Dokter Rona And Hot Daddy

Dokter Rona And Hot Daddy
Jangan Buat Aku Cemburu!


__ADS_3

Tanah yang basah selepas hujan, angin yang tenang menerpa wajah. Tiga sekawan bercengkerama, bercerita tentang cinta dan dunia. Berbagi asa, suka dan lara. Berbincang mengenai hidup dan segala warna-warninya.


"Ayo cepat ganti baju kalian, keburu malam nih!" titah Nath pada kedua sahabatnya.


"Aku pakai baju ini saja," jawab Rona yang menunjuk setelan piyama dikenakannya.


"Aku juga pakai ini saja," timpal Claire seraya menarik-narik ujung baby doll-nya. Nath mengusap kasar wajahnya mendengar jawaban gadis-gadis di depannya.


"Ayolah... bagaimana mau dapat pasangan, kalau penampilan kalian saja selalu cuek?!" protes Nath yang mendorong punggung Rona dan Claire ke dalam kamar.


"Aku tidak mau tahu, pokoknya ganti baju!" titah Nath dengan bersidekap dan menatap kedua sahabatnya.


Seperti biasa, jemari lentik Claire hinggap di telinga Nath dan menarik benda tipis itu dengan kencang. "Tidak usah modus, Nath! Kalau kamu nyuruh kita ganti baju, keluar dari kamar sekarang juga."


Nath terkesiap lalu meringis memperlihatkan gigi gingsulnya. Saat dia seperti ini memang nampak lebih manis dan tampan. Claire yang seolah tersihir, dia terus terpaku menatap pria di hadapannya.


"Aku tampan ya?" Pertanyaan Nath menghenyakkan lamunan gadis yang tengah memandanginya.


"Sudah adegan romantisnya?" sindir Rona. Dia menyeret tubuh Nath untuk keluar dari kamar. Claire pura-pura mencari sesuatu untuk mengalihkan perhatian Rona.


"Tidak usah acting ... aku tahu," ujar Rona yang membuat Claire bingung.


"Tahu apa?" jawab Claire gelagapan.


"Ya pokoknya tahu saja." Rona menggoda Claire membuat gadis itu melipat bibir bawahnya.


"Tidak jelas!" rutuk Claire yang keluar dari kamar Rona menuju kamarnya. Dia bersinggungan dengan Nath di depan pintu. Namun, mengacuhkan pria itu karena menahan rasa malu.


...***...


Sejak Rona mengenal Edward, baru kali ini dia bisa bersenang-senang lagi dengan kedua sahabatnya. Dia sangat menikmati waktu yang banyak terlewati dan kini dia akan membayarnya. Mencari angin malam dan mencari hiburan, melepas rasa gusar yang akhir-akhir ini melanda hari-harinya.


"Nath, kamu mau bawa kita kemana sih?" tanya Rona yang menyadari kalau jalan yang dilewati sudah sangat jauh dari tempat tinggalnya. Dia menyenggol pinggang Claire yang tengah mengerjap karena rasa kantuk.

__ADS_1


"Kita akan bersenang-senang," jawab Nath sembari memutar kemudi.


"Aku lapar, butuh makan bukan mau bersenang-senang!" jawab Rona kesal. Dia tahu pasti maksud bersenang-senang di sini, Nath akan mengajaknya ke diskotik.


"Katanya tadi butuh hiburan," timpal Nath menoleh sekilas lalu kembali fokus ke jalanan di depannya.


Selama tinggal di negara ini, Rona baru pertama kali menenggak minuman haram. Tidak seperti teman-temannya, mereka sudah terbiasa pergi ke klub malam untuk mabuk-mabukkan atau sekedar mencari kesenangan di tempat hiburan malam.


"Kita sampai," ucap Nath melepas sabuk pengaman yang menyilang di dadanya. Rona merengut dan memasang wajah malas.


"Tidak bisakah kita pulang saja?" tanya Rona pada Claire. Namun, gadis itu malah menarik Rona untuk keluar dari mobil.


"Ayolah sekali ini saja Rona, lagi pula ada kita berdua yang akan menjaga kamu," timpal Nath. Rona mendenguskan napas lalu menganggukkan kepala. Dengan terpaksa dia mengikuti kedua sahabatnya masuk ke dalam klub malam.


Dentuman musik menghentak dada, mendengung ke dalam telinga. Nath dan Claire menikmati suasana hingar bingar, sedangkan Rona menutup telinga.


"Kita mau duduk di mana?" teriak Rona yang suaranya terselip suara musik.


Nath mengedarkan penglihatannya lalu menunjuk pada sofa yang kosong tak terisi. "Di sebelah sana saja yuk!" ajaknya. Rona dan Claire mengangguk dan melangkah ke tempat yang ditunjuk Nath.


"Aku juice saja, Nath!" jawab Rona sembari menyandarkan punggungnya.


"Aku wine ya..." timpal Claire yang mendaratkan tubuh di samping Rona. Nath memanggil seorang waiter lalu menyebutkan pesanannya.


"Dance yuk!" ajak Claire sembari berdiri dan menarik tangan Rona. Namun, Rona menggeleng dengan tubuhnya dibuat mengeras. Akan tetapi, Claire terus saja memaksa Rona dan berusaha membawanya ikut melantai.


Claire mengangkat kedua tangan dan menggerak-gerakkan tubuhnya. Sementara Rona, dia hanya mengangguk-anggukan kepala dan melirik ke kiri dan ke kanan memperhatikan orang-orang di sekitar yang tengah menikmati alunan musik.


"Claire, aku risih. Duduk yuk!" ajak Rona pada Claire, tetapi sahabatnya itu menolak.


"Ayolah Rona nikmati malam ini, lupakan masalahmu untuk sejenak!" seru Claire yang terus menggoyangkan tubuhnya.


Sementara Nath dia mematik benda pipih di tangan dan datanglah dua wanita malam mendekati. Mereka duduk di samping Nath, dan pria itu merangkul keduanya. Terlihat Claire menatap cemburu ke arah Nath. Dia memalingkan muka lalu menarik kedua tangan Rona mengajaknya menggoyangkan badan.

__ADS_1


Claire sesekali menoleh ke arah Nath, terlihat pria itu bersenang-senang dengan wanitanya. Dan yang membuat matanya panas saat melihat adegan tidak senonoh yang dilakukan kedua wanita jalangg dan Nath hanya diam pasrah.


"Kamu kenapa Claire?" tanya Rona yang menyadari perubahan air muka sahabatnya. Dia mengikuti arah mata Claire memandang dan mendapati Nath yang tengah bercumbu dengan mainannya.


"Sejak kapan dia suka main wanita?" tanya Rona heran. Karena selama ini yang dia tahu sahabatnya tidak pernah bermain dengan sembarang wanita.


"Ntahlah," jawab Claire pura-pura tidak peduli.


Claire mengalihkan perhatiannya dengan terus berajojing, menggerakkan badan dan menggoyangkan pinggul. Demi menghibur sang sahabat, Rona mengikuti gerakan Claire. Pada akhirnya mereka tertawa lalu terpingkal, melupakan masalah meski hanya sekejap.


Ketika sedang asyik bergoyang-goyang, tangan kasar seseorang meremass bokong Rona. Gadis itu menepis tangan yang menyentuhnya. Namun, pria itu malah semakin tertantang. Dia menggesek-gesekkan miliknya yang mengeras ke arah pangkal paha Rona. Akan tetapi, tiba-tiba pria tersebut tersungkur ke atas lantai karena seseorang menghantam kepalanya menggunakan botol minuman.


Belum sempat Rona memutar tubuh melihat apa yang terjadi, seseorang tersebut menarik kasar tangan Rona lalu menyeretnya ke arah di mana Nath sedang bersenang-senang. Dan...


Buggg!!! Satu pukulan mengenai wajah Nath, kedua wanitanya berhamburan menyelamatkan diri. Sementara Nath dia mendapat pukulan kedua di bagian perut.


"Jangan pernah membawa wanitaku lagi ke tempat kotor ini, kalau kamu tidak bisa menjaganya dengan baik!" geram seseorang itu yang tak lain adalah Edward.


Dia menatap tajam ke arah Rona lalu mengeret wanitanya keluar dari klub malam dengan mencengkeram kuat lengannya. Rona mengaduh kesakitan. Namun, Edward tidak menghiraukan.


"Lepaskan Edward, ini sakit!" lirih Rona.


Edward terus saja menarik tangan Rona dan mencampakkan gadis itu hingga punggungnya membentur badan mobil. Edward menyentakkan kedua tangan ke jendela lalu menatap dalam netra Rona. Dia mencondongkan wajah dan melumatt bibir Rona dengan rakus. Menggigitnya lalu mengobrak-abrik dinding lembut menggunakan lidah hingga napas Rona tersengal-sengal.


Rona mendorong tubuh Edward, tetapi pria yang tengah mencumbunya semakin beringas. Lidahnya kembali menelusup lalu membelit benda kenyal milik Rona dan menyesapnya kuat-kuat. Suara decakan bersahutan diiringi suara napas yang memburu.


"Jangan membuatku cemburu lagi Rona!"


...*****...


...Terimakasih banyak untuk semua yang memberikan VOTE dan HADIAH, semoga rezekinya semakin melimpah, berkah ruah. Doa yang sama untuk semua yang memberikan like, comment, rate 5 bintang dan yang setia membaca karyaku ini. Semoga kebahagiaan selalu menyertai....


...Sekali lagi terimakasih ya......

__ADS_1


...Selamat Malam dan I Love You...


__ADS_2