Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
DCTCGB


__ADS_3

Jelas saja ia menolak keinginan Morgan karena sampai sekarang dirinya tak akan pernah bisa melupakan kejadian yang begitu sangat menyakitkan. Di mana nama baiknya tercemar karena ulah anak kesayangan sang Papa kandung tercinta yang menfitnahnya membunuh nenek yang selalu menyayanginya.


“Baby, kamu adalah gadis yang kuat. Om yakin suatu saat nanti Papamu menyesali perbuatannya, dan Om minta satu hal pada dirimu. Jangan tunjukkan kesedihanmu pada orang lain. Oke, Baby!”


Tak lupa Morgan Gayatri Smith memberi penghiburan untuk Araela yang selalu teringat dengan sang nenek tercinta.


“Terima kasih, Om. Tanpa hadirmu aku tak akan pernah bisa berada di posisi sekarang. Aku pamit dulu Om sudah malam dan besok aku akan izin kerja untuk mengunjungi makam Nenek, dan Mama. Apa kamu mau ikut, Om?” ucapnya seraya menawari sang Paman tercinta.


“Maaf Baby, sepertinya Om tak bisa menemanimu karena, ada urusan yang harus Om selesaikan lebih dulu.”


Bukannya tak ingin menemui dan menemani Keponakan tercinta karena Morgan telah berjanji untuk bertemu dengan seseorang yang merupakan Ayah kandung dari Sonya.


“Ya sudah kalau Om sibuk. Sampai jumpa!”


Panggilan yang tersambung itu pun di matikan oleh Araela yang sedang menghela napas panjang. Sebab saat ini ia tengah terbayang-bayangi semua kenangan buruk yang tak mungkin dilupakan begitu saja.


Kebenciannya pun semakin bertambah dengan perilaku Prasetya yang begitu sangat menyayangi Sonya, dan s!alnya tak mengalir darah di tubuhnya.


Seketika Araela teringat dengan anak lelaki yang mempunyai kehidupan sama dengannya. Bayi merah yang dulu ia gendong itu kini telah tumbuh menjadi seorang anak lelaki yang telah di dewasakan oleh waktu.


Sama halnya dengan ia yang tumbuh menjadi seorang gadis bar-bar julukan disematkan untuknya baik dulu hingga sekarang.

__ADS_1


Lain halnya yang dilakukan oleh Araela. Di tempat lain selesai menerima panggilan dari keponakan sang tercinta. Morgan Gayatri Smith memikirkan perkataan yang dilontarkan oleh Araela tentang kehidupan pribadinya yang sampai sekarang masih betah membujang.


Ada suatu alasan lain mengapa ia tak berminat membuka pintu hati selain dua wanita yang berharga bagi kehidupan pribadinya. Mengingat sampai sekarang ia benar-benar tak akan pernah membuka pintu hati untuk siapa pun.


Baby maaf mengecewakanmu. Lebih baik aku membujang seumur hidup karena janjiku pada mendiang Mamamu untuk selalu menjaga dan melindungimu dari dua wanita iblis. Dan juga aku berjanji dengan segenap jiwa dan hatiku karena Mamamu adalah orang yang sangat spesial di lubuk hatiku terdalam. Sampai kapan pun rasa ini tak akan pernah terkikis oleh waktu meskipun ragamu telah menyatu dengan jiwamu. Cintaku tak akan pernah ku bagi untuk siapa pun bahkan pria bodoh sepertinya pun tak akan pernah mengetahui perasaan ini.


Tak banyak semua orang yang mengetahui, bahwa Morgan Gayatri Smith selama ini menyimpan perasaan yang ditujukan pada mendiang istri pertama Prasetya sang Kakak tercinta karena, sejak pertama kali wanita yang dipanggil Kakak ipar itu telah membuatnya masuk ke dalam relung hati Morgan.


Hal tersebut membuatnya memilih membujang seumur hidup karena janjinya pada mendiang Kakak ipar yang tak lain orang berharga bagi kehidupan pribadinya.


***


Membutuhkan waktu sekitar empat puluh lima menit kemudian. Mobil yang di kendarai oleh Louser tiba di halaman mansion yang mana Rewindra menyuruh sang sahabat itu untuk menginap di kamar seperti biasa. Sementara dirinya sendiri akan menemui Rolando untuk meminta maaf atas pengabaiannya selama ini.


“Baiklah akan ku lakukan, lalu apa ada lagi yang ingin kau sampaikan?” Louser sedikit heran dengan tingkah laku dari Rewindra yang menyuruhnya meretas CCTV tersebut atau-kah mungkin ia ....


“Tidak ada, aku pergi menemui Ando dulu,” ucapnya dengan meninggalkan Louser seorang diri yang menjadi tanda tanya di benaknya.


Setelah tak melihat punggung Rewindra. Kemudian Louser berjalan menuju kamar pribadi yang memang sengaja di persiapkan untuk dirinya.


Rewindra yang tiba di depan pintu kamar Rolando, tanpa mengetuk pada si pemilik kamar ia pun masuk ke dalam kamar yang tak di kunci oleh pemiliknya.

__ADS_1


Seketika ia terkejut tak melihat keberadaan Rolando yang tak ada di dalam kamar tersebut. Namun, Rewindra tak ambil pusing dengan keberadaan sang putra yang tak ada di dalamnya.


.


.


.


.


.


Sesuai dengan janjiku ya readersku karena like sudah di atas 30 aku up lagi untuk bab sekarang


Ngomong-ngomong mau lagi seperti biasa jika like sekarang di atas 30 aku akan up lagi nanti sore jika tak lupa


Mampir juga ke karya temanku ya


See you next time


Love you all

__ADS_1


Jangan lupa kembang sama kopi ya 😝😝



__ADS_2