Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Pertemuan Antara Tiga Sahabat


__ADS_3

"Baiklah aku tidak akan mencampuri urusanmu dengan putriku, Anak Muda! Dan terima kasih, kau mau menikahinya."


"Rahasiakan pernikahan ini dari siapa pun, Om! Aku tidak mau orang lain mengetahui tentang pernikahanku! Putrimu kunikahi supaya dia tidak bisa mengganggunya kembali, seperti yang sudah-sudah dia lakukan pada wanita masa laluku. Apa kau tidak keberatan bukan, Om? Aku menikahi putrimu bukan atas dasar cinta."


"Tidak ada yang bisa menghentikan pernikahan ini terjadi! Aku menyetujui apa yang menjadikanmu sebuah alasan meminta Izinku atas hak Sonya sepenuhnya sekarang milikmu!"


Setelah bertemu dengan pemuda itu. Bastian memutuskan untuk menunggu kedatangan dua orang sahabat yang mengajaknya bertemu, bahkan pria baya itu terkejut melihat kedua sahabatnya sedang berdebat dan membuat dia melongo tidak percaya dengan segala tingkah laku dari kedua pria yang tidak berhenti berdebat.


"Sepertinya dunia kalian asyik sekali!" ejek Bastian sambil menyindir yang membuat, kedua orang itu menghentikan perdebatan keduanya.


"Jangan sembarangan, Bas! Bisa-bisa aku dihukum sama permaisuriku," sahut Pangeran Devander dongkol. "Aku hanya heran denganmu, Bas! Mengapa kau bisa mengenalnya?"


"Oh yang kau maksud mengenal dia?" Bastian membalik pertanyaan sambil menunjuk, ke arah Morgan yang sedari tadi diam menyimak.

__ADS_1


Pangeran Devander mengangguk, "cepat katakan! Jangan buat aku penasaran!"


"Tentu saja si Bas-bas adalah sahabatku! Karena kami dulu satu kampus dengan jurusan yang sama! Lalu kau sendiri bagaimana bisa mengenalnya?" sahut Morgan dingin.


"Hei, aku tidak bertanya dengan bujang lapuk sepertimu! Aku sedang mengobrol dengannya. Kenapa kau selalu ikut campur urusan orang, hah?" sewot Pangeran Devander.


Membuat kedua yang mendengarnya tertawa terbahak-bahak, dan tidak berselang lama kemudian dia pun ikut tertawa sampai membuat Bastian, menghentikan tawa yang meledak dan setelah itu dirinya membahas perihal pertemuan mereka.


"Jadi, untuk apa kalian meminta bertemu denganku? Tidak tahukah kalian ... aku sibuk dengan urusan putriku!" tanya Bastian yang memulai membuka suara.


"Bisakah kalian serius dengan pertemuan ini?"


Mendapat teguran dari Devander membuat Morgan maupun Bastian tidak lagi berdebat, dan ketiga pria baya itu membahas sesuatu yang menyangkut tentang putri kandung Bastian sendiri.

__ADS_1


"Apa kau benar-benar memastikan dengan sendiri. Bahwa putrimu dengan akan mengganggu kehidupan bayi mungilku?" tanya Morgan sambil menyesap minuman kesukaannya.


"Tenanglah, Bro ... anak itu tidak akan mengganggu kehidupan pribadi keponakanmu! Karena aku benar-benar membuat janji dengannya, untuk membuktikan bahwa Sonya tidak akan ku' biarkan menyentuhnya kembali. Bukankah keponakanmu itu adalah calon Ratu yang akan menggantikan posisi ayahmu, Van?"


"Ya! Itu pun kalau dia sudah siap mengambil keputusan yang diambil." Pangeran Devander menyahut dengan menjawab pertanyaan dari Bastian.


"Apa itu tidak terlalu cepat untuknya? Bahkan dia belum menyelesaikan kuliah yang sedang dituntun," ucap Morgan sambil bertanya.


"Keadaan di sana sedang tidak baik-baik saja! Aku tidak bisa berlama-lama, mempertahankan tahta singgasana milik ayah! Bahkan beberapa para pemberontak telah melakukan konspirasi besar-besaran dan untuk itulah mengapa ayah begitu gigih, ingin memperjuangkan dan mempertahankan tahta singgasana yang nantinya akan menjadi milik dia!"


"Jadi, intinya adalah kerajaan itu akan dipimpin oleh keponakan kalian?" sahut Bastian sambil bertanya.


Morgan dan juga Pangeran Devander kompak menganggukkan kepala, dengan bertanya balik secara bersamaan, "kau harus benar-benar memastikan putrimu itu, Bas!"

__ADS_1


"Apa yang kalian takutkan dari anak nakal itu, hah?"



__ADS_2