
“Aku sekarang belum bisa tenang seperti ini, Morgan. Maukah kau memenuhi permintaan terakhirku? Maka anggaplah sebagai bentuk penebusan rasa bersalah ku, yang tak bisa membalas cintamu.”
“Apa itu, Kak?”
“Bisakah kau menjaga Araela untukku, karena sejak menjadi bayi merah sampai sebesar ini, dia sama enggan mengakui sebagai anak kandungnya, dan apa kau tahu sampai saat ini pun dia juga enggan mendekapnya, dengan memberinya kasih sayang untuk Ara. Apa kau ingat saat dia menfitnahmu yang telah berselingkuh denganku, dan sejak itulah mengapa dirinya enggan mengakui Araela, dikarenakan dia menganggap Ara adalah anakmu.”
“S!alan!” geram Morgan sembari mengumpati tingkah laku dari Prasetya. “Sejak kapan aku berselingkuh denganmu, Kak? Baiklah karena dirinya dibutakan cinta palsu, aku Morgan Gayatri Smith dengan segenap cinta kasih yang kupunya untukmu, yang tanpa kau minta pun aku bersedia menjaga dan merawatnya sesuai dengan permintaanmu, Kak.”
Wanita cantik itu pun mengangguk, yang juga ia kembali melanjutkan sebuah cerita kisah, yang sampai raganya berpisah itu tetap membawa seluruh cintanya. “Kau tahu sendiri seperti apa sifatnya, ketika menyangkut tentangku? Dia mana percaya denganku, meskipun luka hati ini tersisa membekas dan aku telah membawa seluruh luka ini, demi bisa bertahan dan selalu tersenyum didepan putriku.”
“Aku sungguh tak percaya dia setega itu denganmu, Kak. Dia yang merenggut mahkotamu sampai kau melahirkan Ara bayil mungil itu seorang, tapi aku yang menjadi kambing hitam atas tuduhan tak mendasar atas perbuatannya sendiri, sedangkan dia begitu tega denganmu yang membiarkanmu merawat anak tak dianggap ada, justru kakakku yang bodoh itu mau menganggap anak orang lain ada, dengan memberinya kasih sayang yang lebih dari segalanya.”
“Kau percaya denganku?”
“Tentu saja aku percaya denganmu, Kak. Mungkin kau akan terkejut ketika aku mengatakan bahwa, anak yang dianggap ada oleh pria bodoh itu, tak sedikit pun mengalir darah asli dari keluarga Smith itu bukan, Kak?”
Sungguh disangka-sangka, pria yang tak bisa ia balas cintanya itu, justru mengetahui sebuah rahasia yang dibawa sampai ke tempat ini. “Jadi berapa lama kau mengetahuinya, Morgan?”
Morgan menjawabnya dengan senyum yang begitu tulus, tanpa merasa takut terluka meskipun kenyataannya ia sendiri mampu menahan luka hatinya. “Ada seseorang yang memberitahukan hal ini denganku, tapi aku mendiamkan lebih dulu sampai dimana wanita itu membuat Ara menderita, dan maafkan aku yang tak bisa mencegah kejadian yang menimpa bayi mungilku, Kak.”
“Jangan cemas dia tak akan selemah itu, didepanmu mau pun didepan kakeknya sendiri, karena luka hati yang ditorehkan papanya membuat kepribadiannya berbeda, dan maaf jika nanti kau direpotkan oleh tingkahnya yang sedikit bar-bar, semua itu hanya untuk menutup luka hatinya.”
“Apa pun keadaan bayi mungilku, aku tetap mencintainya seperti cintaku kepada dirimu, Kak.” Morgan tak pernah lelah dan berhenti, mengungkapkan perasaan yang terbalaskan.
“Kau tak ingin menikah, dan membina rumah tangga sendiri?”
“Aku sudah mati rasa denganmu, Kak. Biarlah rasa ini kukubur dengan sendiri, tapi jangan paksa aku untuk membuka hati dengan menjalin hubungan lain, dan aku tak akan pernah siap untuk itu.” Tanpa ragu, ia menegaskan sampai kapan rasa cintanya akan tetap terbawa, sampai dirinya menyusul ke tempat ini.
__ADS_1
Wanita cantik tak lain mama kandung Araela, terpaksa mengalah kepada adiknya yang tak bisa dipaksakan hati pria itu. “Baiklah terserah itu hakmu, tapi satu pintaku untukmu, tolong jaga Araela dan lindungi dia, karena aku tak yakin dua wanita berhenti menyiksa batinnya, setelah dia mendapat fitnahan yng menggemparkan publik, saat ini yang dibutuhkan Ara adalah sebuah kepercayaan dan aku sangat kau tak mungkin tak memecaryainya, dan buatlah mendiang ibu bangga terhadapmu karena kau yang dapat dipercaya oleh beliau.”
Mendengar kakak iparnya menyebut sang ibu, kerinduan pria itu tak dapat dibendung, mengingat ia juga masih belum mengikhlaskan kepergiannya. “Apa kau selalu bersama ibu, Kak?
“Tentu saja kami berdua disini menghabiskan waktu banyak, katakan pada ayah dan sampaikan salam untuk beliau, mendekatlah kemari sebelum aku menghilang, dan untukmu siap atau tidak kau harus bisa melepaskan kepergiannya.” Menitahnya sembari menyuruh pria itu mendekat, yang tak lupa menyampaikan pesan dari sang ibu mertua.
“Sudah mengerti pesan yang diinginkan okeh beliau, Morgan?”
“Jadi —”
“Maka lakukan itu untuk bayi mungilmu. Aku pergi!”
*
*
*
Kau tahu tidak, Kakak ipar? Sebelum aku menyampaikan pesan dari ibu, justru ayah sendiri yang bergerak cepat menangani perjodohan, yang kau dan ibu lakukan untuk bayi mungilku, mengingat sudah dipastikan dia akan menolak keras, dan kau tenang saja aku tak akan membiarkan perjodohan ini direbut kembali, Kak. Akan kupastikan itu!
Tanpa memedulikan jari-jarinya yang sedikit mengalir darah segar yang menetes, tangannya bergerak cepat mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang, yang tak berselang panggilan itu pun tersambung.
“Ada apa?”
“Hanya sedang memastikan saja dengan bukti DNA asli yang disimpan olehmu, kau sendiri tak lupa bukan dengan rencanamu itu?”
“Semua sudah kuatur sedemikian rupa, lagipula dia mana mungkin bisa memalsukannya lagi karena, aku sendiri yang menyimpan salinan bukti asli, sedangkan dia mungkin hanya akan mendapat salinan palsu dari bukti DNA itu.”
__ADS_1
“Kuserahkan sisanya denganmu, buatlah dia tak berkutik dengan kedatanganmu yang tiba-tiba, karena aku sangat ingin mengakhiri pemainan yang dibuat oleh wanita itu.”
“Apa yang membuatmu marah, Morgan?”
“Mungkin sebelum ini kau sudah lebih dulu mengetahui, apa yang akan kukatakan denganmu.”
Morgan pun menjelaskan semua yang dikatakannya itu, tak ada sedikit pun dilewatkan oleh dirinya dan membuat sang sahabat, merasa malu dengan tingkah laku dari wanita yang melahirkan putrinya.
“Jadi dia bersikukuh menginginkan perjodohan ini untuk Sonya begitukah?”
“Anggaplah wanita itu berlomba-lomba mendapatkan perjodohan ini untuk putrimu, tapi maaf saja keputusan mendiang ibuku tak bisa diganggu gugat, kau sendiri tahu bukan alasan lain beliau menjodohkan cucunya itu.”
“Tentu saja aku sangat tahu hal itu, tapi kau tak perlu cemas karena selama aku masih bernapas, tak akan kubiarkan putri kandungku merajalela dengan segala tingkah lakunya, bahkan hatiku sangat terluka dia tak bisa menjaga dirinya sendiri sampai-sampai membuatnya melakukan hal itu, dan maafkan tingkah lakunya yang pernah merebut dan membuat hati seseorang terluka.”
“Jangan selalu meminta maaf atas nama putrimu, kau cukup didik dan buat dirinya tak melakukan hal fatal kembali, karena itu menjadi tugasmu sebagai seorang ayah yang dipisahkan oleh putri kandungnya. Paham dengan semua yang kukatakan ini, Bas!”
.
.
.
.
Kisah pahit harus dialami gadis berusia 20 tahun yang tak lain gadis itu bernama Putri Varelina. Gadis malang yang lebih memilih persahabatan ketimbang cinta yang nantinya akan menghancurkan ketiga sahabat itu.
__ADS_1
Hinga akhirnya hidupnya hancur lebur setelah ia dinodai oleh mantan kekasihnya yang kini berstatus Suami dari sepupunya sendiri. Mampukah ia bertahan mempertahankan janin yang kini menjadi calon anak dari Suami sepupunya sendiri. Dan mampukah ia berjuang bertahan dari hinaan dan siksaan batin yang dilakukan laki-laki itu yang dengan teganya tidak Sudi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut.