Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Sedikit Mulai Terkuak


__ADS_3

“Maksudmu apa, Sam?“ Tanpa memedulikan, tubuh polos yang tak tertutup sehelai kain.


Sonya berusaha mencari jawaban, atas rasa penasarannya tentang sesosok, pria baya yang tengah berekspresi dingin.


“Siapa kau? Mengapa bisa masuk ke dalam kamar ini, hah?“


“Sebaiknya kau bersihkan tubuhmu terlebih dahulu, nanti setelah itu rasa penasaranmu akan terjawab!“ Sakit yang dirasakan Bastian, membuat pria baya itu menghela napas gusar.


Entah racun apa yang diberikan oleh Mayang, sehingga sang putri tercinta benar-benar tidak dikendali.


Pada saat sang putri membersihkan diri, Samuel pun kembali bertanya tentang, tujuan pria baya itu menahan dirinya.


“Tidak ada yang perlu kau cemaskan, selain hal itu anak muda.“


“Aku sudah tidak mencintai putrimu, Om!“ tegas Samuel dingin.


“Anak muda ketahuilah, untuk menghadapi anak licik seperti dia … aku juga harus lebih licik, daripada kau terus-terusan mengejar sesuatu yang tidak pasti. Mengapa tidak memutuskan hubungan dengan putriku? Bahkan aku pun sangat mengetahui, kau hanya dijadikan alat untuk bersenang-senangnya. Masihkah kau menggampangkan apa yang telah ku' sampaikan?“


“Bagaimana bisa, Om?“


“Tidak ada yang tidak ku' ketahui tentang anak itu, Anak Muda.“


Tak lama kemudian, lamunan kedua pria itu buyar, saat keduanya mendengar nada kesal yang diucapkan oleh Sonya.


“Kenapa tidak pergi juga, Sam? Bahkan kau telah melupakan suatu hal … aku tidak sebaik yang kau kira.“


“Aku tahu … kalaupun ingin mengusirku, bisa kau katakan langsung permintaanmu, kepada beliau karena dialah yang menahanku di sini,” sahut Samuel dingin.


“Lalu kau sendiri siapa?“


Enggan menjawab pertanyaan dari sang putri, pria baya itu melangkahkan kaki lebih dekat ke arah Sonya, tanpa perasaan Bastian mencapit dagu putrinya sendiri sambil memperkenalkan diri. “Apa mamamu tidak mengatakan apa pun tentangku, Dear? Lebih tepatnya … aku adalah Ayah kandungmu!“

__ADS_1


“Tidak mungkin! Kau pasti bohong!“


Mengangkat wajah Sonya dalam capitan, sambil menyuruh sang putri mencari kebohongan di dalam kedua mata, tapi tetap saja putrinya tersebut tidak memercayai kenyataan yang ada.


“Pernikahan mamamu bersama pria yang memberimu cinta banyak, tidaklah 'sah' karena statusmu begitu sangat jelas, Dear. Aku adalah Ayah kandungmu!“ Mengulangnya kembali, sambil menyodorkan sebuah bukti DNA asli.


Selama ini Mayang begitu rapi menyembunyikan rahasia tersebut, bahwa dia masih berstatus sebagai istri dari Bastian.


“Kalau kau memang Ayah kandungku! Mengapa tidak membiarkanku, merebut posisi yang tengah ku' incar. Bahkan sedikit saja aku berhasil merebut semua yang dipunyai oleh pembawa sial itu!“


“Dear … meskipun aku Ayahmu, tetap saja kau tidak akan pernah mendapatkan semua, yang berhubungan dengan keinginanmu … karena aku ingin menghentikan kegilaanmu, sudahi semua perbuatan yang kau lakukan, telah melampui batas kesabaranku!“


Bastian pun meredam api kemarahan di dalam dirinya, bahkan pria baya itu menulikan semua teriakkan dari sang putri, mengingat dia sendiri sedang menunggu seseorang.


*


*


*


“Kenapa jalanmu seperti bebek, Baby?“ tanya bujang lapuk dengan raut polos.


Siapa yang menyangka, dia mendapat pukulan dari sang bayi mungil, sebab pertanyaan yang diajukan membuat gadis itu marah.


“Baiklah aku tidak akan mencampuri urusanmu … bahkan aku masih tidak rela, kamu semakin dewasa.“


“Hm.“ Bahkan, dia pun merasa seperti diikuti.


Ketika gadis itu tengah berjalan bersama, orang yang telah memberinya cinta banyak. “Apa kau tidak merasa, sedari tadi yang diam-diam membuntuti kita, Om?“


Morgan pun sependapat dengan bayi mungilnya, bahkan pria matang itu mengedarkan sekeliling untuk mencari sesosok yang mengikuti mereka, seringai licik tersungging saat dia menemukan sesosok yang membuntuti mereka.

__ADS_1


“Sejak kapan kamu mengetahui, bahwa dia yang membuntuti kita, Baby?“ sahut Morgan sembari balik bertanya. Namun, bujang lapuk itu terkejut melihat tubuh mungil dipenuhi, sebuah bekas tanda keunguan yang terpampang nyata.


“Entahlah, aku pun tidak … ada apa dengan kedua bola matamu, Om?“ Araela pun dibingung dengan, tingkah laku dari Morgan.


“Apakah dia berbuat kasar denganmu, Baby?“


“Please, Om. Jangan mendebatkan hal yang tak penting untukmu, lebih baik kita membuatnya terlihat cemburu … atas kedekatan kita!“ Enggan menjawab, tapi justru bayi mungil memintanya bersandiwara.


Sebab, pria yang mengikuti langkah kaki mereka benar-benar dibuat geram, adik lelakinya itu begitu sangat menyayangi dan dia sendiri terlambat menyadari.


Apakah aku terlambat memulainya? Bahkan adikku sendiri lebih dekat dengannya. Andai saja waktu bisa diulang, aku benar-benar ingin memulai kehidupan awal kita. Namun, seribu sayang kau telah pergi membawa separuh hatiku.


Prasetya pun menghentikan langkah kakinya, pada saat melihat adik bersama putrinya, masuk ke dalam sebuah kamar dan dia hanya bisa, melihat itu dari celah luar untuk mengetahui sesuatu yang membuat pria baya itu di sana.


.


.


.


.


.


DIKIRA MELARAT TERNYATA KONGLOMERAT


Author : Nirwana Asri


Apa jadinya jika gadis yang berasal dari keluarga kaya tiba-tiba memilih untuk menjalani hidup tanpa kemewahan dari orang tuanya?


Kristal Quenara ingin membuktikan pada keluarganya kalau dia bukanlah gadis manja dan bisa hidup mandiri. Di tengah penyamarannya dia bertemu dengan Ruli Megantara, pemilik restoran tempatnya bekerja.

__ADS_1


Akankah terjalin hubungan percintaan di antara mereka?



__ADS_2