
“Mengapa kau membuatnya kecewa?” Pertanyaan yang diucapkan oleh Pangeran Devander, membuat Morgan mendelik kesal dengan tingkah laku dari pangeran itu sendiri.
“Astaga pertanyaan yang kau ajukan sama sekali tak bermutu,” sahut Morgan dengan raut wajah yang sama sekali tidak takut, menghadapi kemarahan di dalam diri pangeran tersebut.
“Kau!”
Pertengkaran kedua pria baya itu menarik perhatian sang permaisuri yang sedari tadi, diam menyimak sembari memijit keningnya yang tiba-tiba berdenyut. “Kalian berdua bisa diam tidak? Aku heran sudah tua, masih saja bertengkar tak ada gunanya seperti ini.
“Sa … yang ….”
“Sepertinya hukuman dariku masih belum membuatmu jera, Mas.”
Pangeran Devander menggeleng kepala. Sebab, hukuman yang dijalankan oleh pria itu. Membuat sang pangeran tak berkutik ketika, istrinya menyinggung hukuman tersebut.
“Ma … af!”
“Bisamu cuman meminta maaf saja! Apa tidak malu kalian bertengkar karena hal sepele, hah?”
Kedua pria baya itu pun benar-benar tidak bisa berbuat banyak, pada saat sang permaisuri mencemarahi mereka.
Kemudian wanita baya itu menanyakan kabar sang keponakan kepada pria yang selalu bertengkar, dengan suaminya tanpa menghiraukan tatapan raut wajah melas pangeran itu sendiri.
“Jadi, dia masih belum bisa ditemui? Padahal aku begitu sangat ingin bertemu dengannya.”
“Bersabarlah sebentar lagi kau akan bertemu dan juga maafkan aku, yang sampai sekarang aku belum mengatakan perihal apa pun mengenai jati diri bayi mungilku.”
Pertemuan antara kedua keluarga itu pun berjalan dengan lancar, tanpa ada sebuah berita media yang selalu menggemparkan khalayak ramai. Namun, sejak pertemuan itu mereka telah sepakat tak akan memberi celah apa pun karena pertunangan tersebut, telah menjadi kesepakatan yang tak mungkin bisa diganggu gugat oleh siapa pun.
*
__ADS_1
*
*
Lain halnya yang dilakukan oleh Bastian, setelah selesai membereskan berkas-berkas yang telah ditandangi, saat ini pria baya itu sedang duduk berseberangan dengan seorang pria muda, tak lain pria itu merupakan kekasih dari putri kandungnya.
Untuk mengulik informasi sedikit mengenai hubungan mereka ditambah, putrinya tersebut memainkan perasaan pria yang telah memberinya cinta.
“Sudah lamakah kau berhubungan dengannya?”
“Apakah kita sebelumnya saling mengenal, Om?” sahut pria muda yang sedang membalikkan pertanyaan.
“Apakah aku harus mengenalkan diriku di hadapanmu? Mengingat aku ingin memastikan kau adalah pria mencintainya atau tidak?”
Tak ingin kalah dari pria muda itu, Bastian begitu terang-terangan menyudutkan sang kekasih dari Sonya, serta ingin menyadarkan bahwa putrinya ini tidak harus memainkan perasaan kekasih sendiri.
Bastian pun terkejut mendengar kenyataan yang begitu sangat menyakitkan. “Jadi ….
“Seperti yang kau pikirkan, Om … hidupku selalu dihantui rasa bersalah. Terlepas dari semua itu, aku hanya menerima Sonya, sebagai penutup hati yang terluka. Oleh karena itu dia tidak akan pernah menjadi seseorang yang selama ini ingin kuʼ ratukan.”
Selesai bercerita dengan pria baya di hadapannya, entah mengapa hati Samuel Rajendra Nasution sedikit lega bisa mengutarakan rasa luka, yang selama ini menjadi bayang-bayang pria muda tersebut.
“Setelah mendengar kisahku … apakah kau akan mengatakan tentangmu? Bahkan aku merasa kau ada hubungannya dengan Sonya, atau jangan-jangan dugaanku kau adalah ….
“Kau benar aku adalah ayah kandungnya, tapi maaf untuk membagi kisah kapan-kapan saja. Sekarang ini aku membutuhkan bantuan darimu dan bisakah kau mengabulkannya?”
Samuel mengangguk dan tak lama kemudian mereka pun lebih banyak berdiam membisu, sampai pertemuan antara Bastian dengan kekasih putrinya membawa hasil memuaskan.
Sebab dari obrolannya dengan pria muda tersebut bisa mengantarkan Bastian menggagalkan, rencana sang putri yang begitu kukuh ingin merebut posisi perjodohan itu.
__ADS_1
Meskipun kau putri kandungku sendiri, aku tetap tidak akan mengabulkan sebuah keinginanmu yang tidak masuk akal, kau juga harus menerima hukuman dariku karena telah menjadi seorang wanita yang begitu liar.
.
.
.
.
.
Dendam Cinta
Author: Lena Laiha
Shena Aulia Raina, seorang istri yang diceraikan oleh suaminya setelah seluruh harta kekayaan dikuasai oleh sang suami. Shena bersama putri satu-satunya diusir dari rumahnya sendiri.
Shena mencoba untuk ikhlas, namun karena Devan tidak membiayai pengobatan putrinya yang sakit, akhirnya putrinya meninggal dunia.
Shena yang sudah mengikhlaskan semuanya berubah menjadi benci dan ingin membalas dendam kepada Devan atas perlakuan Devan terhadapnya.
Shena mulai merubah penampilannya dan berusaha memikat Devan agar tertarik lagi kepadanya.
Apakah Shena akan berhasil membalas dendam?
Ataukah Shena berubah menjadi jatuh cinta lagi kepada Devan setelah berhasil mendapatkan Devan kembali?
__ADS_1