Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Permintaan Aneh


__ADS_3

“Saya ingin meminta maaf, Nona Muda ... gadis yang dicari-cari oleh paman Anda menghilang dari apartemen milik Anda ... bahkan saat saya dan beberapa rekan yang lain mengikutinya kami semua kehilangan jejak gadis itu.”


Laporan dari anak buahnya membuat Araela terkejut mendengar jika Citra, gadis yang dimaksud menghilang dari apartemen tempat tinggalnya sementara.


Pantas saja dia tidak mendapat informasi apa pun tentang kartu hitam yang dipegang oleh Citra karena dirinya merasa bahwa, sang sahabat merasa tidak enakan menerima bantuan atas kekhilafan yang dilakukan oleh bujang lapuk tersebut.


“Kau dan yang lain sudah memastikan apartemenku di sana dalam keadaan kosong?” Bernada dingin Araela melontarkan pertanyaan.


“Sudah saya pastikan dengan teliti, Nona Muda!”


Merasa masalah tersebut bukan ranah pribadinya dengan terpaksa dia menarik semua anak buah yang bertugas untuk mundur dan menugaskan mereka ke tempat lain.


“Aku meminta kalian mundur untuk mengawasi dan memantau seseorang yang menjadi penghalang bujang lapuk itu! Apa kau dan rekanmu sanggup?”


“Baik, Nona Muda ... saya akan melakukan instruksi dari Anda mulai sekarang!”


“Kalian bisa mendatangiku di perusahaan yang dipimpin oleh Millo ... katakan pada bagian resepsionis jika kalian datang atas perintah darinya!”

__ADS_1


Tanpa membalas panggilan dari arah seberang justru dia lebih dulu mematikan sambungan tersebut secara sepihak, dan memikirkan nasib Citra yang lebih memilih menghilang dari kehidupan bujang lapuk tersebut.


Bahkan dia tidak bersemangat dengan kasus yang tengah diselidiki oleh dirinya hingga membuatnya menghentikan kegiatan yang, tengah dilakukan untuk dari ruang rahasia pribadi Prasetya dengan raut wajah pria baya kembali mengernyit heran atas sikapnya.


“Kenapa lagi, Ra? Papa lihat putri kesayanganku sedang tidak baik-baik saja ... apa yang terjadi denganmu?”


“Bisakah tidak mencampuri urusan yang bukan ranahmu, Pa? Tidak menampik setelah memberimu kesempatan, kau jadi lebih cerewet dari sebelumnya! Mau mengambil rasa hatiku yang terlalu dingin untukmu begitu, hm?”


Prasetya tergelak mendengar pernyataan yang terucap dari bibir putri kesayangannya, bahkan pria baya itu tidak tersinggung dengan nada tidak biasa dari gadis tersebut.


“Papa hanya akan seperti ini di hadapanmu, Sayang! Bahkan dengan ommu saja, Papa selalu mendebatkan hal tidak penting ... mengingat dia adalah anak kesayangan kakek dan nenekmu yang selalu dielu-elukan karena kepintarannya ... tapi, Papa sama sekali tidak pernah merasa iri dengan kehidupannya hingga waktu mengubah kami menjadi pria dingin.”


Prasetya mengangguk. “Aku tidak menyesal menarik dan mengubah kehidupannya, demi bisa mempertahankanmu dari sisiku meskipun sangat menyakitkan. Namun, Papa tidak pernah sedikit memikirkan jika skenario yang kubuat ini sampai melahirkan kebencian itu.”


Sepasang ayah — anak itu pun bungkam setelah masing-masing di antara mereka meluapkan perasaan yang mengendap di dada hingga hati gadis itu, mulai meluluh mendengar pernyataan diungkapkan oleh Prasetya tetapi tidak bisa membuatnya memaafkan begitu mudah.


“Papa tidak peduli jika kamu ingin melampiaskan kebencianmu, maka pria baya ini akan menanggung rasa kebencian yang ditanamkan olehku!”

__ADS_1


Gadis itu menggeleng karena dia benar-benar tidak ingin membenci pria yang memberinya luka. “Tidak perlu melakukan hal seperti ini untuk menebus semua kesalahanmu ... cukup lakukan apa yang tidak pernah kau lakukan untuk gadis di hadapanmu ini!”


Hati Prasetya bergetar mendengar nada dingin yang diungkapkan oleh gadis di hadapannya, tanpa merasa segan pria baya itu mendekap erat tubuh mungil yang duduk bersebelahan dengannya.


Menumpahkan rasa kerinduan yang selama ini dipendam sejak dia tidak bisa menggendong putri kesayangannya sendiri. Sayang ... kamu lihat dengan sendiri bukan di sana? Putri kita sudah semakin dewasa dan aku harap bisa menghabiskan masa tuaku, untuk selalu mendampinginya meskipun ada seseorang yang mengikat janji untuk kebahagiaannya ... masa tuaku akan selalu menemani ke mana pun dia pergi, aku akan mengikuti sejauh apa pun kakinya berpijak. Sambil terus mendekap tubuh mungil putri kesayangannya, pria baya hanya mampu menggumam untaian kata melalui batin.


Sampai nada dingin yang terucap dari bibir gadis itu kembali terulang. “Apakah kau mendengarkan semua yang kukatakan ini, Papa?”


“Tentu saja Papa mendengarkan semua yang dikatakan olehmu, tapi bolehkah Papa membuat permintaan untukmu?”


Dahi Araela yang berganti mengernyit heran mendengar nada pertanyaan tertuju untuk dirinya. “Permintaan apa yang diinginkan olehmu, Papa?”


“Tidak perlu takut aku melakukan hal buruk ... tapi, sebaliknya permintaan aneh dari Papamu hanya satu saja!”


“Kalau begitu langsung katakan!”


“Di masa tuaku sekarang ini ... Papa hanya menginginkan untuk menemanimu ke mana pun pergi, melindungi, dan mendampingimu! Apa itu terdengar permintaan berlebihan untukmu, Ra?”

__ADS_1


Araela menggeleng.



__ADS_2