
“Apa yang ingin kau bahas denganku, Ndra?” begitu sampai di ruangan itu, Louser yang sedari tadi menunggu langsung memberinya pertanyaan yang terlihat sangat serius.
“Ck, aku belum apa-apa kau sudah lebih dulu menanyakan itu denganku. Biarkan aku duduk dulu di sana, setelah itu akan ku jelaskan semua denganmu. Paham!”
Setelah mendudukkan bokongnya di atas kursi kebesaran yang ada di dalam ruangan tersebut, Rewindra membuka suara suara dengan maksud menjelaskan semua perihal menyangkut tentang dirinya.
Sembari meminta pada Louser untuk tak lagi mencarikan seorang ja’lang, karena si belalai gajahnya itu telah dikutuk untuk berhenti melakukan penjelajah segala jenis goa, atau yang biasa disebut dengan istilah lubang kenikmatan.
“Aku tak menyangka kau akan berhenti mendadak seperti ini, Ndra.” Menahan diri untuk tak menertawakan atasan yang juga sahabatnya, mengingat selama ini ia yang membantu mencarikan para ja’lang untuk Rewindra.
“Jangan tertawa di atas penderitaanku. Kau tahu sendiri-kan? Aku juga seperti ini karena tendangan maut itu.” Ia juga tak bisa membayangkan betapa sakitnya tendangan maut itu, membuat si belalai gajah miliknya tiba-tiba berhenti mendadak, saat akan melakukan hal seperti biasa.
“Jadi, menurutmu belalai milikmu telah menemukan barang ori, ya?” ledek Louser sambil meledak tawaan yang sedari tadi ditahan itu, dan juga ia terlihat sangat puas dengan kejadian menimpa Rewindra Wiratama.
“S!alan!” umpat Rewindra, sembari melempari Louser dengan pena yang tergeletak di atas meja. Ia juga teringat dengan peringatan dari sang sepupu untuk tak terus melakukan kebiasaan buruknya, meskipun dinyatakan jauh dari kata yang membuatnya berdebar-debar. “Mulai sekarang jika ada yang menghubungi untuk menanyakan tentang kabarku. Katakan pada mereka, aku sudah tak lagi membutuhkannya, dan juga usahakan untuk tak menerima apa pun dari ja’lang itu. Terutama ....”
“Apa yang kau maksud itu wanita yang bernama Sonya itu, Ndra?” sela Louser cepat, yang mana membuat Rewindra mengangguk setuju. Tanda ia benar-benar tak ingin berdekatan dengan wanita yang berambisi tersebut.
“Jauhkan wanita itu juga dariku, sebisa mungkin buat mereka tak bertemu lagi denganku. Apa kau paham dengan tugasmu, Ser?” titah Rewindra dingin.
Mengingat sampai sekarang pun ia masih belum bisa menerima perlakuan yang dilakukan oleh Sonya pada putra kesayangannya tercinta. “Aku tak terima dengan tingkah lakunya yang dia lakukan pada putraku, untuk itulah aku memintamu menjauhkannya dariku. Apa yang ku’ minta sudah kau lakukan, Ser?”
“Apa kau tak membaca email yang ku’ kirimkan itu, Ndra?” Louser balik bertanya.
__ADS_1
Tanpa banyak kata, ia pun membuka laptop untuk melihat data identitas, yang sebelumnya ia minta pada asistennya tersebut.
Membolak-balik data yang identitas tertera dilaptopnya, ia meminta penjelasan langsung pada sahabatnya itu sendiri. “Apa kau tak salah dengan data identitas ini, Ser?”
“Tidak, semua data identitas yang ku’ selidiki benar, tetapi ada hal yang mengganjal dari poin yang kau baca itu.” Louser meminta Rewindra melihat dengan teliti data identitas yang ada dilaptopnya.
Ia pun terkejut melihat isi data identitas yang sengaja diselidiki memang ada suatu hal yang mengganjal di dalamnya. “Aku tak percaya akan hal ini, tak mungkin om Pras mempunyai anak, selain dengan mendiang istri pertamanya.”
“Semua itu bisa menjadi mungkin, Ndra. Maka dari itu kau harus berhati-hati dalam bertindak, dan karena kau telah bercinta dua kali dengan wanita yang bernama Sonya itu. Maka tak menutup kemungkinan, wanita itu akan tinggal berdiam diri saja. Dari yang ku lihat dan terdengar dari orang-orang lain, dia terlalu berbahaya untukmu tentunya kau ingat kejadian menimpa mendiang istri sahabat kakekmu?”
“Kejadian yang menggemparkan publik itu, ya?” tanya Rewindra sembari membeo.
“Apa kau tahu siapa yang melakukan hal itu?” Louser membalik pertanyaan.
Dikarenakan menurut gadis tersebut ia berpihak pada orang yang salah. Namun, kenyataannya pada kejadian itu ia sama sekali tak tertarik, dan juga tak begitu memercayai pada keadaan sekitar terlihat palsu dimatanya.
Akan tetapi dari tatapan dingin itu, ia menemukan fakta bahwa gadis tersebut bukanlah pelaku yang sesungguhnya.
“Pelakunya bukan gadis yang kau tanyakan, tetapi bagaimana bisa dia mendapat fitnahan itu?”
“Itu karena aku sangat yakin dia tak bersalah, dan pastinya pelaku yang melakukan itu sangat membencinya.” Andai waktu dapat diputar kembali, ia pasti akan menghibur gadis tersebut. Namun, semuanya terlambat gadis itu justru dibawa pergi setelah fitnahan itu menggemparkan publik.
.
__ADS_1
.
.
.
Jangan tanya kenapa MC berbelit dan banyak konflik
Karena memang itu tujuanku alur maju mundur pastinya
Kalau suka silakan un-fav
Kalau masih setia tenang saja aku juga telah menyiapkan buku antologi beserta ganci ku berikan pada kalian yang selalu setia dengan novel ini
Terima kasih yang masih mau setia dengan alur didalam novel ini
Nanti akan ada lagi konflik yang lebih berat
Tunggu saja
See you next time
Love you all
__ADS_1