannya semakin berani mempermainkan bagian paling sensitif milik laki-laki. Meremass dengan kuat membuat pemiliknya melenguh dan membuka mulut.


Tubuh wanita itu melangsur, melepas gesper dan duduk bersimpuh. Dia menurunkan penutup yang menghalangi pergerakan lalu melakukan tugasnya memaju-mundurkan kepala dengan cepat dan sesekali menggigit tipis. Pria di hadapannya mengerang bersama kepala yang terus mendongak, melepas kenikmatan di dalam mulut wanitanya. Dengan sukarela wanita itu meneguk hingga tak bersisa.


"Nanti malam, aku ke apartemenmu ya. Sudah lama kita tidak bercinta," ujar si wanita yang hanya dibalas dengan anggukan. Mereka tidak tahu, ada yang mengintip aksi mereka berdua, seraya berkhayal mencicipi pria matang yang berstatus duda.


"Ah... sekarang aku tahu apa kelemahan Mr. Edward. Aku bisa memanfaatkan itu untuk mendapatkan nilai sempurna!"


...***...


"Coba sebutkan ciri-ciri orang itu?" tanya anggota Polisi pada Rona.


"Ayo Ron, buka suara!" titah Nath pada sahabatnya.


"Ini?" tanya pria yang menggenggam kertas putih.


Rona mengangguk dengan mata menahan berbagai perasaan. "Iya, pria itu yang telah menodai saya!" geram Rona.


"Benar itu pelakunya Rona?" tanya Nath menegaskan.


"Benar, Nath. Itu dia!" tegas Rona.


Bayangan tentang hari kelam itu, kembali menyelubungi hati yang berpura-pura kuat. Sungguh sebenarnya kejadian itu membuat dirinya merapuh. Ketakutan demi ketakutan hinggap di dalam diri. Namun, berusaha dia lawan dengan sisa keteguhan.


Kehormatan yang dia jaga sebaik mungkin, pupus sudah di tangan pria bejat tak tahu malu. Rasa sesak dan dendam perlahan menggerogoti hati lembutnya. Rona telah berikrar dalam hati, akan membalas setiap perbuatan yang pria itu lakukan. Menghancurkan dirinya hingga merasa tak ingin lagi melihat mentari.


"Baik, akan saya catat laporan anda Nona. Dalam 1x24 jam, pelaku akan kami bekuk!"


Rona berdiri lalu menjabat tangan pria berseragam di hadapannya seraya mengucapkan terima kasih. Nath turut berdiri dan juga mengucapkan terima kasih pada pria tersebut yang juga sepupunya.


"Bantu sahabatku, oke!" pinta Nath sembari memeluk sepupunya.


"Pasti!" jawabnya penuh keyakinan.


Sementara, ada seseorang yang mengintai dan menguping pembicaraan mereka. Seseorang itu mengirimkan pesan pada orang yang dia kenal.

__ADS_1


Xxx


Hati-hati, tuan. Ada seseorang yang telah melaporkan anda pada unit kami


Yyy


Siapa?


Xxx


Seorang wanita dan pria


Ini fotonya


Yyy


Terimakasih atas informasinya


Xxxx


Sama-sama tuan


"Kucing liar itu tidak berdiam diri rupanya. Baiklah, aku ikuti permainanmu. Sampai kapan kamu akan bertahan. Lihat saja, aku atau kamu yang akan hancur!"


Wajah menyeringai licik dengan rencana yang telah dia siapkan. Bukan lembaran uang sebagai penutup mulut, namun video aksi bejatnya yang dia rekam sendiri.


"Bermain-main denganku, hanya akan membuatmu hancur. Kucing liar!!!" gumamnya sembari memutar ulang video perundungannya.


Hasratnya kembali bergelora dan dia sangat ingin mengulang petualangan dari wanita yang telah dia renggut kesuciannya. Ada gejolak yang berbeda saat dia bergumul dengan wanita yang masih perawan. Ketagihan dan rasa ingin memiliki.


Materi statistik By Amalia Juniarly, S.Psi., Psi., M.A


.


.


.


...*****...


...Mohon maaf Author belum bisa maksimal, badan kembali drop....


...Terimakasih yang masih setia dengan karya recehan ini....


...Kalau berkenan, Author tunggu Favorite, vote, like, comment dan rating 5 stars...

__ADS_1


__ADS_2