Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Mimpi yang begitu nyata


__ADS_3

Tanpa sadar gadis itu, terlelap dengan tubuh yang masih penuh peluh keringat dan dirinya benar-benar membiarkan bau tersebut melekat begitu kuat karena dia sangat kelelahan.


Tiba-tiba saja dia terbangun di suatu tempat yang begitu sangat sejuk dan membuat gadis itu bingung dibuatnya karena ini kedua kali dirinya berada di tempat asing.


Sebuah suara yang begitu dia rindukan terdengar begitu lembut dan indah, membuat gadis potongan mullet membalikkan tubuh kecilnya untuk memastikan seseorang memanggilnya.


Sebuah senyuman manis yang juga dirundikan gadis itu, tergugu karena pandangan matanya tak lepas dari seseorang yang telah memberikan kehidupan di dunia.


“Apakah ini mimpi?” Araela tengah berusaha memastikan penglihatan di depan mata.


“Tidak ingin memeluk Mama, Sayang?” Wanita cantik itu tergelak lucu, mendengar ucapan dari putrinya ini.


“Ini benar-benar engkau, Ma?”


“Kalau ingin memastikan! Kemarilah peluk erat Mamamu ini!”


Tanpa membantah tubuh kecilnya itu memeluk tubuh sang mama yang selama ini dirindukan oleh gadis tersebut.


Nyaman dan begitu hangat pelukan, Ma! Dan bisakah aku menginginkan hal ini secara lebih? Tuhan aku tak tahan lagi!


Wanita cantik yang berstatus putri mahkota itu, tak kuasa melihat semua penderitaan yang di alami oleh putrinya ini, bahkan sejak ditinggalkan sang putri telah menjelma sebagai sesosok yang begitu dingin.


Termasuk kepada seseorang yang membuat wanita itu, memilih tinggal di tempat yang begitu sangat indah di dunianya.


“Sudah merasa baik?”


Araela mengangguk. “Tapi, aku masih belum puas, Ma.”


“Masih ada di lain waktu, Sayang ... untuk sekarang Mama ingin memberitahukan suatu hal tentang jati dirimu.”


“Jati diriku?” beo gadis itu, yang membuat sang mama terkekeh pelan.


“Di sana nanti kamu akan mengetahuinya dan alasan Mama mengubur semua rahasia yang kubawa ke tempat ini ... agar tidak ada seorang pun mengetahui sejatinya di dalam dirimu mengalir darah biru.”


Araela yang mendengar hal itu, membelalak lebar saat sang mama mengatakan bahwa dirinya berdarah biru. “Mama tidak mencandai putrimu ini bukan?”


Gelengan kepala, menandakan bahwa dirinya benar-benar seorang putri mahkota dari suatu kerajaan yang dipimpin oleh Raja Goerge.

__ADS_1


“Lalu mengapa Mama membawa rahasiamu sampai ke tempat ini?”


“Bahkan papamu sendiri tidak mengetahui tentangmu.”


Mendengar sang papa disebutkan, membuat sorot mata gadis itu, menjadi kebencian mendalam yang diperuntukkan Prasetya. “dia bukan papaku!”


“janganlah seperti ini, Sayang ... bagaimanapun juga dia masih tetap papamu dan juga mengapa, kamu selalu membuat anak orang tidak membenci papanya, sedangkan dirimu justru sebaliknya ... ada apa denganmu?”


Lidah begitu kelu, saat mamanya melontarkan sebuah kalimat yang begitu menusuk relung hatinya terdalam. “A ... ku ....


“Mama begitu memahami dan mengerti semua penderitaanmu, tapi satu hal yang pasti jangan pernah membenci pria yang mama cintai. Bisa?”


“Why?”


“Kelahiranmu di dunia memang mungkin dari kesalahan yang diperbuat oleh dia, tapi satu hal yang harus kamu ketahui kelahiranmu bagi mama, begitu sangat berharga dan berarti kamu mau tahu karena apa?”


Araela menganggukkan kepala yang begitu penasaran dengan pernyataan dari mamanya itu.


“Ada jutaan cinta di dalam diri Mama saat mengetahui kamu hadir di dalam kehidupanku, hal tersebut membuat Mamamu tak pernah menuntut banyak meskipun selalu menahan, siksaan batin dan psikis saat dia lebih memperhatikan buah hatinya yang lain.”


Sebuah kenyataan membuat gadis itu, merasa bersalah pada wanita yang melahirkannya, tapi tetap saja hati rapuh begitu sangat memendam bara kebencian di dalam tubuhnya. “a ... ku harus apa dan bagaimana, Ma?”


“Jika itu memang permintaanmu ... akan kulakukan demi hatimu yang kujaga.”


“Terima kasih, Sayang ... kemana rambut panjangmu? Bukankah dulu rambut ini panjang? Ada apa dengan rambutmu ini, Sayang?” todongnya penuh selidik.


“Tidak ada hanya ingin mencoba gaya rambut baru dan aku lebih menyukai keadaanku yang sekarang.”


“Bukan karena hal lain?”


“Mama tidak suka?” Bibir yang mengerucut itu mencebik kesal dengan todongan dari sang mama yang seperti tidak menyukai potongan rambut miliknya.


“Mama hanya heran dengan keadaanmu dan mengapa harus mengubah penampilanmu? Pasti ada rahasia yang selama ini dipendam olehmu bukan?”


Gadis itu, kembali mengangguk.


“Mama marah denganku?”

__ADS_1


Wanita cantik itu, tergelak lucu ketika sang putri tercinta tidak menerima apa yang telah dilakukannya. Namun, ia juga tidak bisa menuntut sang putri menjadi yang sempurna karena dirinya pun sama dengan gadis itu.


“Tidak ada yang bisa Mama marahi darimu, Sayang … sementara di sisi lain, kamu pasti punya alasan melakukannya bukan?”


“Ya.”


“Jangan terlalu galak dengan bujang lapuk itu, Sayang ... dia posesif karena terlalu dalam mencintaimu.”


“Bukankah dia juga mencintaimu, Ma?” Araela pun masih teringat dengan kesalahan yang dilakukan oleh di bujang lapuk.


“Cinta bisa hadir karena dia terlalu nyaman berada di sisi, Ma ... saat mengetahui kamu hadir pertama kali, dia begitu sangat antusias mendengarnya dan bahkan merelakan diri sebagai tameng, untuk menutupi bahwa sejujurnya kamu anak kandung dari papamu.”


“Termasuk saat mama berusaha menghilangkan diri?”


Menghilangkan diri yang dimaksud oleh gadis itu adalah ketika mendengar cerita dari bujang lapuk bahwa, sang mama berusaha membunuh diri sendiri ketika wanita cantik itu tak tahan dengan tingkah laku dari suaminya.


“Maaf.”


“Aku sudah mendengarkan semua yang bujang lapuk ceritakan dan itu sesuai dengan surat ditinggalkan olehmu.”


Tidak ada yang bisa diprediksi akan seperti ini begitu sang putri tercintanya mengetahui perjalanan kehidupan wanita cantik tersebut.


“Sekali lagi maaf te ....


“Tidak perlu meminta maaf seperti ini kepadaku karena aku sangat memahami perasaanmu pada dia.” Gadis itu, memotong ucapannya begitu cepat karena dia, tidak ingin melihat wanita yang melahirkannya merasa bersalah.


“Kamu memang putriku yang benar-benar istimewa, Sayang.”


“Kenapa Mama selalu bilang begitu dan ada apa sebenarnya denganku?” Dia memang belum mengetahui suatu saat sang raja menjemput dan membawanya, ke negara asal sesuai kesepakatan yang dibuat oleh kedua orang dicintai gadis itu.


Akan tetapi, sang putri mahkota enggan menjawab pertanyaan dari putrinya dan biarlah ia membiarkan gadis itu semakin penasaran dibuatnya. “nanti kamu juga kamu akan mengetahuinya, Sayang ... permintaan Mama mengenai itu, maukah kamu menerimanya? Nanti bisa bicarakan dengan tante Dahlia tentang perjodohan kalian.”


“Ta ... pi a ....


“Bicarakan terlebih dahulu, untuk masalah hati nanti lambat laun kamu pasti akan mencintainya.”


Permintaan dari wanita yang melahirkannya tak bisa membuat gadis itu berkutik dan mau tidak mau dia menerima perjodohan yang memang, telah menjadi garis jodoh untuk dirinya sendiri meskipun saat ini ada si sundal begitu kukuh memperebutkan.

__ADS_1


Setelah kedua wanita beda generasi membicarakan pertemuan, dengan sang putri mahkota terbangun dari alam mimpi dan sedikit terkejut, ketika melihat segala arah sisi dimana dia merasa begitu nyata tentang mimpi yang baru saja dialami oleh Araela Ayudia Gayatri Smith.


Apakah mimpiku begitu nyata? Aku masih merindukanmu Ma ....


__ADS_2