Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
DCTCGB


__ADS_3

Setelah selesai menghubungi wanita tersebut. Louser menyusul dan mengabarkan kalau wanita yang ia hubungi akan segera datang menemui Tuannya.


Begitu sampai di ruangan milik Rewindra, tanpa disangka Tuannya langsung menanyakan hal tersebut pada dirinya. “Bagaimana, Ser?”


“Sudah, Tuan!”


“Nanti kau suruh dia datang ke ruanganku langsung!” titah Rewindra dingin.


Tanpa membalasnya Louser pun meninggalkannya seorang diri sambil menunggu kedatangan wanita yang dipanggil tersebut.


Tuan! Saya berharap Anda tak salah memilih patner untuk memuaskan ha5rat napsumu. Mengingat wanita tersebut sangatlah ....


***


Di tempat lain di sebuah mansion. Sonya merasa senang bukan main ketika pria yang ia incar itu menghubunginya. Tak ingin membuat pria itu terlalu lama menunggu dengan tak sabar mempersiapkan penampilannya secantik mungkin.


Sudah ku' katakan bukan! Tak ada yang bisa menolak pesona kecantikan yang ada di dalam tubuhku ini! Aku sangat yakin kau tak akan pernah bisa menolak bercinta denganku. Seringai licik tersungging di wajahnya ketika bergumam diri.

__ADS_1


Yang tak lama kemudian ia masuk ke dalam kamar mandi yang hanya membutuhkan waktu dua menit berlalu di depan kaca rias Sonya bercermin membetulkan penampilannya yang terlihat cantik di matanya.


Menuruni anak tangga sampailah ia mendudukkan bokong di atas kursi yang tak lupa ia meminta sebuah roti dengan selai cokelat kesukaannya.


“Sayang, kamu mau pergi ke mana? Rapi sekali?” Mama Sonya yang tak lain istri Prasetya terlihat heran dengan penampilan Putrinya ini.


Sambil mengunyah roti Sonya membisikkan sesuatu yang membuat sang Mama terbengang kaget dengan tingkah laku Putrinya tersebut.


“Kenapa kamu melakukan hal itu, Sayang?”


“Ayolah, Ma, jangan terlalu banyak tanya!” Sonya tak ingin sang Mama tercinta mencampuri urusan pribadinya.


Tentu saja pernikahannya yang selama beberapa tahun ini sedikit pun tak pernah mendapatkan restu yang membuat ia sangat tertekan.


Apalagi sebuah bukti yang memberatkan Putrinya tercinta. Namun, sebagai seorang ibu tak bisa berbuat apa-apa semenjak berhasil menggeser posisi mendiang istri pertama Prasetya.


Lain halnya dilakukan dua wanita tersebut. Di tempat berbeda di rumah sederhana Araela bersiap untuk berangkat kerja. Namun, sebelum berangkat ia memutuskan untuk mengecek sebuah laporan yang masuk melalui email pribadinya.

__ADS_1


Ia pun menghubungi orang tersebut unutk memastikan apa yang dilihat oleh dirinya dengan terburu-buru jemarinya menekan nomor ponsel tersebut yang tak lupa sambil terus meneliti sebuah laporan yang terlihat tak masuk akal.


“Bang!” Araela memanggil sang Abang yang terdengar nada suara mengantuk tersebut.


“Apalagi?”


“Bangun! Cuci muka sana, Bang!” Suara dingin milik Araela seketika membuyarkan mimpi Satria.


“Eh, kamu Ra yang menghubungi, Abang.” sembari cengengesan Satria menyahut suara dinginnya.


“Lalu Abang kira siapa coba, hah,” ketus Araela dengan mengumpat dalam batin.


“Maaf! Aku kira orang lain yang menghubungiku. Ada apa memangnya?”


“Apa abang enggak salah dengan laporan yang sedang aku lihat ini?” Raut wajah serius Araela tanpa berbasa-basi langsung menanyakan hal tersebut pada Satria.


“Tidak! Itu bukti akurat. Kantor di perusahaan itu sepertinya ada pengkhianat kalau tidak ya, orang yang tamak napsu duniawi.” Melaporkan hasilnya pada Araela bahwa bukti tertulis itu memanglah asli kebenarannya.

__ADS_1


“Kau tahu, Bang! Enggak mungkin aku mencampuri urusan kantor itu.” Araela mengeluhkan karena sejujurnya ia sendiri terlihat bingung.


__ADS_2