Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Semuanya Terlambat Untuk


__ADS_3

“Jadi, Ibu tetap ingin aku yang menerima perjodohan ini?”


Ibu dari pria muda itu mengangguk mantap.


“Pertemukan aku dengan gadis yang Ibu jodohkan denganku!” Prasetya meminta pada seorang wanita yang melahirkannya untuk bertemu dengan gadis tersebut.


“Kamu tidak mengenal dengan gadis itu, Pras? Aku pikir di kampus kamu sudah berkenalan langsung dengannya. Apa dipikiranmu hanya ada wanita sundal itu, hah!” cetus wanita baya bernada satu oktaf.


Hal tersebut membuat Prasetya meringis tanpa bisa membela kekasihnya di hadapan cinta pertama pria muda tersebut.


“Jika, dia tidak se —


“Apa kamu meragukan instingku sebagai seorang Ibumu ini, hah? Justru yang aku sesalkan dirimu yang tidak tahan dengan, godaan dan rayuan sampai membuat terjebak dalam permainan sundal itu!”


Jantung pria muda itu serasa diremat-remat mendadak dan bagaimana mungkin ibunya itu mengetahui, bahwa dia terjebak sampai melakukan hubungan terlarang bersama Mayang? Apakah karena kesalahan dilakukannya itu hingga, membuat sang ibu memutuskan menjodohkan dengan gadis pilihannya.


“Maaf.” Prasetya mencicit pelan sambil menunduk takut, dengan api amarah di dalam diri sang ibu tercinta.

__ADS_1


Setelah membahas perjodohan dengan ibunya. Saat ini dia sedang menunggu kedatangan seseorang bahkan pria muda itu, berkali-kali melirik jarum jam rolex yang melingkar dipergelangan tangan.


Sampai terdengar sapaan lembut yang merasuki indera pendengarannya. Alangkah terkejut pria muda melihat seseorang yang datang menemuinya.


“Sudah berapa lama kau kenal dekat dengan ibuku?” Diam-diam pria muda itu mencuri pandangan yang di arahkan pada seorang gadis cantik, bahkan kecantikan di dalam dirinya tidak ada tandingnya hingga sang kekasih kalah jauh.


“Aku mengenal baik dengan tante karena dulu pernah ku' tolong, saat dia hampir kena jambret.”


Prasetya bermanggut-manggut bahkan tanpa henti pria muda sangat berani memuji, kecantikannya meskipun tidak terucap pada gadis tersebut. 'cantik.' “Lalu apa ibuku tidak memberitahukan padamu tentang pertemuan ini?”


Gelengan kepala dari gadis itu, membuat Prasetya berdecak kesal. Bisa-bisanya sang ibu menjodohkan dia dengan gadis di hadapannya itu.


Membuat lidah gadis itu mendadak kelu, bahkan kedua tangan meremat-remat kuat. Ketika mendengar kalimat terakhir yang diucapkan oleh pria di hadapannya.


Kesal tidak ada sahutan dengan nada satu oktaf, Prasetya sekali lagi mengulang cecaran sama. Sampai membuat gadis itu membuka suara, dan tetap saja tidak bisa membuatnya puas dengan jawaban dari gadis tersebut.


“Kalau kakak ingin menolak perjodohan ini ... maaf, aku tidak bisa membantu melakukannya karena semua yang tante lakukan untuk kebaikanmu. Silakan utarakan sendiri dengan ibumu, dan sekali lagi maaf sudah menghancurkan masa depanmu.”

__ADS_1


Setelah pertemuan terakhir dengan gadis itu, sampai keputusan kedua orang tuanya tidak bisa diganggu gugat, sehingga dia pun menerima pernikahan itu terjadi karena tidak ada cinta.


Bahkan dia sangat kejam memperlakukan gadis yang tidak tahu apa-apa, sampai membuat Prasetya mengambil kehormatan secara brutal. Dari itu rasa bersalah menyeruak di relung hati tetapi kedatangan Mayang, dengan menyodorkan sebuah amplop sambil mengelus perut yang sedikit membuncit.


Sampai membuat pria muda itu menolak kehadiran anak kandung yang merupakan hasil benih ditanam. Namun, keadaan semakin kacau ketika Mayang terus meracuni otak sampai membuat dia memfitnah adik kandung sendiri.


Bukan itu saja yang membuat Prasetya tertekan ketika dia resmi menikahi kekasih demi benih anak lain, bahkan dirinya pun harus membangun tembok demi bisa melindungi keutuhan keluarganya.


Kejadian yang menggemparkan publik sejujurnya tidak pernah terpikirkan oleh Prasetya, hingga meninggalnya wanita yang telah melahirkan seorang putri cantik sampai membuat pria itu menyesali perbuatannya.


*


*


*


Sinar mentari mulai menyapa para penghuni di bumi, dengan burung-burung yang mulai berkicau di pagi hari.

__ADS_1


Tidak secerah di dalam rumah sederhana sedang terjadi kegaduhan yang mana, terdapat seorang pria baya tanpa melawan seseorang yang sangat berani memberinya sebuah pukulan.



__ADS_2