
Sebelum menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh gadis di hadapannya ... David mengambil napas dalam yang diembuskan ke udara dan bersamaan itu, dia mengutarakan alasan dirinya yang semakin ragu untuk membahas tentang kerajaan dengan gadis tersebut.
“Aku benar-benar minta maaf, Ra ... keadaan di sana saat ini sedang tidak baik-baik saja ... bahkan kondisi kakek semakin memburuk sejak beliau bertemu denganmu!”
“Apa karena itu, kau jadi sulit mempertanyakan pertemuanku dengan ayahmu, Vid?”
David mengangguk kecil dengan menundukkan kepala dan tidak berani, menatap sorot mata dingin yang terpancar di dalam diri gadis tersebut. “Sekali lagi maafkan aku, Ra!”
Bukan itu yang membuatnya marah tapi tentang keadaan sang raja tiba-tiba mengalami hal buruk setelah bertemu dengan gadis tersebut.
Kenapa harus seperti ini disaat aku sudah bertemu denganmu kek? Apa yang terjadi pada dirimu di sana? Haruskah aku menyelidiki dengan sendiri tentang kondisimu yang sekarang? Meskipun tak menampik pertemuanku bersamamu meninggalkan rasa kerinduan yang hanya aku sendiri memendam perasaan itu. Araela mengungkap perasaan itu di dalam batin hingga keduanya tidak bersuara setelah mengetahui keadaan sang raja.
Sementara David menerawang kembali permintaan sang ibunda tentang keadaan sang raja karena hal itu dilakukan tidak ingin menambah beban pikiran tertuju untuk gadis di hadapannya.
“Apa yang terjadi dengan keadaan kakek, Ibunda?” Saat itu David dikejutkan berita buruk atas keadaan sang raja yang tiba-tiba, terbaring di atas brankar dengan beberapa alat menempel di tubuh senjanya. “Kenapa bisa seperti ini, Ibunda?” Pria muda itu kembali mencecar banyak pertanyaan.
Akan tetapi permaisuri terlihat enggan menjawab pertanyaan dari putranya karena ia sendiri terpukul atas kejadian yang menimpa sang raja.
__ADS_1
“Kalau gadis itu mengetahui keadaan kakek seperti ini, bisa-bisa mereka akan berurusan dengan cucu kesayangan kakek.” Mendengkus kesal hanya itulah yang bisa dilakukan oleh pria muda tersebut.
“Apa kamu akan memberitahukan hal ini pada dia, Sayang?”
“Jangan katakan Ibunda ingin memintaku untuk tidak mengatakan keadaan kakek pada dia?” tanya balik penuh selidik.
Anggukan kecil membuat pria muda itu tidak berkutik atas permintaan sang ibunda tapi, tidak menutup kemungkinan jika gadis itu akan mencari tahu sendiri tentang kejadian yang menimpa sang raja.
“Baik, Ibunda! David akan memenuhi permintaan ini tapi putramu, tidak yakin jika nanti dia menyelidiki dengan sendiri. Apa Ibunda siap menerima kemarahan di dalam diri dia?”
“Nanti Ibunda akan mengetahui dengan sendiri seperti apa kepribadiannya yang begitu sangat misterius meskipun tidak menutup kemungkinan dia akan merasa dikecewakan oleh kita!”
Sejak pertemuan dengan sang ibunda yang akan membahas perihal pertemuannya bersama ayah-nya, pria muda itu terpaksa menunda permintaan dari Araela yang begitu sangat ingin bertemu dengan sang ayah.
Sampai di hadapan gadis tersebut dia terlihat enggan menyampaikan keadaan asli dari sang raja sesuai dengan permintaan ibundanya.
Terpaksa pria muda itu mengungkapkan permintaan maaf karena belum bisa memenuhi permintaan gadis tersebut.
__ADS_1
“Lain kali aku sendiri yang akan mencari waktu tepat untuk bertemu dengan ayahmu!” sahut gadis itu tanpa membalas permintaan maaf karena dia yang akan menyelidiki dengan sendiri, atas sikap David seperti sedang menyembunyikan yang tidak ingin diketahui oleh dirinya.
Selesai urusannya dengan David ... gadis itu meninggalkan kampus dengan melangkahkan kakinya ke tempat dia akan memulai, penyelidikan kejadian yang menimpa sang raja karena perasaannya tidak karuan tentang kakeknya tercinta.
*
*
*
Sementara itu di istana kerajaan yang dipimpin oleh Raja George sedang terjadi kekacauan akibat ulah seseorang dan, membuat sang raja terbaring di atas brankar rumah sakit dengan keadaan terlihat tidak baik-baik saja.
Sampai membuat Pangeran Devander turun tangan untuk mencari sendiri atas kejadian yang menimpa sang raja karena ulah dari, seseorang tidak menginginkan kerajaan tersebut dipimpin oleh cucu kandung yang akan menggantikan tahta raja tersebut.
“Masih belum menemukan dalangnya?”
__ADS_1