Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Sisi Lain Yang Tidak Ingin Diketahui


__ADS_3

Tidak pernah terbayangkan dibenak Araela jika pria baya yang mendekap tubuh mungil tersebut, membuat permintaan aneh yang tidak lain menginginkan setiap jangkauan dekat dari putri kesayangannya.


“Terima kasih sudah memberi izin permintaan aneh dari Papamu ini, Sayang!”


“Ya.” Araela menyahut dengan dia tidak kalah memeluk erat dan mencium aroma maskulin yang selama ini dirindukan oleh gadis tersebut, sehingga dia pun teringat suatu hal yang berhubungan dengan skenario dibuat oleh pria mendekap erat tubuh mungilnya. “Kalau begitu selain mendiang nenek yang mengetahui skenario dibuat olehmu ... apa kakek juga mengetahui semua hal ini, Papa?”


“Bukankah semua sudah Papa jelaskan tanpa ada lebihan maupun kurangan tentang skenario itu, bahwa kakekmu selama ini tidak pernah sedikit pun mengetahui semua yang kubuat demi kebaikan hatimu meskipun —”


“Meskipun aku harus menutup mata dan hatiku hanya untuk melihat seberapa jauh kau memainkan skenario itu!” Seorang pria senja yang duduk di atas kursi roda menyela perkataan diucapkan oleh putra sulungnya, sehingga membuat sepasang ayah — anak itu terkejut dengan kedatangannya secara tiba-tiba dan membuat mereka melepas dekapan erat di tubuh masing-masing.

__ADS_1


“Ayah, Kakek!” Sepasang ayah — anak itu secara serempak membalas selaan yang diucapkan oleh pria senja tersebut.


“Apa kau terkejut dengan kedatanganku yang menyela ucapan terucap darimu, Pras?”


Prasetya menggeleng tanpa enggan menjawab pertanyaan tersebut, tapi sebaliknya dia membalik pertanyaan tertuju untuk sang ayah. “Ayah sendiri datang ke kantorku dalam rangka apa?”


“Apa aku tidak boleh menginjakkan diri ini ke kantorku sendiri, hah? Sejak perusahaan diambil olehmu aku belum lama ini melihat kejanggalan tentang berkas dikirimkan oleh Satria.”


“Tentu saja karena aku mempunyai mata-mata yang kutugaskan untuk mengawasi perusahaan milikku!” tegas Gunawan dingin yang membuat hati pria senja kesal karena putra sulungnya itu sedikit kecolongan dengan perusahaannya karena ulah seseorang dan berganti mengajukan pertanyaan untuk cucunya. “Apa kamu sudah menemukan sesuatu yang mengganggu pikiranmu, anak nakal?”

__ADS_1


“Kakek bagaimana kamu mengerti apa yang sedang mengganggu pikiranku?” jawab gadis itu dengan memprotes panggilan ditujukan untuk dirinya. “Aku juga bukan anak nakal, Kek!” gerutunya dengan bibir mengerucut kesal.


Sampai membuat dua pria berbeda generasi tergelak lucu melihat mimik wajah gemas yang diperlihatkan oleh gadis tersebut, hingga pria senja duduk di atas kursi tersenyum diam-diam melihat kebahagian yang diraih oleh cucu kesayangannya.


“Tentu saja pria senja mengetahui hal ini dari beberapa mata-mata yang kutugaskan mengawasimu, bahkan beberapa mata-mata pengawal dari kerajaan pun tidak luput dari tugas yang diberikan oleh pamanmu di sana.” Ungkapan yang terucap dari pria senja duduk di kursi roda membuat gadis itu terkejut mendengar kenyataan, bahwa selama ini dia selalu dipantau oleh mata-mata dari kerajaan di sana demi kebaikan dirinya seorang.


“Apa mereka melakukan hal itu sudah lama, Kek?” Araela ingin memastikan bahwa tidak ada orang lain mengetahui sisi lain di dalam dirinya. “Mereka juga mengetahui aku adalah ....”


Pria senja itu menggelengkan kepala karena dia sangat tanggap jika cucu kesayangannya ini tidak ingin sisi lain di dalam diri gadis itu, diketahui oleh putra sulungnya yang sedari tadi diam menyimak arah pembahasannya.

__ADS_1


“Aku adalah apa, Sayang?”



__ADS_2