
Begitu banyak hal yang terlewatkan darimu, sejak kau dilahirkan ke dunia ini, untuk menemaniku sepanjang masa, dan pertama kali melihat raut wajah ceriamu, membuat Dady merasa bersalah denganmu. Namun, terpenting saat ini Dady-mu akan selalu mengusahakan, untuk bisa dekat di sisimu, sampai kamu menemukan pendamping hidupmu kelak.
“Apa tak boleh Dady berkenalan dengannya?” sekali lagi Rewindra, ingin mengetahui lebih dalam, rahasia yang saat ini sedang dilakukan oleh putranya.
“Bukankah kau sudah mengenalinya ya, Dad.” Anak lelaki itu pun membalik pertanyaan, membuat Dady-nya kesal.
“Dady-kan ingin mengetahui lebih banyak darimu, Boy. Tak bolehkah?”
“Tidak boleh, Dad. Sana ini sudah hampir siang, bukankah kau seorang pemimpin di kantor.” Tanpa merasa berdosa, anak itu mengusir Dady-nya sendiri dari mansion, karena ia sendiri akan menjalani misi selanjutnya.
Sampai benar-benar memastikan Dady dan kakak cantiknya itu berjodoh, sesuai dengan untaian doa dipanjatkan darinya.
“Kenapa kamu jadi galak begini, Boy,” protesnya dengan berdecak kesal.
“Tugasmu ‘kan memang seperti itu, Dad. Setiap pagi pergi ke kantor, hanya untuk menghindari tatapanku.” Sindiran dari sang putra, mendadak tubuh Rewindra menjadi lemas.
Ucapan dari putranya sendiri mengatakan bahwa ia memang seperti itu adanya. “Boy, Dad —”
“Tak perlu meminta maaf denganku, dan selama Dady masih menyadari kehadiranku disini, aku tak akan mempermasalahkan hal itu. Meskipun hatiku masih belum bisa memaafkan sikapmu.”
Merasakan keberadaan masih belum bisa membuat sang putra memaafkannya, dengan terpaksa ia pergi meninggalkan ke ruangan kerja, karena sesuai dengan janjinya untuk mengakrabkan diri dengan Rolando. “Kamu mau ikut ke ruangan kerja Dady tidak, Boy?”
“Tidak, Dad. Ada suatu hal yang ingin ku-urus.”
“Baiklah kalau tidak mau, Dady tak akan memaksamu, tapi bila ingin ditemani bermain. Katakan langsung denganku. Bisa?”
Kedua pria beda generasi membubarkan diri, dengan Rolando yang sedang merencanakan misi selanjutnya, menyatukan tali perjodohan kembali dan sejak lama hal itu telah direncanakan.
*
*
*
“Marahkah kamu denganku, Baby?”
“Marah karena apa? Lagipula tak ada untungnya untukku marah denganmu, Om.”
__ADS_1
“Terima kasih sudah menyayangiku sejauh ini, Baby. Kehadiranmu di dunia ini adalah obat hati yang sekian lama, aku sendiri menahan luka ini.”
“Apakah cintamu untuk mamaku sudah begitu lama?” kenyataan yang telah didengar oleh gadis itu, membuat dirinya terkejut bukan main.
Sebuah hati yang sama-sama terluka, dan bedanya pria matang itu, benar-benar bisa menutup rapat lukanya.
“Sudah sangat lama, Baby. Aku jatuh cinta dengannya, saat pertama kali dia mengucap janji bersama papamu, dan dari sana mau tak mau harus membuatku mundur. Namun, ada satu hal yang membuatku menyesal, karena tidak bisa menyelamatkan. Dari itu terciptalah dirimu, yang sampai sekarang tak pernah sedikit pun dianggap ada.”
“Ceritakan semuanya denganku, Om. Aku mau mendengarkan semua kisah mamaku sendiri.”
“Baiklah semua itu berawal, saat mereka menikah karena dijodohkan, dan pada waktu itu kondisi kakakku telah mempunyai kekasih. Apa kamu tahu siapa yang menjadi cinta pertamanya?”
Mengangguk kepala, dengan sorot mata yang begitu dingin. “Mayang.” Tebakan itu pun, tak bisa membuatnya menahan sesak di dada.
“Yes, Baby. Dialah cinta pertama dari papamu, dan mungkin cerita ini akan membuatmu terkejut, karena sudah sangat lama ingin ku-pendam dengan sendiri. Kalau kamu tidak siap mendengarnya, aku tak akan bercerita.”
“Ceritakan saja, dan jangan pernah membuatku mati penasaran.”
“Aku pertama kali melihat wajah wanita yang mengisi hatiku, sejak dikenalkan dan dijodohkan untuk kakakku sendiri. Namun, semuanya sia-sia ketika aku —”
Kenapa rumah ini terlihat sepi sekali? Dimana kakak ipar dan lagi apa sekarang? Perasaanku mendadak jadi tak karuan begini. Semoga saja kau baik-baik saja kak.
Bola mata pria membulat sempurna, ketika dirinya menerima kenyataan yang menyakitkan, melihat sang kakak memperlakukan wanita dicintainya, dengan cara merenggut paksa kehormatannya.
Tanpa membuang waktu banyak, ia menghampiri kakak ipar, dan hampir menyayat urat nadinya, jika saja dirinya tak mendobrak paksa kamar pribadi, yang di tempati oleh kakak iparnya.
“Oh My God. Apa yang terjadi denganmu, Kak?” hati pria itu terguncang, saat melihat tubuh ramping tak berdaya, dengan menenggelamkan diri di dalam bath-up, dan darah segar mengucur deras melalui pergelangan tangannya.
“Morgan, a —” dunia wanita yang dinikahi oleh Prasetya runtuh, saat dirinya tak kuat menahan luka ditorehkan oleh pria, yang resmi menjadi suaminya.
“No, please bangun, Kak. Jangan melakukan hal gila seperti ini.” Setengah berlari, pria itu menggendong paksa, tubuh ramping yang begitu terlihat kurus.
Tanpa lelah memanggil nama wanita yang dicintai oleh Morgan, dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, sembari tak lupa ia akan membuat perhitungan, dengan pria pengecut seperti kakaknya tersebut.
Menunggu setengah jam kemudian. Saat ini Morgan sedang menghubungi ayah dan ibunya, untuk memberitahukan kabar buruk, tentang kondisi kakak iparnya yang masih terlelap begitu nyenyak, setelah mendapatkan pertolongan pertama.
Lebih menyakitkan kabar buruk didengar langsung oleh dirinya, tentang kondisi kakak iparnya membuat hati Morgan Gayatri Smith, teriris pilu dan membuat pria itu bertekad tak akan membuka hati untuk siapa pun, termasuk berusaha menggantikan posisi wanita yang kini telah bertahta singgah dihatinya.
__ADS_1
Sampai tibalah kedua orang tua yang ditunggu-tunggu oleh Morgan, dengan emosi diubun-ubun pria itu pun, menceritakan kejadian menimpa kakak iparnya, dan membuat sang ibu terkejut mendapati kabar buruk menimpa menantunya.
“Morgan, apa selama ini dia selalu, menceritakan keluhannya denganmu?”
“Aku sendiri baru tahu hal ini, Bu. Sebab, di rumah yang di tempati kalian, sudah lama aku memasang kamera tersembunyi, untuk memantau keadaannya secara tak langsung. Namun, saat aku datang ke rumah itu, terlihat sepi dan begitu aku mengecek dengan kamera yang ada di kamar pribadinya melalui laptop yang tersambung langsung. Aku sangat terkejut dengan tindakan yang dilakukan oleh kakak ipar.”
Baik Gunawan, dan sang istri benar-benar terpukul, saat mendengar penjelasan dari putra bungsunya ini.
“Lalu di mana sekarang kakakmu, Morgan?” sembari menggeram marah, Gunawan menanyakan kabar putra sulungnya, yang sama sekali tak menampakkan diri di rumah sakit, tempat istrinya di rawat.
“Nomor ponsel tak bisa kuhubungi, Yah. Lagipula semua ini juga karena kesalahan putramu sendiri,” jawab Morgan dingin.
“Boy, dia masih istri kakakmu, dan kamu jangan macam-macam dibelakangnya.”
“Ayah. Apa sedang memberi ancaman untukku?” kata pria itu kepada sang ayah.
“Sayang, Ayahmu tak ingin terjadi pertumpahan darah, karena mencintai wanita yang sama.”
Deg —
.
.
.
.
.
Blurb:
Liontin adalah Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Taiwan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Saat mendapatkan cuti pertamanya, Liontin pulang ke Indonesia untuk menerima pinangan dari kekasihnya, Rangga.
Dua minggu menikah, Liontin harus kembali ke Taiwan karena permintaan David (sang majikan). Mau tidak mau dia harus menjalani LDR dengan sang suami. Di tahun pertama pernikahan, semua baik-baik saja. Namun, suatu hari dia mendapati kenyataan pahit bahwa Rangga sudah menikah lagi dengan perempuan lain. Tak lama setelahnya ia diperkosa oleh David.
__ADS_1
Bagaimanakah Liontin melanjutkan kehidupan ketika berada di titik terendahnya? Mampukah dia melalui semua cobaan?