Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
DCTCGB


__ADS_3

Begitu panggilan itu dimatikan secara sepihak dari arah seberang di sebuah kamar pribadi Morgan Gayatri Smith menggeram dengan gigi gemeretak gemuruh saat mendengar laporan dari mata-mata yang ditugaskan itu. Bahwa ada seseorang yang berniat ingin menculik keponakannya tercinta, dan ia dapat menebak orang tersebut adalah orang yang begitu sangat membenci sang keponakan karena selalu berhasil merebut perhatian orang-orang di sekitarnya.


Ayah inilah yang ku takutkan belum apa-apa Cucu kesayanganmu kembali diincar, dan aku sangat tahu siapa yang telah berusaha mengincar Ara. Bahkan sejak dulu sampai sekarang tak ada ubahnya dia selalu mengincar Cucumu itu. Ini semua gara-gara kau yang tak pernah menyayanginya tapi justru kau lebih menyayangi dia yang bukan ....


Tak ada seorang pun yang mengetahui bahwa sejatinya Morgan Gayatri Smith menyimpan sebuah rahasia besar yang hanya dia mengetahui hal tersebut.


Mengusap kasar wajahnya Morgan mengambil kembali ponsel miliknya, dan jemari mengetik sebuah nomor ponsel yang hanya diketahui oleh dirinya.


Panggilan itu pun tersambung yang terdengar nada berat dari arah seberang, tanpa menyapa Morgan justru menanyakan kapan orang itu akan muncul setelah sekian lama tak berjumpa. “Kapan kau muncul di hadapannya?”


“Apa seperti itu caramu menyapaku, Ga?” Nada dingin di seberang telepon tak membuat nyali Morgan menciut.


“Dia semakin meresahkan! Kau tahu aku baru mendapat laporan dari mata-mata yang ku tugaskan memantau keponakan kesayanganku tercinta, dan Putrimu itu berencana menculiknya!” tanpa meragu Morgan pun menjelaskan perihal penculik yang dilakukan oleh Sonya.


Selama ini dirinya enggan memedulikan perilaku dari Sonya karena sang Kakak tercinta begitu sangat menyayangi dan mencintai seorang anak yang tak mengalir darah di dalam tubuhnya.


Akan tetapi lamunan Morgan buyar ketika suara dari arah seberang menanyakan suatu hal tentang pribadinya. “Apa ibunya tak pernah mengatakan sesuatu yang menyangkut tentang diriku?”


“Kau pikir wanita itu mau membuka mulutnya? Semenjak keponakanku difitnah oleh Putrimu wanita yang pernah kau nikmati tubuhnya, dia sama sekali enggan membuka jati diri tentang Ayah kandungnya. Lalu salahkah aku bertanya kapan kau akan muncul di hadapannya?” jawab Morgan dingin seraya balik bertanya.


“Jadi dia masih merahasikan tentang jati diriku, ya! Ya, sudah kau tenang saja besok siang aku akan berangkat ke sana. Sekalian melihat keadaan markas persembunyianku.”


Mendengar hal itu Morgan menyeringai misterius karena kartu AS yang saat ini di tangannya pun telah mempersiapkan diri untuk memunculkan dirinya di hadapan wanita yang telah melahirkan Sonya. “Oke, aku tunggu kedatanganmu, dan ingat jangan sampai ada yang mengetahui perihal tentangmu!”

__ADS_1


Morgan kemudian mematikan panggilannya yang tak lupa ia kembali menyeringai. Secara orang yang dihubungi oleh dirinya itu pun akan muncul di hadapan wanita tersebut. Karena dia ingin melihat reaksi dari wanita telah melahirkan seorang anak yang lebih berbahaya dibanding dengan wanita sendiri.


***


Mobil yang di tumpangi oleh Pramana dan juga Rolando telah tiba di sebuah mansion megah milik seorang pria sepuh yang merupakan sahabat dari Gunawan Gayatri Smith, dan kedatangannya pun di sambut langsung oleh pelayan pribadi yang telah lama bekerja dengannya.


“Selamat datang, Tuan,” sapa salah satu dari pelayan di mansion yang seusia dengan Ayahnya.


“Di mana, Ayahku?” Tanpa berbasa-basi Pramana langsung mengatakan langsung tujuannya datang ke mansion.


“Beliau ada di ruangan baca, Tuan. Apa Anda perlu saya antar?” jawab pelayan sembari menawarkan diri.


Akan tetapi Pramana menolak tawaran dari pelayan tersebut yang tak lupa ia menyuruh sang Cucu untuk beristirahat di kamar pribadinya. “Tak perlu, lebih baik antarkan saja dia ke kamar pribadinya!”


“Baik, Tuan!”


Di sinilah Pramana yang telah masuk di dalam ruangan tempat biasa sang Ayah melakukan hobinya yang tak lama kemudian dia pun memanggil dan menanyakan perihal perjodohan itu.


“Ayah,” panggil Pramana yang membuat pria sepuh itu pun menghentikan hobinya.


Raut wajah tua yang dipenuhi keriput tak membuat pria sepuh terlihat tua dari usianya, di usianya yang senja dia semakin menjaga pola hidup agar janjinya dengan mendiang sang sahabat bisa diwujudkan oleh Cucunya tercinta Rewindra Wiratama.


“Masih ingat dengan mansion ini, heh!” Ejekan itu pria sepuh tujukan untuk Pramana yang tak pernah lagi datang ke mansion pribadinya.

__ADS_1


Pramana berdecak kesal Ayahnya itu pun tak menggubris panggilan darinya tapi justru mengejek karena ia tak pernah mengunjungi sang Ayah tercinta.


.


.


.


.


.


Assalamua'laikum wr wb.


Dengan segala kerendahan hati, Kami sekeluarga mengaturkan : 


*Selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H.*  


*ﺗَﻘَﺒَّﻞَ ﺍﻟﻠّﻪُ ﻣِﻨَّﺎ ﻭَ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺻِﻴَﻤَﻨَﺎ ﻭَ ﺻِﻴَﻤَﻜُﻢْ ﻛُﻞُّ ﻋَﺎﻡٍ ﻭَ ﺃَﻧْﺘُﻢْ ﺑِﺨَﻴْﺮ  *Taqabalallahu minna wa minkum shiyamana wa siyamakum, kullu 'aamin wa antum bi khair*..* 


*Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir & Batin* 


Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.  آمــــــــــــــين.

__ADS_1


وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ


Puput Purwanti Othor si tomboi


__ADS_2