Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Keputusan Menerima


__ADS_3

Rewindra dibuat bingung dengan perkataan yang terucap di bibir istri kecilnya, sehingga pria itu memutuskan untuk memberi hukuman tanpa jeda sebelum pria itu yang mendapat hukuman balik.


Tanpa sadar tingkah laku pria itu membuat kedua orang tuanya berada di luar kamar menggelengkan kepala, sembari menelisik penampilan dari seorang wanita lain yang datang membuat kekacauan di mansion.


“Aku tak bisa memastikan apa yang menjadi permintaanmu, tapi untuk masalah ini kau bisa selesaikan dengan putraku! Jadi, untuk putramu sementara waktu bisa tinggal di apartemen milikku! Apa kau keberatan dengan keputusanku?” Secara tak langsung Pria baya itu benar-benar tak bisa menerima kehadiran seorang wanita yang terhubung dengan putranya. “Di mansion ini tak sekadar menerima tamu yang asal-usulnya tak jelas, jadi aku bukan menerimamu maupun menerima anak lelaki itu sebagai cucuku. Namun, aku masih mempertimbangkan semua keputusanku harus ada menantuku yang turut andil. Bagaimana kau keberatan?”

__ADS_1


Kristal mengangguk setuju sembari menyembunyikan kepala tangan di belakang tubuh Rasya, hingga tak lama kemudian wanita itu pamit undur diri sembari membawa sang putra ke tempat yang dimaksud. “Aku harap kau tak mengingkari janjimu, jika tidak kau akan ....” Belum sempat memberi ancaman, wanita itu langsung menyeret paksa sang putra untuk keluar dari mansion.


Bersamaan dengan itu, Pramana dibuat geram dengan pernyataan dari wanita tak tahu malu yang terang-terangan memasuki kediamannya tanpa izin. “Ini semua karena duda casanova itu, benar-benar bikin orang tua jantungan.” Menggeram marah sembari bersungut-sungut di hadapan, sang istri yang enggan bersuara sejak kedatangan tamu tak diundang. “Kamu kenapa diam saja, Ma?” Tanyaan yang meluncur dari bibirnya membuat Dahlia tersentak dari lamunan.


“Papa tanya apa tadi?”

__ADS_1


“Aku hanya terkejut dengan kejadian ini, untuk kecewa tentu saja sama halnya denganmu! Malahan aku sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh anak itu, tapi ada baiknya kita harus mengikuti kata hati bukan berarti menerima kehadiran anak wanita itu. Aku tak ingin menambah luka hati Rolando, kamu tak melihat sendiri tadi bukan? Dia begitu berani menyeruakan isi hati yang selama ini dipendam bahkan di hadapan tamu-tamu pun tanpa takut membuat pernyataan seperti itu.” Sembari menghela napas panjang, Dahlia menyampaikan isi hati sang cucu dengan di dalam batin wanita itu berkata. 'Apakah perasaan gelisah ini yang dimaksud oleh Ara? Aku tak menyangka dia benar-benar duplikatnya yang sama-sama bisa merasakan kejadian yang akan terjadi, tapi maafkan aku yang tak bisa mengambil keputusan karena bagiku ini terlalu rumit. Aku tak pernah berhenti memberi untaian doa untuk rangkaian kisah antara kamu dan Rewindra yang sedang meraih impian bersama, diujian ini kalian harus benar-benar kuat untuk memperkokoh cinta suci hanya milik kalian sendiri.'


“Pa ....” Tak lama kemudian wanita itu melanjutkan ungkapan yang tertunda. “Kita serahkan semua ini pada mereka, dan biarkan mereka yang mengambil keputusan!”


Pramana bungkam enggan membalas perkataan terucap dari bibir sang istri, hingga tak lama kemudian mereka teringat dengan keadaan sang ayah yang tengah berjuang melawan maut, di rumah sakit sembari memutuskan untuk menemani ayahnya.

__ADS_1


“Kalau begitu kita ke rumah sakit, Ma!” Pramana mengajak sang istri untuk mengalihkan rasa kekecewaan mendalam akibat perbuatan yang dilakukan oleh Rewindra. “Kita biarkan mereka menyelesaikan kekacauan ini.”


Usai berkata demikian, pria baya itu berpapasan dengan salah seorang pelayan di mansion dan menyuruhnya menyampaikan pesan untuk sang putra, bersamaan dengan itu ia melajukan mobil mewah yang sedang dikemudikan menuju rumah sakit.


__ADS_2