Dokter Rona And Hot Daddy

Dokter Rona And Hot Daddy
Melepas Kerinduan


__ADS_3

Sinar rembulan menelusup ke dalam kamar dari celah kain tipis yang menutupi jendela. Sinarnya yang remang-remang menambah kesyahduan akan aktifitas sepasang istri yang dimabuk gelora nafsuu. Suara lolongan anjing malam, bersahutan dengan lenguhan panjang dari bibir tipis yang mendapat puncak kenikmatan pertamanya.


"Kamu sedang memikirkan apa sayang?" Edward mencabut jari telunjuknya dari dalam kepemilikan sang istri.


Rona melenguh lantas melengoskan wajahnya ke arah lain. "A- aku tidak memikirkan apa-apa. Aku kan sedang tidur, kamu mengganggu saja!"


Edward merapatkan wajahnya. Menyunggingkan senyuman yang menjadikan jantung istrinya semakin terpacu. "Benarkah? Aku baru tahu kalau orang tidur itu kelopak matanya merem-melek. Terkadang menyipit, terkadang mengatup seperti orang yang tengah mengintip lalu membayangkan adegan mesum."


Edward meniupkan hawa napasnya ke arah tengkuk Rona. Rasa geli dan hangat kembali menjalari tubuh sang istri. Bibirnya hendak menyentuh bagian tubuh yang jenjang itu, Rona memutar lehernya. Kini wajah keduanya sejajar dengan mata yang bersitatap.


"Aku merindukanmu sayang," ucap Edward dengan aroma mint yang menyapu wajah istrinya.


Rona tersipu dengan kedua mata yang terkunci pesona suaminya. Edward menjerat sang istri ke dalam gairah cinta yang sudah tak terbendung.


"Aku menginginkanmu sayang." Edward mengecup bibir Rona lalu mengulumnya.


Percikan birahi di antara keduanya semakin berkobar. Terlebih saat tangan Edward menelusup ke dalam mantel wanitanya. Dengan perlahan dan pasti jemarinya memasuki belahan dada sang istri dan berhenti di puncaknya yang sudah menegang.


Edward memilin dan memutar permukaan puncak areola kemudian meremass payudara yang semakin padat dan besar. Mulut Rona mengeluarkan suara-suara merdu yang membangkitkan deraan nafsuu di setiap sendi tubuh suaminya.

__ADS_1


Seakan mengganggu pergerakannya, Edward menarik mantel Rona kemudian menanggalkannya. Kini hanya ada kain bertali kecil yang menutupi gumpalan ranum. Edward melepas pengaitnya lantas melemparnya.


Dia menggelitik titik pusat perut istrinya yang sedikit membuncit. Sementara kedua tangannya meraup bongkahan daging kembar dengan gemas. Rona mengeliat tubuhnya bergoyang-goyang merespons atas rangsangan yang diberikan suaminya.


Bibir Edward mulai merayap, menjelajahi setiap inci tubuh atas sang istri. Dan kini rongga hangatnya berada pada bagian tubuh yang kenyal, Edward mendengus lembut lalu menjulurkan lidahnya mempermainkan titik merah kecoklatan yang turut mengeras.


Desahann demi desahann lolos dari bibir mungil istrinya. Terlebih saat Edward memasukkan salah satu gundukan ke dalam rongga mulutnya. Lidahnya menyapu hangat dengan gigi yang menggigit tipis. Tubuh Rona terangkat karena rasa nikmat, kepalanya mendongak dengan tangan menekan tengkuk lelakinya. Suara indahnya berubah parau karena hasrat yang kian merangkak.


Tubuh Rona semakin melayang dalam buaian sentuhan-sentuhan yang membangkitkan bara gairah. Edward tanpa jeda memberi rangsangan di setiap inci tubuhnya. Bibirnya merangkak naik menuju ceruk leher sang istri, kemudian menjilatnya. Jilatan berubah menjadi sesapan dengan tangan tidak lepas dari payudara istrinya. Tanda-tanda merah membekas, Rona menggigit bibirnya. Suara lenguhan tertahan, matanya terpejam.


Edward kembali menjelajahi tubuh Rona menggunakan bibir dan lidahnya. Menuruni dua bukit kenyal kemudian menuju perut sang istri. Lidahnya menari-nari di atas titik pusat perut yang di dalamnya satu janin tertanam. Tubuh Edward meringsut, dia menarik rok yang menutupi kaki mulus dan melepasnya. Yang tersisa saat ini G-String tipis yang menghalangi bagian inti yang membuat Edward selalu mabuk kepayang, ingin memasukinya lagi dan lagi.


Pergerakan Edward naik perlahan, dia merangkak di atas tubuh Rona dengan menciumi kaki panjang yang putih dan mulus. Kini wajah Edward berada tepat di depan jaring tipis, dia menyibakkan kain tersebut menyesap aroma yang menjadi candu.


Kedua tangannya membuka pangkal paha. Kepalanya semakin merapat dengan bibir dan lidah yang mulai singgah lalu menyentuh bagian paling sensitif tubuh wanita, angan Rona terbang melayang oleh percikan gairah.


Lidah Edward naik turun, lalu berputar-putar di titik senggama. Rona menarik rambut lelakinya menahan gelenyar aneh, bibirnya merapat dengan kepala bergerak ke kiri dan ke kanan. Bibir Edward mulai menyesap, dibantu dengan dua jari yang kini memasuki kepemilikan istrinya. Pinggul Rona bergerak-gerak, bibirnya terbuka dengan rauhan dan rintihan. Edward mempercepat gerakannya, punggung Rona terangkat, pelepasan kedua pun pecah membanjiri jari-jari suaminya.


Tubuh Rona melemas, namun Edward seakan tidak ingin menjeda waktu. Dia melepas kain yang melekat di atas pinggangnya. Terlihat pusakanya yang mengeras sudah siap untuk memasuki pusarannya.

__ADS_1


Belum reda napas Rona karena permainan lidah dan jari suaminya, kini sesuatu yang besar tengah menggosok-gosok di belahan bagian inti. Rona mengerang, kakinya semakin melebar memberi ruang untuk sesuatu itu masuk dengan leluasa.


Dia menantikan detik-detik kejantanan sang suami merebak lalu memasuki daerah vital yang sudah licin dan basah. Namun Edward seakan mempermainkan gejolak yang bergemuruh dalam dada sang istri, dengan hanya menggerakkan-gerakkan miliknya di atas belahan area in-tim tanpa memasukannya.


Rona meracau, tangannya meraih kepemilikan suaminya yang sudah berdiri tegak dan menggenggam dengan kencang. "Please... come in now!"


Tangan Rona mengarahkan milik suaminya ke bagian inti tubuhnya. Edward mendorong panggulnya dengan sekali hentakan, dia melakukan penetrasi. Rona menjerit merasakan kepemilikan suaminya masuk dan menyesakkan dinding-dinding rahimnya.


Edward terdiam sesaat menatap wajah sang istri yang diselimuti gairah. Terbit seringai tipis dari bibirnya, dia mulai mengaduk-aduk bagian dalam tubuh istrinya dengan gerakan cepat dan kuat. Peluh membanjiri tubuh keduanya, tidak ada lagi rasa dingin yang menyapa kulit.


Panggul Edward berputar-putar, menghentak-hentakkan miliknya memompa rongga kewanitaan sang istri. Kepala Rona bergulir ke kiri dan ke kanan karena rasa nikmat yang hanya diri sendirinyalah yang bisa merasakannya.


Desahann bagai sebuah nyanyian, terdengar semakin merdu dan menyerap ke dalam kalbu. Edward menghunjam liar kejantanannya, menyetubuhi wanitanya dengan brutal. Tangannya sibuk meremass payudara yang bergerak bebas. Rona meraih pundak suaminya saat muara pertemuan dua sumber kenikmatan menemukan puncaknya. Cengkeramannya semakin kuat hingga menggores bahu datar lelakinya. Lolongan panjang kembali terdengar, tubuh Rona menegang dan lelehan cintanya mengalir ke atas paha.


Edward melepas miliknya yang belum mendapatkan klimak-s dari pergumulan malam ini. Dia ingin menikmati terlebih dahulu wajah Rona yang kelimpungan karena permainan ganasnya serta memberikan sedikit waktu untuk Rona memulihkan tenaganya sesaat.


Terlihat tarikan napas sang istri mulai kembali normal, Edward membalikkan tubuh yang mengkilat karena keringat. Dia ingin memasuki tubuh inti Rona dari arah belakang. Miliknya sudah siap kembali mengobrak-abrik dan mengabsen satu per satu tubuh dalam milik istrinya. Hingga malam panjang ini usai dan berganti pagi.


...*****...

__ADS_1


...Maafkan author yang error ini ya, semua teman pembacaku yang baik hatinya......


__ADS_2