
“Aku tahu, Ndra,” sahut Louser acuh. “Kalau kau tak menyukai keberadaannya, biar aku menyuruhnya untuk menemui seseorang yang lebih membutuhkan keberadaannya daripada mengurusi kau yang tak jelas begini!”
Rewindra mendengkus kasar mendengar ancaman dari Louser yang mau tak mau terpaksa ia membawa wanita yang bernama Sarah ke lantai paling atas. Tempat yang telah di sediakan oleh David Dominic Pomi untuk menuntaskan h@sratnya yang menggebu-gebu.
Sampai di tempat yang di sediakan oleh David, tanpa berbasa-basi Rewindra meminta waktu untuk membersihkan diri sebelum memulai kegiatannya seperti biasa.
“Apa kau tak keberatan menungguku sebentar?” tanya Rewindra tanpa mengarahkan kepala pada wanita tersebut.
“Tidak, Baby,” jawab Sarah dengan nada suara yang begitu menggoda.
Suara gemericik air yang mengalir itu berbunyi saling bersahutan di dalamnya terdapat Rewindra tengah membersihkan diri sebelum melakukan kegiatannya seperti biasa.
Membutuhkan waktu yang tak begitu lama pintu kamar mandi pun terbuka dengan Rewindra menyembulkan kepala dan juga tubuhnya yang mana di sambut nada sensual dari wanita tersebut.
“Wow, Tuan, punyamu membuatku jatuh cinta saja.” Desapan Sarah membuat napas Rewindra memburu sembari memicing mata ke arah wanita itu dengan gairahnya yang begitu tersulut.
“Kalau begitu manjakan dia,” pinta Rewindra sambil memejam mata saat jemari lentik wanita tersebut mengusap pelan benda pusaka miliknya.
Gerakan perlahan-lahan membuat Rewindra menggeram sambil mengumpat karena wanita itu begitu sangat liar memainkan benda pusakanya.
Tak ingin berakhir lebih dulu, Rewindra menghentikan gerakan jemari lentik itu yang, kini berganti dirinya memainkan lebih liar sebuah gundukan seputih susu mengisapnya begitu rakus, hal tersebut membuat Sarah melayang tinggi ke awan.
Rumor tentang Rewindra yang begitu ganas di atas ranjang. Kini pun terbukti dengan sendiri kehebatannya.
“Bagaimana kau suka?” tanya Rewindra dengan suara serak sambil melihat raut wajah puas wanita di bawah kungkungan mendapatkan apa yang diinginkannya.
“A–” menggeliat hebat ketika merasakan puncak kenikmatan yang terampil. Namun, keinginan untuk memiliki pria tersebut membuat Sarah harus berpikir dua kali sebelum bertindak.
Rewindra memakaikan sebuah sarung untuk bersiap menjelajahi kenikmatan yang tiada hentinya mencari kepuasan batin.
Mengarahkan benda berbalut sarung menggiringnya ke pintu masuk yang membutuhkan sedetiknya benda milik Rewindra terbenam di dalam milik Sarah sambil memulai dengan menggerakkan bagian tubuh lainnya.
Suara di dalam kamar lantai yang di tempati oleh Rewindra begitu bersahutan di antara mereka benar-benar saling menikmati dengan peluh keringat yang membasahi tubuh kedua insan tersebut.
Tak membuat mereka berhenti mereguk kenikmatan tiada tara hingga beberapa detik menjelang puncak terdengar suara geramat yang begitu panjang dari Rewindra setelah akhir benda miliknya mengeluarkan lahar panas yang di susul kepunyaan wanita tersebut.
Selesai melampiaskan kekesalannya Rewindra mengistirahatkan tubuh lelahnya dengan membersihkan kembali sisa-sisa pergulatan panas antara dia sendiri dengan wanita yang diketahui bernama Sarah itu tak seperti yang dilakukan oleh Sonya menurut pandangan matanya.
***
__ADS_1
Kembali pada sepasang kekasih yang tengah berada di pusat perbelanjaan. Sonya begitu gelisah melihat Samuel yang lebih banyak berdiam diri saat ia enggan berkata jujur. Tentang sebuah rahasia yang disembunyikan oleh dirinya.
Malam hari telah datang menyambut. Namun Samuel enggan mengajaknya mengobrol kembali tapi ia lebih banyak menurut ketika Sonya mengajak ke tempat biasa memilih pakaian.
Untuk memastikan rasa penasarannya Sonya memancing sang kekasih tercinta dengan memberitahukan tentang pakaian yang telah dipilih oleh dirinya.
“Sayang ...,” panggil Sonya dengan nada dilembutkan.
Samuel yang mendengar panggilan ditujukan untuknya itu pun tersenyum tipis. Ia menduga saat ini Sonya berusaha menarik perhatian dan seakan-akan tengah mencurigainya.
Sebab setelah menemani salah berbelanja Samuel akan mengawasi dan memantau pergerakan yang dilakukan oleh kekasihnya tersebut.
“Mau kamu pakai apa pun semuanya sangat bagus untukmu.” Di dalam batin Samuel tengah menahan tawa karena sekarang Sonya memakan umpan yang sedanh dipersiapkan untuk dirinya.
“Kalau begitu apa boleh aku memborong semua pakaian ini, Sayang?” tanya Sonya dengan puppy eyes. Namun di mata Samuel sangat begitu menji’jikkan.
“Ambil semuanya untukmu,” jawab Samuel tanpa menolehkan ke arah Sonya. “Setelah ini aku harus kembali kantor. Kalau kamu pulang sendiri dengan taksi ku pesankan untukmu tak keberatan?”
Akan tetapi Sonya merasa seperti diintai oleh kekasihnya ini mendadak menggeram marah semua karena pertemuan mereka dengan Araela membuat darah di dalam dirinya mendidih.
Hal tersebut membuatnya bertekad melakukan perbuatan buruk pada saudara tirinya dengan menghubungi orang-orang yang bersiap diberikan tugas dari dirinya.
“Ya, kamu tahu ‘kan seharusnya aku tak bisa berbuat seenaknya karena kantor itu bukan milikku tapi milik Alex, dan malam ini aku akan melembur lagi.” Jawaban dari Samuel tak membuat Sonya puas. Ia sangat yakin ada suatu hal yang sedang disembunyikan oleh kekasihnya tersebut. Namun dirinya pun tak menemukan apa pun yang menyangkut sang kekasih tercinta.
“Ya sudah kalau begitu, sudah sana kamu ke kasir untuk membayar pakaian yang ku borong ini, dan aku mau ke toilet sebentar. Apa bisa?” pinta Sonya sambil mencari usaha agar bisa menghubungi orang-orang suruhannya.
Samuel mengangguk tanpa membantah pria itu pun berjalan menghampiri kasir, sedangkan dirinya menjauhkan diri dari keramaian dengan mencari tempat yang sangat sepi untuk bisa leluasa menghubungi seseorang.
Akan tetapi Sonya tak menyadari ada sepasang mata lain mengawasi pergerakannya dari jauh lalu mengendap-endap secara perlahan untuk mencuri dengan percakapan tersebut.
Yang mana kini jemari lentik Sonya mengambil ponsel miliknya dan menekan nomor ponsel milik orang suruhannya begitu panggilan tersambung tanpa berbasa-basi ia menyuruh orang di seberang dengan menculik seseorang yang sangat Sonya benci itu.
“Aku ingin kau menculik seseorang untukku,” titah Sonya to the poin.
“Baik, Nona akan saya lakukan perintah, Anda tapi kalau boleh tahu siapa yang ingin di culik?”
Pertanyaannya adalah mengapa Sonya bisa lupa dengan foto dari orang yang ia benci itu karena sampai sekarang kehidupannya tak pernah puas membuat seseorang menderita karena ulahnya.
Si@lan mengapa aku bisa lupa dengan foto anak pembawa si@l itu.
__ADS_1
Membatin seraya mengumpat geram. Namun tak lama kemudian ia teringat wajah tersebut dengan potongan rambut yang tak ada ubahnya dari dulu hingga sekarang.
“Begini aku hanya bisa memberimu petunjuk, dan kau harus mengingat ini dengan baik-baik, jangan sampai lupa dengan wajahnya,” ucap Sonya sembari berdehem sinis karena ia terlalu benci menjabarkan wajah tersebut.
“Baik, Nona!”
.
.
.
.
.
Sekali lagi aku ingin mengatakan mengapa ini maju-mundur karena aku buatnya sesuai dengan pemikiranku
Jadi mau mengatakan bertele-tele silakan
Mau menghujat silakan
Mau julid silakan
Mau semuanya silakan
Karena apa?
Aku membuat karya ini enggak asal buat semua murni langsung dari pikiran
Mau jatuhin mentalku?
Kalian tentu belum pernah kenal penulis yang bermental baja
Aku akan tunjukkan sekarang sejauh mana kalian menganggap tulisanku ini bertele-tele
Jadi silakan lakukan unfav
Karena aku akan tetap berkarya menunjukkan aku bukanlah penulis tempe
__ADS_1
Don't judge me if you don't know me