
Bahkan ingatan pria senja itu kembali menerawang ke masa kejadian di mana kala itu sang cucu tercinta hampir saja di bawa kembali oleh seseorang yang begitu sangat dikenalnya.
Lebih tepatnya pada saat kejadian menimpa mendiang sang istri yang menyebabkan cucu kesayangan-nya mendapat perundungan karena sebuah fitnahan diucapkan oleh seseorang yang begitu sangat ia benci.
Pada saat itu ia akan membawa sang cucu di sebuah tempat untuk meredakan berita-berita miring menyinggungnya tiba-tiba saja mereka di hadang oleh beberapa mobil yang melintas dari arah berlawanan.
Yang membuat ia bingung dengan orang-orang tersebut mendekat ke arah mobil dengan menyuruhnya keluar dari dalam mobil dan meminta bertemu dengan orang-orang dari mobil lain.
Alangkah terkejutnya ia mengetahui orang-orang yang meminta bertemu ternyata seorang sahabat dari negara lain begitu sudi menemui Gunawan Gayatri Smith.
“Kenapa kau terkejut melihat wajahku, Wan?” ledek seorang pria yang sebaya dengan Gunawan.
__ADS_1
“Sudah lama kita tidak bertatap wajah dan kau telah berhasil menduduki singgasana yang kau impikan dulu … sebagai seorang sahabat aku hanya bisa memberimu selamat atas keberhasilanmu Pangeran Goerge atau kusebut Raja Goerge.” Gunawan menetralkan napas panjangnya ketika mengetahui orang-orang bertemu itu, tak lain sahabatnya sendiri yang telah berganti gelar menjadi seorang raja di negaranya.
“Hei, Wan … kau tak perlu berlebihan seperti itu memanggilku … karena aku masih sama dengan dulu.”
“Begitu, ya.” Membeo lirih yang tak lama kemudian ia teringat sesuatu mengganjal pikirannya. “Ngomong-ngomong ada apa kau menghadang jalanku, Ge?”
Ketika menanyakan hal itu kepada sahabatnya justru dari dalam mobil keluarlah seorang pria muda yang sebaya dengan putra bungsunya Morgan. Namun, pria muda itu terlihat begitu gagah dan tampan dan parasnya hampir sama dengan mendiang sang menantu hanya saja mereka berbeda jenis kelamin.
Tangannya pun begitu bergetar ketika ia menerima sebuah berkas yang disodorkan oleh sang raja dan memintanya membaca berkas-berkas tersebut. “Kau akan tahu setelah membaca berkas-berkas itu di dalamnya.”
Lima belas menit berlalu setelah membaca berkas-berkas tersebut. Gunawan Gayatri Smith dihadapkan sebuah kenyataan yang membuatnya terkejut. Ketika ia mengetahui latar belakang dari mendiang menantunya yang ternyata mempunyai garis darah biru mengalir di tubuhnya.
__ADS_1
Pantas saja begitu banyak yang mengganjal dibenaknya pada saat Gunawan mengenal sikap dan sifat di dalam mendiang sang menantu mengingatkannya kepada sahabat tercinta yang ternyata ….
“Ge, kau dan dia ….
“Ya, Wan … apa yang kau baca dari berkas data itu membuktikan mendiang putriku dan juga cucumu adalah bagian dari keluarga kerajaan. Darah biru mengalir di dalam tubuh mereka … lalu tujuanku datang kemari adalah untuk membawanya kembali ke tempat asalnya. Aku sangat menyayangkan berita-berita yang menyangkut tentangnya.”
“Jadi, kau juga tahu berita hal itu?”
“Tidak ada yang tidak kuketahui, Wan … bahkan penderitaan yang mereka alami aku sudah lebih dulu mengetahui kekejaman yang dilakukan oleh wanita licik itu.” Raja Goerge menggeram marah ketika pria baya itu mendengar laporan dari mata-mata yang ditugaskan.
Bahwa mendiang sang putri dan juga sang cucu mendapat perlakuan tidak adil yang menyebabkan, ia mempunyai dendam amarah di ubun-ubun dan bersumpah akan membawa keadilan untuk wanita yang dicintainya.
__ADS_1