Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Hanya dia yang ingin ku ratukan sebagai putriku


__ADS_3

Dua minggu sebelum acara pertunangan dimulai, selesai mengajak sang sahabat jalan-jalan di suatu tempat kini gadis itu, kembali bertemu dengan seseorang dan beliau meminta Araela membahas perihal pertunangan tersebut.


“Maaf membuat Tante menungguku.” Araela menyapa dan meminta maaf kepada orang tersebut, sebab dia harus memberi alasan yang pasti untuk sang sahabat tercinta.


Mengingat Asyifa seperti tidak bisa melepaskannya begitu saja. Jadi, dia harus menepati janji itu untuk datang menemani ke pesta pertunangan dia sendiri.


“Tidak perlu meminta kepadaku, sayang ... Tante rasa tidak terlalu lama juga menunggumu, sudah pasti kamu begitu sibuk bukan?” Dahlia orang yang ditemui oleh gadis itu merasa senang, bisa bertatap langsung kepada anak dari mendiang sahabatnya Rahmadania.


Wanita baya itu pun kembali mengajukan pertanyaan, yang sejak lama ingin dia ucapkan kepada gadis tersebut. “Bagaimana kabarmu hari ini, sayang? Bolehkah Tante mengenalmu lebih dalam? Sudah begitu sangat lama aku tidak melihat wajah sahabatku, yang ternyata berada di dalam wajahmu ini.”


“Apa aku benar-benar begitu sangat mirip dengan mendiang mamaku, Tante?” sahutnya yang begitu enggan menjawab pertanyaan dari Dahlia.


“Bukan hanya mirip dari segi fisik saja, tapi dari semua yang ada di dalam dirinya pun, kini menyatu satu di dalam dirimu sendiri,” ucap Dahlia dengan mata yang berkaca-kaca.


“Tante rindu dengan mama?” Araela memastikan wanita baya di hadapannya ini, benar-benar begitu sangat mencintai mendiang sang mama, sebagai seorang sahabat yang sangat tulus mencintainya.


“Ya, sayang.”


“Terima kasih atas ketulusan Tante menerima mama.” Gadis itu mengucapkan rasa syukur kepada wanita baya, yang membuat dia menerima perjodohan sejak lama direncanakan.


“Jangan berterima kasih kepadaku, sayang ... maafkan aku yang dulu tidak sempat menolongmu, saat mendapat sebuah fitnah karena aku sangat yakin, kamu tidak akan pernah melakukan hal itu kepada mendiang nenekmu sendiri.”


Alangkah terkejutnya dia mendengarkan sebuah fakta, yang baru saja didengar langsung, “bagaimana Tante bisa mengetahui kejadian dulu?”


Dahlia sudah menduga reaksi dari putri mendiang sahabatnya itu pasti terkejut, mendengar fakta yang membuat dia tidak bisa menolongnya saat dulu.


“Tante tahu semua yang menimpamu, sayang ... detik ini pun Tante masih belum bisa menerima kematian yang menimpa mamamu, Nak ... bahkan papamu menikah lagi di saat sahabatku meregang nyawa pun Tante juga tidak bisa menerimanya.”


“Apa Tante saat itu tahu tentang mama yang begitu rapi menyembunyikan penyakitnya?” tanya gadis itu dengan raut wajah yang begitu datar.


Dahlia mengangguk pelan, bahkan wanita baya itu bisa merasakan amarah yang begitu membara, sebab dia sendiri merasa bersalah karena menyembunyikan tentang mendiang sang sahabat tercinta.


“Apa kamu marah kepadaku, Nak?”


“Tidak ada yang bisa membuatku marah, Tante ... hanya saja aku merasa mengapa mama begitu rapi menyembunyikan hal ini kepada diriku ... sejak aku kecil mama sudah banyak mengalami penderitaan yang begitu menyakitkan.”

__ADS_1


“Mungkin di sana batas kesabaran mendiang Nia habis, Nak ... untuk itulah mengapa dia meninggalkanmu dengan sejuta luka ... bahkan dengan anak yang tak ada hubungan darah papamu pun, Tante sangat mengetahui banyak hal.” Menyahut seraya memberi sebuah fakta baru.


Hal tersebut membuat gadis itu terkejut mendengarnya. “Jadi, Tan ....”


“Seperti yang ingin kamu ucapkan, sayang. Lalu alasan Tante meminta bertemu, selain ingin bertatap muka dan mengobrol. Ada hal lain yang ingin, Tante sampaikan mengenai perjodohanmu dengan putraku.” Kemudian Dahlia pun langsung, mengutarakan tujuannya bertemu dengan gadis tersebut. “Apakah kamu akan menerima perjodohan itu, Nak?”


“Aku memang tidak mencintai putra, Tante. Namun, alasanku menerima perjodohan ini karena pesan dari mamaku sendiri, serta aku hanya menyayangi Rolando sebagai adikku. Dia cucumu bukan, Tan?”


“Ya. Dia cucu satu-satunya milik, Tante. Meskipun di luaran sana banyak gadis yang, berlomba-lomba ingin dijodohkan dengan putra Tante. Namun, aku sendiri hanya mau menjodohkan anak itu dengan dirimu. Sesuai janjiku kepada mendiang Nia yang akan mempersatukan ikatan sahabat menjadi keluarga.”


Ketulusan yang tidak akan pernah dia dapatkan dari orang lain. Selain itu Araela benar-benar menyayangi Rolando sebagai mana mesti, janji dia yang akan menjadi obat pelupur lara hati pada anak lelaki tersebut.


Gadis itu pun teringat dengan sebuah pesta pertunangan yang terjadi kepada atasan, tempat dia bekerja dan dia sendiri sedang memastikan hal itu, untuk memenuhi rasa penasaran yang menyergap relung hatinya. “Lalu acara pertunangan itu apa, Tante? Bukankah itu acara mi ....”


“Loh bukannya kamu sudah mengetahui tentang pesta pertunangan itu, sayang?” tanya Dahlia dengan raut wajah terkejut.


Yang membuat gadis itu menggelengkan kepala, sebab sang kakek tercinta pun tidak memberitahukan tentang kabar pertunangan tersebut. “Kakek tidak memberiku kabar, Tante.”


“Pesta pertunangan itu, tentu saja pesta antara kamu dengan calon suamimu sendiri ... bahkan Tante baru mengetahui dari ayah mertua Tante, tak lain kakek buyut Rolando.”


“Kenapa, sayang?” sela Dahlia yang merasa gemas dengan calon menantunya ini.


“Aku datang ke sana sebagai karyawan biasa, Tante ... jadi, mana mungkin datang sebuah pemilik pesta.”


“Bisa, malah sangat bisa, Sayang! Acara pesta ulang tahun perasahaan kakek buyut Rolando, memang bertepatan langsung dengan acara pertunangan kalian ... apa kamu keberatan?”


“Tidak.” Jawaban bernada tegas, membuat Dahlia merasa lega. Sebab, semua itu juga tak luput dari mendiang mertua yang turut andil dalam perjodohan tersebut.


“Terima kasih atas waktunya ya, sayang. Sampai bertemu dua minggu lagi dengan status yang berbeda.”


Setelah berpamitan dengan calon menantunya, wanita baya itu memutuskan menyudahi pertemuan mereka, bahkan dia sendiri benar-benar sudah tidak sabar menunggu waktu yang dinantikan tiba.


Akan tetapi, dia tidak menyadari pesta pertunangan juga akan menjadi sejarah di mana waktu itu akan berlangsungnya, pengumuman putri mahkota yang akan meneruskan tahta singgasana seseorang.


Karena William sang mertua merahasiakan tentang jati diri cucu menantunya. Benar-benar sebuah boom waktu yang siap meledak kapan saja.

__ADS_1


“Jalan kembali ke mansion ya, Mang!” Setelah mendudukkan diri di kursi belakang, serta tak lupa mengingatkan sopir untuk melajukan mobil ke arah mansion.


Dahlia pun mulai kembali membatin, tentang pertemuannya dengan calon menantu sendiri.


Nia apakah kamu tahu? Wajah dan sifat kalian benar-benar mirip, bahkan aku telah bersumpah akan meratukan putrimu, seperti janji kita dulu dan maafkan aku yang tidak bisa menolong putrimu. Namun, untuk sekarang kau tidak perlu mencemaskannya karena aku akan, mempertaruhkan nyawaku untuk menjaga dan melindungi selalu. Termasuk dari anak sundal itu, sungguh benar-benar gila ingin merebut posisi perjodohan antara anak-anak kita. Aku sendiri tidak sudi mempunyai menantu, seperti wanita licik yang selalu membodohi suami itu Nia.


Tekad wanita baya itu, tidak pernah main-main jika menginginkan sesuatu yang membuat hatinya senang.


Hanya Araela Ayudia Gayatri Smith yang akan diratukan oleh dirinya yang sebagai seorang mertua.


.


.


.


.


.


Napen : Bhebz


Judul : Back To Mantan


Blubr: Kata orang, mantan itu seharusnya dilupakan dan dibuang di tempat yang sewajarnya.


Tapi bagi Hazel Almondo, mantan harus diraih kembali untuk memperbaiki ketidaksempurnaan hubungan dimasa lalu.


Dan Bagi Vanila Granola, kembali ke mantan adalah hal yang sangat luar biasa jika itu bisa terjadi dalam hidupnya. Karena ia bahkan tidak pernah lagi menjadikannya tujuan.


Sakit hati pada sang mantan membuatnya jadi perempuan kuat dan tangguh.


Perempuan itu ingin memulai lembaran baru yang lebih berwarna.


Mampukah mereka merajut kembali kisah yang pernah hancur?

__ADS_1



__ADS_2