Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
DCTCGB


__ADS_3

Sebagai seorang dokter, Elvaro begitu tak mengerti dengan istilah yang dimaksud oleh sepupu dinginnya itu. Namun, ternyata sang sepupu justru mengatainya dokter gadungan karena ia benar-benar tak mengerti dengan tingkah laku dari Rewindra Wiratama.


“Kau itu tak pantas menyandang gelar sebagai dokter. Begini saja tak kau pahami.” Sebab ia tak pernah takut dengan sepupunya itu. “Kalau kau tak paham juga, baiklah aku akan bertanya denganmu. Kalau menyebut bagian organ di area pahamu apa? Itulah yang ku-maksud bodoh.”


Sembari mengumpati Elvaro, Rewindra tak berhenti mengolok balik untuk sepupunya itu.


“Jadi, kau datang membutuhkanku hanya karena ini, Ndra?” lebih baik ia mengalah agar gelarnya tak terancam jika mendapati sang singa jantan mengeluarkan tanduknya.


Semoga kau segera dipertemukan dengan pawangmu, Ndra. Membatin sang sepupu tak lupa ia menyuruh Rewindra untuk menjelaskan kembali keluhan yang dialami oleh dirinya.


“Ingat jangan sampai kau menertawaiku lagi. Paham,” peringat Rewindra dingin. “Kau tahu sendiri – kan? Selama ini belalai gajahku menjelajahi jenis segala goa, tetapi beberapa jam yang lalu aku terkena sial, karena mendapat tendangan mematikan yang sampai saat ini masih terasa perih. Namun, yang lebih mengherankan mengapa dia masih bisa berdiri gagah? Sampai aku harus menahan perih yang menyiksaku.”


“Oke berbaringlah di brankar aku akan memeriksa keluhanmu.”

__ADS_1


Ia juga menyuruh sang sepupu memeriksakan tubuhnya, karena sebelum semuanya menyesal di kemudian hari.


Rewindra Wiratama pun telah bertekad tak akan tergoda lagi dengan tubuh ja’lang yang selama ini ia nikmati, mengingat sang belalai gajahnya itu hanya berdiri gagah jika berdekatan dengan kakak cantiknya Rolando Wiratama.


Membutuhkan waktu yang sedikit lama akhirnya hasil pemeriksaan itu pun keluar, dan hal tersebut membuatnya sedikit takut dengan kondisi belalai gajahnya yang hanya mau di dekati oleh gadis tersebut.


Tanpa berbasa-basi ia menanyakan hasil pemeriksaan sambil terus mencecarnya banyak pertanyaan yang membuat Elvaro dibuat kesal dengan sepupu dinginnya itu.


“Kau tak mungkin bisu-kan, El?” Rewindra mencebik kesal dengan tingkah laku dari sepupunya itu.


“Akan tetapi, mengapa belalai gajah masih bisa berdiri gagah hanya berdekatan, dan mengingat wajah seseorang yang membuat gairahku bangkit sendiri?”


Elvaro terkejut mendengar pernyataan yang dilontarkan oleh sepupunya itu. “Kau sedang tidak membual kan, Ndra?”

__ADS_1


“Jangan terlalu kepo dengan urusanku, El. Kau cukup saja menjawab pertanyaanku tadi!” hardik Rewindra dingin.


“Baiklah, untuk keluhanmu tak ada yang perlu dicemaskan, dan juga mengenai hal itu wajar belalai gajahmu bisa bangkit sendiri karena dia sangat memahami barang yang asli dengan barang palsu.” Tawa Elvaro pun pecah ketika mengetahui sebuah fakta bahwa sepupu dinginnya itu diminta berhenti melakukan one nigth stand dengan belalai gajah miliknya sendiri.


Menurutnya apa yang dilakukan oleh belalai gajah milik Rewindra Wiratama merupakan hal yang sangat wajar. Mengingat sebagai seorang sepupu ia juga tak menginginkan suatu penyakit mematikan datang menggerogoti tubuhnya.


Oleh karena itu Elvaro sangat bersyukur, sang sepupu akan berhenti melakukan one nigth stand, pada para ja’lang yang selama ini menikmati belalai gajah milik Rewindra Wiratama.


“Seperti biasa biar Louser yang mentransfer gajimu.” Namun, justru Elvaro menanyakan kabar Dahlia yang tak lain tantenya.


“Bagaimana kabar tante, Ndra?”


“Kalau kau ingin tahu, datanglah ke mansion!”

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu Rewindra meninggalkan rumah sakit, untuk segera pulang ke mansion sebelum itu ia menebus obat yang telah diresepkan oleh Elvaro, dan juga akan membicarakan hal penting dengan asistennya itu sendiri.


__ADS_2