
Mengingat Gunawan sendiri pada waktu itu pun mempunyai bukti asli yang kuat, bahwa mendiang sang istri tercinta meregang nyawa karena keracunan, dan ulah itu pun dilakukan oleh Sonya.
Akan tetapi sampai sekarang Araela Ayudia Gayatri Smith masih terbebani rasa bersalah karena tak bisa menyelamatkan mendiang sang Nenek yang meregang nyawa kala itu.
Selesai berdoa dan menaburkan beberapa bunga untuk kedua orang yang disayangi oleh dirinya. Ia pun mulai membuka suara dengan bercerita banyak tentang kehidupan pribadinya yang sekarang. Di mana begitu bahagia dengan kesederhanaan yang memang sejak dulu diinginkan oleh dirinya.
Tak lupa ia juga menceritakan pertemuannya dengan seorang anak lelaki yang mempunyai kehidupan sama dengan dirinya, dan juga setelah bertemu hati kecilnya pun telah jatuh pada pesona anak lelaki tersebut.
“Mama, Nenek, maaf baru bisa datang menjenguk kalian.” Tak lupa ia mencium batu nisan dengan penuh kasih sayang. “Maafkan aku, Nek. Karena aku Nenek harus ada di tempat seperti ini. Rasa bersalah ini terus menghantuiku yang membuatnya semakin membenci diri ini.”
Rasa bersalahnya tak akan pernah ia lupakan begitu saja, ketika melihat sang Nenek tercinta meregang nyawa karena ulah dari Sonya itu sendiri.
“Kalau boleh lebih baik nyawaku yang meghilang dari pada dirimu, Nek. Mengingat dia lebih menyayangi seorang anak yang tak mengalir darah yang sama denganku. Aku tk tahu harus bagaimana lagi untuk membuatnya mau melihat keberadaan ku lagi?”
Di depan batu nisan dua orang yang sangat berharga untuknya. Ia mencurahkan semua isi relumg hati yang terdalam. Tanpa sengaja air mata itu terus mengalir dengan sendiri karena, Araela Ayudia Gayatri Smith tak akan pernah melupakan kedua orang yang selama ini menyayanginya dengan penuh cinta.
Lalu kemudian ia melanjutkan kembali cerita yang dilontarkan tentang seorang anak lelaki yang bernasib seperti dirinya.
“Mama, Nenek, apa kalian akan marah dengan kalau aku sangat ingin menjaga dan melindunginya? Jika begitu nanti aku akan meminta Kakek untuk membawaku main ke mansionnya.”
Begitulah curahan hati yang ia lontarkan tentang semua luka hati yang ditorehkan oleh Prasetya, dan juga tentang seorang anak lelaki yang keberadaannya diabaikan.
__ADS_1
Setelah berpuas melampiaskan semua yang ada di dalam relung hatinya. Ia pun berpamit untuk kembali ke rumah sederhana yang selama ini diinginkan tanpa menyandang sebuah marga sang Kakek tercinta.
“Aku pulang ya, Mama, Nenek,” pamit Araela seraya beranjak berdiri yang tak lama kemudian ia melangkahkan kakinya keluar dari area pemakaman tersebut.
Akan tetapi dari luar area makam ia tak menyadari ada sepasang mata-mata yang mengawasi yang mana dua orang tersebut merupakan suruhan dari mantan kekasihnya tercinta. Samuel Rajendra Nasution telah berhasil menemukan keberadaan dirinya.
Setelah tak melihat punggung seseorang yang di cari Tuannya. Salah satu dari mereka pun mengambil ponsel untuk menghubungi sang Tuan, dan memberi laporan bahwa ia dengan rekan lainnya berhasil menemukan kembali keberadaan gadis yang pernah mengisi hati Samuel Rajendra Nasution.
“Bagaimana apa kau berhasil menemukannya?” tanpa berbasa-basi Samuel menodong pertanyaan yang sedang ia ajukan itu.
“Saya dan rekan lainnya melihat keberadaan Nona itu di makam, Tuan,” lapornya tanpa ragu.
“Kerja bagus! Terus awasi dan pantau dia. Aku tak ingin kau dengan rekanmu gagal menjalankan tugasmu itu!” titah Samuel dingin.
“Lalu apa ada lagi yang ingin Anda sampaikan, Tuan?”
Yang mana membuat lamunannya buyar ketika ia terkejut dengan pertanyaan dari mata-mata yang bertugas mengawasi Ela.
Tanpa banyak kata seketika itu ia pun mematikan panggilannya secara sepihak, dan hal itu mendapat tatapan mencurigakan dari Alex yang saat ini kebetulan mendengarkan semua pembicaraannya.
“Kau berhasil menemukan keberadaannya, Sam?” tanya Alex dengan raut wajah datar.
__ADS_1
“Seperti yang kau dengar sendiri dari mata-mataku, Lex. Aku berhasil menemukan keberadaan Ela,” jawab Samuel dingin.
“Lalu jika kau sudah menemukannya. Apa kau akan kembali merajut dengannya?”
“Tentu saja tidak!” tentunya Samuel terpaksa membohongi karena ia sendiri sangat ingin melindungi dan menjaga Araela dari kejauhan.
“Baiklah terserah kau saja, Bung. Tapi aku ingatkan padamu untuk berhati-hati dengan Sonya. Kau tahu sendiri ‘kan peringai wanita itu?” Alex juga tak lupa memberi peringatan keras pada atasan sekaligus sahabatnya untuk berhati-hati ketika ingin melindungi seseorang.
Yang ternyata tanpa di sadari oleh Samuel. Bahwa Alex sangat mengetahui rasa cinta sahabatnya itu tak bisa dibohongi. Terlihat dengan jelas di depan mata kepalanya sendiri sebenarnya ia mengerti rencana yang dilakukan oleh Samuel itu sendiri.
Sam, sejak dulu sampai sekarang kau tak ada bedanya menyangkut perihal Ela. Namun, aku tak menyangka kau sendiri bisa bertekuk lutut dengan wanita licik itu. Jujur saja aku yang sebagai sahabatmu begitu muak dengan tingkah pongahnya yang begitu sangat arogan nan licik. Andai dulu kau mau mendengar semua perkataanku, tak akan pernah bisa kau bayangkan sekarang ini kau hanya bisa berdiam diri dengan membawa rasa penyesalan yang tak akan ada habisnya.
.
.
.
.
.
__ADS_1