
Morgan tidak lagi bersuara dan pria dengan julukan bujang lapuk itu meninggalkan sang ayah sendiri karena tujuannya, hanya tempat itu untuk memikirkan waktu atas perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya.
Sementara itu, di dalam ruang tamu saat ini gadis bar-bar dengan potongan rambut mullet sedang mengobati luka di sudut bibir yang di alami oleh calon suami tak lain papa Rolando Wiratama.
Tanpa melihat wajah dari pria itu jemarinya mengompres luka di sudut bibir dengan sorot mata yang sulit diartikan mengingat, gadis tersebut tak memahami mengapa pria di depannya ini tidak menghindar saat sang om yang tiba-tiba memukulnya.
“Kenapa tak menghindar saat omku memukulmu, Pak?” Memecah kesunyian dengan memberi pertanyaan untuk pria yang sedang diobati itu.
“Aku mana tahu ommu yang tiba-tiba memukulku, bahkan aku tak sempat menghindari pukulan darinya,” sahutnya sembari meringis pelan karena ia sedang, menahan sakit akibat pukulan yang didapat dari sahabat papanya.
__ADS_1
“Sudah selesai dan kau boleh pulang, Pak … maafkan atas sikap omku kepada Anda.”
Rewindra pun berdecak kesal dengan tingkah laku dari calon istrinya ini yang sama sekali tidak, memberinya waktu untuk berbicara tanpa sadar pria itu menahan lengan yang baru saja mengobatinya. “Apa kau baru saja mengusirku, hm?”
“Lalu saya harus bagaimana, Pak? Sudah untung saya mau mengobati luka Anda … ini sudah malam dan sebaiknya silakan angkat kaki, dari rumah ini karena ada seorang anak yang sudah menunggumu di rumah.” Menghempaskan tangan kekar yang menahannya tanpa menoleh, ke belakang gadis tersebut melangkah kakinya menuju ke kamar.
Setelah itu, ia meninggalkan gadis bar-bar itu tanpa memedulikan rasa sakit di sudut bibirnya karena telah mendapatkan sebuah vitamin, yang akan bersiap kembali ke mansion tempat di mana sang putra kesayangannya terbangun dari tidur.
Kena kamu Hon. Mulai sekarang sampai seterusnya engkau hanyalah milikku seorang dan duda casanova ini akan berhenti dari perjajanan yang selalu kulakukan. Tak akan kubiarkan siapa pun mendekati mau pun menyakiti dan kupastikan mampu membuatmu bertekuk lutut seperti kamu yang membuatku tak berdaya.
__ADS_1
Araela yang mendapat serangan mendadak dari sang duda casanova tiba-tiba saja kedua pipi gadis bar-bar menyembulkan semburat merona karena tindakan, yang dilakukan oleh pria tersebut dan membuatnya mengumpat geram kedua kali ini ia kecolongan karena bibir mungilnya sudah tidak suci kembali.
Menahan amarah di ubun-ubun gadis tersebut memutuskan untuk berhenti memikirkan duda casanova yang telah, ia anggap messum mengingat dirinya ingin sekali memukul kembali tapi tak mungkin bisa sebab pria itu telah menghilang dari pandangan matanya.
Dasar duda s!alan! Lihat saja saat bertemu nanti. Akan kupastikan kau akan menyesal melakukan ini kepadaku. Karena kau telah membuat bibirku menjadi tidak suci dan kedua kalinya kau melakukan hal ini denganku.
Di dalam mobil yang sedang dikemudikan oleh Rewindra dengan si pemilik yang mana pria itu mendadak bersin-bersin sehingga, membuatnya menghentikan laju mobil yang tengah dikemudikannya sembari memikirkan sesuatu mengganjal dibenaknya.
Ada apa ini? Mengapa perasaanku mendadak tidak enak begini? Dan juga orang mana yang sedang membicarakanku?
__ADS_1