Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
DCTCGB


__ADS_3

Tak pernah Morgan bayangkan raut wajah Mayang ketika melihat Bastian muncul di depannya kali ini, dan semua itu ia lakukan demi menjaga dan melindungi sang keponakan tercinta dari segala mara bahaya yang berusaha diciptakan oleh Sonya.


Tentu saja Morgan sendiri juga mengetahui kebencian di dalam diri Sonya. Ketika sang Ayah tercinta lebih menyayangi Arala Cucu kandungnya. Mengingat di dalam tubuh Sonya tak mengalir darah dari Prasetya karena semua itu disembunyikan rapi oleh Mayang sendiri.


Sebab Mayang juga menginginkan anak kandungnya mengenali Prasetya sebagai Ayah kandung dibandingkan mengenalkannya pada Bastian yang telah memberi dan sengaja ia tinggalkan demi bisa bersanding dengan cinta pertamanya sebagai seorang sahabat.


Tak lama kemudian Bastian membuka suara dengan menanyakan tentang perasaannya pada mendiang istri kakak tercinta. “Aku menebak kau melakukan semua hal ini pada putrinya karena sampai sekarang kau masih mencintainya ‘kan? ”


“Tentu saja aku memang masih mencintainya. Apa itu salah menurutmu? Morgan membalik pertanyaan dari Bastian.


“Lalu selain aku sendiri perihal ini. Apa ada orang lain yang mengetahui kau mencintai mendiang iparmu sendiri itu, Gan?” tanya Bastian.


“Sayangnya wanita itu justru mengetahui rahasiaku tapi, dia tak berani membuka mulutnya di depan pria bodoh itu karena aku mengancamnya dengan membuka jati dirimu jika saja berani mengusikku.”


“Sadis sekali, Bung!” ejek Bastian. Namun, Morgan enggan memedulikan ejekan dari sahabatnya itu sendiri.


Tak ada obrolan lagi yang mereka bicarakan. Bastian pun berpamitan pada Morgan yang mana ia akan mempersiapkan diri untuk memberi kejutan pada wanita yang pernah singgah di hatinya.

__ADS_1


“Ya sudah kalau begitu, lebih baik aku pamit ke tempat persembunyianku sambil menyiapkan kejutan dan rencana kita.”


Tanpa membalas Morgan mengangguk setelah ia mendengarkan semua penjelesan dari Bastian yang mana tak lama kemudian markas miliknya itu pun sepi saat ia tal melihat batang hidung sang sahabat tercinta.


Dengan ia sendiri masuk ke dalam ruangan tempat para preman mendapat siksaan karena telah berani mengusik dirinya.


“Apa kalian sudah membereskan sisanya.” Dengan sorot mata yang begitu dingin Morgan Gayatri Smith menanyakan langsung tentang preman-preman yang telah mendapat eksekusi dari orang-orangnya.


“Anda tak perlu cemas, Tuan. Karena saya sudah melakukan perintah, Anda.”


“Kerja bagus!” puji Morgan yang begitu bangga karena orang-orangnya itu tak pernah salah melakukan tugasnya. “Aku akan ke dalam untuk memastikan mereka, dan juga kalian tak perlu cemas, bonus akhir bulan akan aku naikkan karena telah melakukan perintahku tanpa ada kesalahan.”


“Ini-lah akibat ulah Nonamu. Kau dan rekan-rekan harus menanggung sendiri karena kelicikannya, tapi untuk sekarang kalian tak akan pernah bisa keluar dari markas persembunyianku ini.”


Tak mempunyai rasa belas kasihan pada orang yang telah berani mengusiknya. Morgan begitu puas dengan preman-preman yang tak lain orang suruhan Sonya tak akan pernah bisa keluar dengan selamat. Karena sejatinya Morgan begitu membenci kehidupan keponakan tercinta terusik kembali.


***

__ADS_1


Di sebuah pemakamam yang mana siang hari begitu cerah terdapat seorang gadis dengan potongan rambut ala mulet itu sedang berjongkok di depan batu nisa mendiang sang Mama tercinta, sambil tak lupa ia menceritakan segala perasaan yang selama ini selalu terbayang-bayangi.


Tak lupa di samping makam mendiang sang Mama, ia bercerita banyak pada seseorang yang selama ini selalu menjaga dan melindunginya. Semua telah berlalu tapi, rasa bersalah itu terus merasuki pikiran dan hatinya.


Bagaimanapun ia sendiri tak ingin kejadian itu menimpa mendiang sang Nenek tercinta, sampai orang yang tak pernah memedulikannya lebih memercayai bualan dari seorang anak yang tak mengalir darah di dalam tubuhnya.


Bahkan di waktu kejadian itu nama baiknya pun tercemar karena fitnahan yang dilontarkan oleh Sonya yang mengatakan pada semua orang, bahwa ialah yang telah membunuh Nenek kandungnya sendiri. Namun, Gunawan Gayatri Smith sang Kakek tercinta sedikit pun tak pernah memercayai apa yang dilakukan oleh dirinya kala itu.


Sejatinya pembunuhan terhadap mendiang istri Gunawan itu pada dasarnya dilakukan oleh seorang anak yang selama ini tak di akui oleh sepasang suami istri yang terkenal pada masanya.


.


.


.


.

__ADS_1


.



__ADS_2