Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Memulai Penyelidikkan


__ADS_3

“Fokuslah menyetir! Untuk apa bibir bekasanmu manyun seperti ini, ha! Sikapmu seperti Rolando yang gampang merajuk jika tidak dibelikan permen.”


Rewindra yang tercengang mendengar penuturan terucap dari bibir sang istri bahkan gadis itu sangat berani melontarkan cibiran hingga membuat pria itu tidak lagi mengajak istrinya mengobrol.


Dia menyadari pertanyaan tersebut bukanlah ranah pribadinya dengan membiarkan sang istri sendirilah yang mengambil keputusan untuk ke depannya nanti.


Mobil yang dikendarai oleh pria itu sampai di mansion kedua orang tuanya dengan Rolando tengah tertidur pulas di kamar pribadinya sendiri.


Gadis itu mengayunkan langkah kaki di arahkan kamar pribadi Rolando yang tidak jauh dari kamar milik duda casanova tersebut.


Seperti biasa gadis itu membangunkan sang putra dengan kemampuan yang biasa digunakan oleh dia, hingga tidak berselang lama kemudian anak lelaki tersebut mulai terbangun dari alam mimpi.


“Mama ....” Satu kata panggilan yang ditujukan untuk dirinya dengan dia memerintahkan sang putra mencuci muka, sebelum gadis itu keluar dari kamar pribadi milik putra-nya bersama anak lelaki tersebut.


“Aku pikir Mama tidak akan menjemputku pulang ke rumahmu,” sahut Rolando dengan netra matanya mengarah pada mama-nya tengah merapikan tempat tidur. “Lalu ada di mana Daddy, Ma?”


“Apakah kamu melupakan sesuatu yang pernah Mama katakan sebelumnya, hm,” jawab gadis itu tanpa menoleh ke belakang. “Daddymu ada di kamar sebelah ... mau menemuinya sekarang? Apa kamu juga sudah sarapan, Sayang?” Sedikit mendongak kepala ke atas karena tubuh mungilnya tidak seimbang dengan tinggi milik putra-nya.

__ADS_1


“Aku akan langsung sarapan saja kalau begitu, Ma!” tukas anak lelaki itu yang terlihat enggan membahas tentang daddy-nya sendiri. “Lalu kamu sendiri sudah sarapan, Mama?”


Sarapan dimaksud oleh gadis itu justru lain tidak seperti yang akan dilakukan anak lelaki itu bahkan tiba-tiba saja dia sedikit, membayangkan tubuh mungilnya di bawah kungkungan sang suami sampai membuat Ara mengumpat geram.


Bisa-bisanya gadis barbar seperti dia membayangkan sesuatu yang sangat menggelikan sampai, membuat anak lelaki di hadapannya mengernyit dahi karena heran dengan sikapnya.


“Mama, kenapa?”


“Sssstttt! Rahasiakan hal ini pada daddy-mu, ya. Bisa?”


“Tapi, kenapa aku tidak boleh mengatakan wajah merahmu pada daddy, Mama?”


“Lebih baik kamu segera sarapan, ya ... di sana oma — opamu sudah menunggu dan biarkan Mama ada di sini untuk melakukan sesuatu ... apakah tidak keberatan laptopmu Mama pinjam sebentar?”


“Apa Mama bisa memakainya? Bahkan itu sudah lama tidak bisa kupakai karena terkena virus mematikan, sampai-sampai aku harus kehilangan sesuatu yang sangat berharga untukku.”


“Serahkan saja pada Mama!”

__ADS_1


Setelah itu usai mendapat izin dari putra-nya untuk meminjam laptop yang akan dipakai menyelidiki tentang kerajaan tempat Raja George memimpin, dengan jemari-jemari itu menari di atas keyboard sehabis dia memperbaikinya dari virus mematikan yang dimaksud oleh Rolando.


Sementara dari luar kamar pribadinya saat ini Rolando mendaratkan bokong di atas kursi, dengan omanya yang menanyakan keberadaan sang mama tercinta.


“Jadi, mamamu sedang memperbaiki laptop yang sudah lama tidak terpakai itu?”


Anak lelaki itu mengangguk. “Aku bahkan heran dengannya, Oma ... bagaimana mama bisa mengetahui aku mempunyai laptop di kamarku?”


Dahlia menggeleng karena dia sendiri masih belum terlalu mengenal dekat tentang menantunya, bahkan wanita itu percaya jika gadis itu benar-benar tidak terlihat sesederhana yang dikira.


Oleh karena itu, dia tidak akan terlalu mencampuri apa pun tentang menantunya. Terkecuali tentang luka lara diciptakan oleh Prasetya membuat wanita itu semakin meradang, hingga Dahlia masih belum bisa memaafkan perbuatan yang dilakukan oleh pria tersebut.


Menganggap sebagai besan pun tidak sudi bagi wanita tersebut jika bukan karena perjodohan itu, dia benar-benar tidak akan menganggap pria memberi menantunya luka lara berada dalam jarak jangkauan dekat.


“Lalu kamu tidak ingin menemui daddymu, Sayang?”


__ADS_1


__ADS_2