Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Duda casanova terjerat cinta gadis bar-bar


__ADS_3

Hal tersebut membuat Rewindra menelan ludah kasar, ketika mendengar nada sarat ancaman ditujukan untuk si belalai gajah, “jangan dong, Ma ... nanti aku tak bisa membuatkanmu cucu.”


“Win ....” memanggil nama sang putra, sembari mendelik tajam karena putranya ini, benar-benar seorang duda casanova yang begitu sangat mesum. “bicara seperti itu lagi didepan Mamamu, bersiaplah kehilangan kepala belalai gajahmu itu.”


Kemudian mamanya pun teringat dengan sesuatu, dan dugaannya mengarah pada seseorang yang akan ia pertanyaan pada putranya, “bukannya semalam gadis itu menginap di kamar Ando, Win? Pasti kamu melakukan sesuatu dengannya bukan?”


“Jangan mikir aneh-aneh deh, Ma ... biarpun aku duda casanova, bukan berarti aku merusak gadis yang dijodohkan denganku, justru putramu ini sudah terjerat cinta dari gadis bar-bar itu.”


“Jadi, Win –”


“Ya, Ma. Bukankah dia gadis, yang akan dijodohkan, dengan putramu ini bukan, Ma?” Rewindra memotong sambil menanyakan hal itu kepada ibunda ratu.


Dahlia mengangguk senang, tapi bagaimana bisa putranya menerima perjodohan ini? Bahkan wanita paruh baya itu, sama sekali tak pernah sedikit melihat raut wajah antusias dari sang putra, ketika mendengar perjodohan yang diperuntukkan untuk dirinya.


“Bagaimana kamu bisa tahu, bahwa dialah yang dijodohkan denganmu?” Dahlia justru balik bertanya. “Dan juga darimana kamu mengetahui, bahwa dia sedikit berbeda dari, semua wanita yang naik ke ranjangmu itu, Win?”


“Tentu saja aku sangat mengetahui hal itu, dari semua sikapnya kepada cucumu, Ma ... itulah mengapa aku menganggapnya berbeda dari mereka.”


Dahlia yang mendengar perkataan dilontarkan oleh sang putra, membuat wanita paruh baya itu merasa puas, perjodohan yang dilakukan oleh dirinya bersama mendiang sang sahabat, sama sekali tak pernah sedikit pun merasa sia-sia, dengan perjuangan kedua wanita tersebut.


Berdamailah tenang wahai sahabatku ....


Perjuangan apa yang kita impinkan, akan segera diwujudkan dan aku begitu sangat yakin, mereka akan dipersatukan oleh garis takdir yang telah menjadi jodohnya.


“Apa kamu benar-benar tak melakukan sesuatu dengannya, Win?” Dahlia memastikan bahwa tak melakukan sesuatu, yang berhubungan dengan gadis itu.


“Please, Ma. Putramu ini sama sekali tak melakukan hal apa pun, tapi aku tak bisa berjanji jika nanti bertemu dengannya kembali.”

__ADS_1


Setelah mengatakan hal tersebut, tak lupa dengan setengah berlari, duda dengan julukan casanova itu pun, meninggalkan sang mama yang sedang berteriak memanggil namanya.


Lalu tak lama kemudian dengan mengendarai Buggati La Voiture Noire miliknya, pria itu mengarahkan kemudi menuju tempat yang akan didatangi oleh dirinya.


Membutuhkan waktu sekitar lima menit kemudian, sampai dirinya di tempat warung makan yang berada di pinggir jalan, dan dikarenakan mobil mewahnya yang begitu mencolok, membuat pengunjung di warung tersebut tercengang dengan sebuah mobil mewah, dan berada di pinggir jalanan sedikit renggang.


Bahkan yang membuat pria terkejut kedatangannya di warung makan tersebut, menarik kedua sudut bibir yang membentuk senyum simpul, dikarenakan ada seorang gadis yang menarik perhatiannya, dan gadis tersebut ialah Araela Ayudia Gayatri Smith begitu tenang menikmati makanannya.


Tak kusangka diriku akan bertemu dengan disini, tapi mengapa aku tak melihatmu makan di tempat restoran? Kau benar-benar gadis sedikit berbeda, dari para wanita yang hanya bisa naik ke ranjangku, dan setidaknya tanda keunguan kutempelkan saat kau berada di mansionku semalaman, menandakan apa yang ada didalam dirimu adalah milik putraku, serta akan kupastikan kau akan bertekuk lutut dihadapanku.


Setelah membayar nasi bebek yang dipesan, pria itu pun hanya bisa menatap gadisnya, dari jarak yang tak jauh dengan tempatnya duduk, sambil menikmati makan malamnya dengan seporsi nasi bebek, Rewindra terus mengarahkan pandangannya kepada gadis tersebut.


Suara bising malam-malam pun terdengar begitu jelas, ketika dirinya menikmati makan malamnya, dan lebih mengejutkan lagi saat pria itu melihat gadisnya memesankan makanan, ditujukan untuk seorang pengamen jalanan yang sedang menyanyikan sebuah lagu, hal tersebut membuat seorang Rewindra Wiratama begitu kagum dengan sikap ditunjukkan oleh gadis tersebut.


Sekitar lima belas menit berlalu, dirinya yang baru saja menyelesaikan makannya, terkejut ketika melihat gadis itu akan beranjak dari warung ini, tanpa menghiraukan dari si pemilik yang sedang berteriak, hanya untuk mengembalikan uang kembalian dan malah menyuruh si pemilik itu mengambil kembaliannya.


Tak lama kemudian dirinya terburu-buru menyusul Araela yang sedang menunggu kedatangan taksi, dan kesempatan itu dipergunakan untuk mendekat dan menawarkan bantuan, dengan mengantarkan gadis itu pulang ke rumah.


“Ck, ck ... apa Anda jadi penguntit, Pak?” Araela terkejut dengan kemunculan duda kurang belalaian ini, dan gadis itu berpikir mengapa dirinya selalu bertemu dengannya?


“Aku tidak mengikuti gadis sepertimu, dan kebetulan saja aku mampir kesini, untuk menikmati makan malamku di warung itu.” Pria itu pun mengelak dengan mengatakan bahwa ia bukanlah penguntit, tapi sejatinya langkah kakinya yang tiba-tiba memasuki warung makan tersebut.


Karena terlalu menunggu lama, dan tak ada satu pun taksi yang lewat didepannya, sedangkan pria itu terus menatapnya dengan raut wajah sulit diartikan.


Sehingga membuatnya menawarkan diri, untuk mengajak gadis tersebut masuk ke dalam mobilnya. “taksi jam segini tidak akan ada yang lewat, apalagi gadis sepertimu menjadi rawan kejahatan, ayo aku akan mengantarmu pulang ke rumah.”


“Tak perlu, dan terima kasih atas tawaran, Anda,” tolaknya dengan halus, dikarenakan dirinya tak ingin merepotkan orang lain.

__ADS_1


“Aku tak ingin putraku menangismu, dan kau tahu sendiri bukan, dia pasti tak ingin terjadi sesuatu denganmu.” Begitu menyebut nama putranya, pria itu begitu yakin jika gadis itu, tak akan menolak tawaran yang darinya.


Araela tanpa membuang waktu banyak, gadis itu masuk ke dalam mobil, yang dikendarai oleh duda casanova, dikarenakan sang duda menyebut nama adik lelakinya, dan anak dari atasannya bekerja.


Bersamaan itu mobil tersebut meninggalkan tempatnya menunggu taksi, sembari menanyakan kembali tentang gadis itu dengan putranya. “Bagaimana kau bisa mengenal dekat dengan putraku? Karena jujur selama ini, dia tak pernah mau didekati wanita yang bersamaku, tapi berbeda saat bersamamu justru sebaliknya, Rolando selalu antusias ketika membahasmu didepanku yang sebagai papanya.”


“Apa bedanya denganmu? Kau yang memutuskan menikahi mendiang istrimu, sampai memberikanmu titipan anak, tapi justru kau tak mau melihat keberadaannya, dan lagipula untuk apa dia lahir ke dunia? Jika saja papanya tak mau mencurahkan kasih sayangnya, dikarenakan terlalu terpaku dengan kematian ibu dari anakmu itu?”


Deg


Rewindra yang tengah memegang setir kemudi itu pun, mengeratkan genggaman setelah pria itu merasa de javu, dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh gadis tersebut. Sia!


.


.


.


.


.



Namaku Husna Almaida, yang lebih akrabnya di panggil Alma. Menjadi seorang Ibu adalah impian setiap para wanita, tapi bagaimana jika Allah belum berkehendak untuk itu semua??


Aku menikah dengan seorang Manager, dan di dalam pernikahan kami yang sudah berjalan dua tahun, aku belum kunjung hamil hingga suamiku memilih berselingkuh demi mempunyai keturunan.

__ADS_1


Hati wanita mana yang tidak sakit, saat melihat suami sendiri bercinta dengan wanita lain di ranjang yang biasa aku gunakan saat melakukan hubungan dengan suamiku. Akankah aku bisa memaafkan suamiku atas segala kesalahannya? Atau aku lebih memilih bercerai dan hidup menjanda?


Simak kelanjutannya berikut !!!


__ADS_2