Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Sebuah Foto


__ADS_3

Kembali lagi di gedung perkantoran dengan seorang pria muda sedang melangkahkan kaki menuju ruangan pribadi yang tidak lain tempat ruangannya si empu gedung kantor tersebut.


Sebelum masuk ke dalam ruangan itu ia memberitahukan pada sekretaris untuk tidak mengganggu waktu sementara waktu, mengingat dirinya akan membahas masalah rapat yang baru saja dikemukakan dengan seseorang yang telah berada di suatu ruangan selama beberapa jam yang lalu.


“Bagaimana apa kau paham, bukan? Apa yang kusampaikan pada dirimu?”


“Baik, Pak!”


Tidak ingin mendengar alasan apa pun yang terucap dari sekretarisnya. Pria muda itu membanting pintu dan membuat sang sekretaris terhenyak kaget mendengarnya.


Ada apa dengannya? Seperti itulah yang dipikirkan oleh wanita tersebut.


Sementara itu, di dalam ruangan dengan ia mendaratkan bokong di kursi kebesaran sambil mengarahkan manik mata yang tertuju sebuah pintu ruangan rahasia dan di dalam ruangan tersebut. Ada si empu gedung perkantoran yang terlalu asyik menekuri jemarinya di atas keyboard.


Memutuskan beranjak dari kursi kebesaran melangkahkan tertuju pada sebuah pintu rahasia, sehingga manik mata hitamnya membeliak lebar ketika melihat seseorang di dalam ruangan itu.


Terlihat serius menekuri jemari-jemari di atas keyboard tanpa berbasa-basi, ia menanyakan tujuan gadis itu melihat sebuah gambar tidak seharusnya dilihat. “Kau dapat gambar-gambar seperti itu darimana, Ra? Aku heran mengapa gadis sepertimu


Sorot mata dingin yang di arahkan pada dirinya membuat jakun Millo bergerak naik-turun karena tatapan mematikan dari gadis langsung membuat pria itu terdiam membisu. “Astaga aku tidak akan menanyakan hal lain pada dirimu! Apakah semua orang mengetahui perihal pernikahanmu, Ra?” Sesekali pria itu terus mengamati pergerakan tangan yang dilakukan oleh gadis itu, hingga tidak lama kemudian dia mendapat perintah langsung dari adik angkat-nya.


“Pastikan kau mencetak foto itu dengan benar! Aku tidak mau kau membahas sesuatu yang tidak ada hubungannya denganmu!” tegas gadis itu yang tidak ingin pria di hadapannya mencampuri urusan pribadinya. “Lagipula aku tidak ingin orang lain mengetahui, bahwa aku adalah pemilik asli dari perusahaan ini! Biarlah kau mengambil alih atas tanggung jawab dari perusahaan milikku, terkadang aku benar-benar ingin hidup sederhana bersama mereka yang lebih membutuhkanku.”


“Kenapa cara sikapmu mengambil langkah semakin mirip dengan dia, Ra?” Millo memastikan sebelum pria itu menceritakan sebuah rahasia yang hanya dia seorang mengetahuinya.


Sampai membuat gadis itu mengernyit bingung dengan pertanyaan dengan tanda besar dipikirannya. “Apa maksudmu, Kak?”


Sadar bahwa Millo sedikit kelepasan sambil menepuk dahi sendiri pria itu, benar-benar tidak mengetahui jika adik angkat-nya menatap dengan sorot mata dingin.


“Tidak jadi, Ra. Tadi, aku itu —” belum selesai berucap gadis itu menyela dengan sorot mata mematikan.

__ADS_1


Membuat Millo mengangguk setuju sebelum dia membongkar rahasia tersebut. “Ini sebuah rahasia yang selama ini hanya aku mengetahuinya, Ra! Bahkan sebelum aku bertemu denganmu dulu, ada orang lain yang datang menemuiku menceritakan tentang kehidupannya. Kau tahu bukan siapa orang itu?” ujar pria itu dengan bertanya sehingga membuat gadis di hadapannya menggeleng lemah.


“Kau bahkan tidak memberitahukan padaku dan bagaimana mungkin aku bisa mengetahui orang yang dimaksud olehmu, Kak?” ketus Araela dengan bibir mencebik kesal tidak lupa sorot matanya semakin mendingin di arahkan untuk pria tersebut.


Millo tergelak mendengarnya bahkan dia tidak mengetahui harus tertawa atau diam melihat sorot mata dingin yang tertuju untuk dirinya selain melanjutkan kembali arah pembahasan sebuah rahasia itu.


“Orang itu adalah papamu sendiri, Ra!”


Manik mata kecokelatan milik gadis itu membelalak lebar ketika mendengar pernyataan terucap dari pria di hadapannya. “Kak, kau tidak sedang membual dengan pernyataanmu yang terdengar olehku?”


“Apa suara terdengar sedang membual, Ra?” cetus pria itu dengan membalik pertanyaan sehingga membuat gadis itu, menatap lekat manik mata hitam dan mencari kepastian di dalamnya. “Sudah sangat lama ingin kusampaikan semua ini pada dirimu, Ra. Tapi, dia tidak pernah mengizinkan hal itu karena —”


“Karena apa?” potongnya cepat dengan tidak sabaran.


“Karena dia selalu ingin melindungimu meskipun aku sangat mengetahui beliau tertekan dengan pernikahan palsu itu,” imbuh Millo dengan raut wajah sendu. “Aku bertemu dengan beliau sudah sangat lama dan sejak kecil aku berada dalam didikan papamu meskipun saat itu dia hanya bisa memberiku tempat di jalanan. Sampai ketika kau sendiri yang membawaku atas perintah darinya aku dijadikan, sebuah alasan untuk membuatmu mengerti bahwa papamu tidak sepenuhnya seperti itu, Ra.”


Dua orang berbeda gender sama-sama terdiam membisu dengan Millo sedikit menerawang beberapa tahun yang lalu.


Menelusuri jalanan yang sedikit merenggang sampai kaki kecil itu terhenti pada seorang pria dewasa sedang termenung sendirian, hingga membuat kakinya melangkah untuk menghampiri pria itu sambil mengulurkan sebotol air minum yang belum terbuka kemasannya. Sampai membuat pria dewasa itu terkejut dengan sebuah tangan kecil lalu ia, mendongak sedikit dan terkejut melihat anak lelaki berdiri di hadapannya.


“Terima kasih!” ucap pria itu yang tidak berselang lama kemudian botol air kemasan di plastik telah tandas sampai tidak tersisa. “Siapa namamu, Nak?” imbuhnya dengan bertanya.


“Millo, namaku!” jawab anak lelaki itu yang telah duduk bersebelahan dengan pria dewasa di sampingnya. “Kenapa Om terlihat seperti merenung?” tanyanya tanpa ragu dan takut.


Sampai membuat pria dewasa mendengar pertanyaan tergelak lucu karena ini pertama kali ada seseorang yang mengajaknya mengobrol. Mengingatkan ia dengan adik lelaki yang selalu mengajaknya berdebat sesuatu hal tidak mungkin sampai mencintai wanita yang sama.


“Kau benar-benar lucu, Nak,” jawabnya dengan gemas. “Lalu bagaimana dengan kau sendiri, Nak? Mengapa bisa keluyuran sendiri di sini, tanpa ada orang yang mendampingimu?”


Raut wajah anak lelaki itu menjadi sendu ketika pria dewasa di sampingnya membahas orang tua yang bahkan dia sendiri tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya.

__ADS_1


Mengingat selama ini dia besar di bawah naungan panti asuhan yang menjadi tempat tinggalnya bahkan Millo harus menjadi tulang punggung untuk dirinya sendiri.


Mengetahui pemilik panti asuhan enggan lagi memberinya kehidupan selain tempat tinggal untuk tidur yang membuat anak lelaki itu pasrah akan takdirnya.


Sampai pria dewasa itu menawarinya pendidikan dengan syarat hanya dia seorang yang mengetahui rahasia tersebut, hingga pada suatu hari ketika bulan purnama silih berganti setelah Millo resmi mendapat pendidikan.


Saat itu, di tempat biasa mereka bertemu Millo terkejut melihat keadaan seseorang yang telah berjasa untuk kehidupannya. Bahkan melihatnya pun membuat hati anak lelaki yang berusia sepuluh tahun ikut merasakan tersayat karena di hatinya, telah tersimpan rasa kasih sayang meskipun tidak pernah ditunjukkan untuk orang tersebut.


“Kenapa seperti ini, Om?”


“Millo,” panggilnya pelan yang terlihat enggan menjawab pertanyaan itu. “Apakah kau selalu mampu melewati ujianmu ini dengan baik?”


Dahi Millo mengernyit heran dengan pertanyaan tertuju untuk dirinya. “Ujian seperti apa yang Anda maksud, Om?”


“Sejak pertama kali bertemu denganmu aku merasa kau adalah tempatku mencurahkan sesuatu yang mengendap disini,” sahut pria itu dengan jari telunjuk menunjuk di dada.


Millo tidak paham dengan urusan pria dewasa mengangguk dan membiarkannya menumpahkan segalanya yang mengendap di dada dengan seksama.


“Jika Om sudah melukai seseorang yang mendampingimu! Untuk apa membuat orang itu terus di samping, Om? Aku memang tidak terlalu memahami masalah tentang orang dewasa, tapi aku tidak mau hatimu menjadi beban hanya untuk menyakitinya.”


...Halo readers piyeh kabar e?...


...Sudah lama tek tinggal yo? 🤣🤣...


...Btw minal aidin wal faizin mohon maaf lahir batin atas kesalahanku yang ninggalin kalian...


...Aku enggak kemana-mana kok, lagi di lapak sebelah dan untuk itu aku datang kembali...


...Apa kalian bisa bantu aku menemukan nama untuk kelima anak kembar pasangan ini?...

__ADS_1


...Bantu aku cari nama ya clue kelima anak kembar pasangan ini cewek, cowok, cewek, cowok, cewek karena aku menyingkatnya jadi A B C D E kalau mau bantuin dong susah tahu cari nama yang pas buat mereka 😭😭😭...


...Sekian selamat membaca pasangan si duda casanova dan gadis bar-bar ...


__ADS_2