
"Dari semua pergerakkan yang kau lakukan terhadapku! Sudah bisa membuktikan jika kau menyimpan perasaanmu untuk gadis bar-bar sepertiku." Menyahut perkataan yang terucap dari bibir sang suami, tidak membuat gadis itu membuka pintu hatinya. Namun, setiap pergerakkan yang dilakukan oleh pria yang sangat menggendong tubuh mungilnya itu, membuat Araela merasa nyaman untuk pertama kali setelah sekian lama dia menutup pintu hati.
"Lalu bisakah kamu tidak bersikap dingin seperti ini, Nyonya? Rasanya aku ingin memakanmu sekarang!" Rewindra menggerutu sambil menurunkan perlahan tubuh mungil dari gendongan, tanpa berbasa-basi pria itu kembali mencecap bibir ranum yang selalu membuatnya ter — ara-ara, bahkan si belalai gajahnya pun mendadak terbangun sendiri saat berdekatan dengan tubuh mungil tersebut.
"Apakah dia selalu terbangun pada wanita-wanitamu itu?" tanya Araela dengan menatap dingin ke arah si belalai gajah, seperti sedang meminta izin untuk masuk ke dalam goa istimewa miliknya.
"Tentu saja tidak, Nyonya," jawab Rewindra. "Kenapa kamu menatapnya seperti itu? Bahkan sejak dia kamu lumpuhkan dua kali olehmu. Pada saat itu aku berhenti menjelajahi segala lobang yang membuatnya tertarik dengan semua berasal di dalam dirimu!"
"Meskipun itu tidak ada cinta untukmu sekaligus? Apa kau akan tetap seperti ini terhadapku?" Gadis itu memastikan sebelum dia memasukkan kehidupan pria itu di dalam dirinya.
Tanpa berbasa-basi Rewindra mendorong pelan tubuh mungil, hingga terbaring di atas ranjang dengan dia menindih sambil menatap sayu, manik cokelat yang selalu menatap dingin ke arah dirinya sampai membuat pria itu kembali mencecap seluruh inci, tidak lupa salah tangan pria itu meraba-raba untuk memancing hasrat gejolak yang ada di dalam sang istri.
Lima menit berlalu sentuhan lembut itu membangkitkan hasrat Araela yang benar-benar pasrah ketika kedua tangan pria itu, tidak berhenti bermain-main di bagian inci sampai meninggalkan jejak keunguan tanpa sadar gadis itu mendessah nikmat dibuatnya.
__ADS_1
"Bukankah aku sudah mengatakan hal ini sebelumnya, Nyonya! Tidak peduli kamu belum mencintaiku, tapi aku Rewindra Wiratama tidak akan berhenti untuk mencairkan kebekuan di dalam hatiku. Namun, izinkanlah aku masuk ke dalam kehidupan pribadimu. Bisa?" berbisik dengan suara serak sambil meloloskan pakaian dikenakan oleh sang istri, dan juga pakaiannya sendiri sehingga kedua insan itu pun dalam keadaan polos tanpa sehelai apa pun yang menempel di tubuh mereka.
Bahkan diam-diam raut wajah gadis itu menyembulkan semburat merona di kedua pipi, dan hal tersebut membuat Rewindra tersenyum puas ketika akhirnya pria itu bisa melihat sisi lain di dalam diri istrinya tercinta.
"Kamu benar-benar unik dan sangat begitu menggemaskan di hadapanku, dan sekali lagi maafkan suami untuk meminta izin kembali atas tubuhmu."
Tanpa menunggu balasan dari sang istri, dengan napasnya yang memburu pria itu pun kembali menikmati kedua gundukan, sampai membuat istrinya mendessah nikmat karena tingkah lakunya yang tidak berhenti begitu saja.
"Pelan-pelan! Tidak ada yang mau merebutnya darimu," sahut gadis itu yang tidak berhenti mendessah, karena sentuhan lembut yang dilakukan oleh sang suami.
Sentuhan demi sentuhan yang dilakukan oleh pria itu semakin menurun, sampai membuat Araela dibuat melayang terbang tinggi ke awan. "Oh, yes! Di situ ... sesapilah tubuh ini sesuka hatimu!"
Rewindra tergelak mendengar suara dessahan yang tercampur bersama perkataan dari sang istri yang membuat pria itu, tidak berhenti untuk membangkitkan hasrat dari istrinya dengan terus memberikan sentuhan lembut.
__ADS_1
Dua puluh menit berlalu akhirnya tubuh mungil itu pun tumbang tapi tidak dengan pria itu belum sampai ke tahap selanjutnya, setelah dia berhasil membuat sang istri mengeluarkan sesuatu yang begitu sangat nikmat.
Bahkan saat dia sampai pada intinya, si belalai gajah justru kesulitan masuk ke dalam goa istimewa gadis itu, "Kenapa susah sekali, Nyonya? Bukankah aku baru dua kali memasuki goamu ini?"
Sementara gadis itu terlalu malu untuk menjawab pertanyaan frontal yang terucap dari bibir pria yang mengungkungnya dari atas, sehingga membuatnya terlihat begitu pasrah ketika dia merasakan si belalai gajah berurat dan berotot kesulitan masuk, sampai lima menit berlalu akhirnya Araela merasakan pergerakan dari pinggul yang sedang mengobrak-abrik goa istimewa gadis tersebut.
Tanpa henti dan terjeda tubuh mungil itu pun benar-benar diremukkan sampai suara dessahan saling bersahutan, hingga tidak berselang lama kemudian suara erangan panjang pun kembali bersahutan setelah keduanya mencapai puncak bersama.
"Semoga kamu segera hadir di dalam sini ya," ucap Rewindra setelah dia menyemburkan semua benih ke dalam goa istimewa sang istri, dengan harapan supaya benih itu segera hadir di dalam kehidupan istrinya meskipun rasa trauma itu masih membekas.
Lalu setelah itu dia mencabut kembali si belalai gajah dan meminta istrinya untuk, membersihkan sisa-sisa malam panas mereka sebelum memasukki alam mimpi.
Di dalam kamar mandi Araela menarik sudut bibir yang berkedut tanpa disadari oleh Rewindra. Gadis itu diam-diam tersenyum misteri karena untuk pertama kali setelah luka hati yang tergores. Dia merasa begitu nyaman dengan segala tingkah laku, dari seorang pria yang tidak tahu malu seperti duda casanova tersebut.
__ADS_1