
Keesokkan hari seperti yang telah diperkirakan oleh sang duda, bahwa gadis bar-bar berada dalam dekapannya, terbangun dari alam mimpi bahkan dia merasa asing di sebuah tempat, serta pandangan mata Araela terkejut bukan main ketika melihat tubuh mungilnya berada dalam dekapan seseorang, tanpa sengaja gadis itu mendorong dan membuat duda casanova meringis ketika tubuh pria itu mendarat sempurna di lantai.
“A … pa yang Anda lakukan di kamar saya, Pak?” Gadis itu bertanya tanpa memedulikan raut wajah kesal dari Rewindra.
“Coba lihat sekelilingmu dan juga mengapa aku harus tidur di kamarmu.”
Tidak ada manis-manisnya sekali sih dia! Pantas saja semua pria tidak ada yang berani mendekatinya karena kamu akan menjadi gadis berhati dingin. Masa lalumu seperti apa dan bagaimana sampai-sampai membuat hatimu seperti ini?
Duda casanova itu pun dikejutkan permintaan maaf yang diucapkan oleh gadisnya.
“M … af, Pak.”
Rewindra menyerngit. “Untuk apa?”
“Menjatuhkan Anda dari atas kasur empuk ini.”
“Tidak perlu meminta maaf, tapi bisakah kamu membantuku berdiri? Sepertinya tubuhku tidak kuat berdiri, apalagi bokongku perih!” pinta pria itu, dengan modus terselubung.
Tanpa menjawab pertanyaan dari sang duda, Araela pun beranjak ranjang untuk membantu pria itu berdiri, padahal dia mengetahui ada rencana licik di dalamnya.
Setelah berhasil membantu sang duda berdiri yang kemudian, pria itu juga meminta untuk didudukkan di atas ranjang. Namun, siapa yang menyapa Rewindra berpura-pura menekuk sedikit tumit di kaki dan membuat kedua orang berbeda gender, terjatuh kembali di atas ranjang tubuh kekar duda casanova berada dibawah menjadi tumpuan tubuh mungil di atasnya.
Ditambah dengan tabrakkan dari sebuah bibir yang berasal dari keduanya dan membuat sang duda casanova mengecup, lalu melummat bibir ranum candu berbahaya tapi tak berselang lama dia merasakan sakit ketika mendapatkan sebuah begoman mentah untuk perut six pack-nya.
“Kenapa Anda selalu melakukan ini kepada diri saya, Pak?” Sambil menahan marah, gadis itu berusaha untuk tetap tenang, serta mati-matian untuk tidak menghajar pria yang sebentar lagi akan menjadi jodohnya.
“Jangan marah dan galak-galak, Hon … bukankah para keluarga kita sudah mengetahui perjodohan yang sudah lama mereka rencana?”
“Bukan berarti Anda seenak jidat melakukan itu kepada diri saya, Pak.”
“Berhentilah memanggilku dengan sebutan itu juga, Hon.”
Perdebatan itu pun terjadi, sampai Araela menyadari sebuah jarum dinding, sebab gadis itu terlambat kerja shif di pagi hari, hanya gara-gara duda casanova sialan menurutnya.
__ADS_1
“Jangan marah lagi ya, Hon!”
“Tidak.” Sebuah jawaban singkat, tapi terdengar begitu dingin. Membuat sang duda casanova itu jera untuk tidak mencuri-curi start.
Araela Ayudia Gayatri Smith tidak bisa berlama-lama berada di dekat pria itu, mengingat kelakuan messum-nya membuat darah gadis itu mendidik.
“Sampaikan salamku untuk Ando. Sebab, untuk ke depannya aku akan disibukkan, dengan urusan pekerjaan dan kuliahku … kalaupun dia merindukanku aku akan datang mengunjunginya di mansion orang tuamu.”
Setelah dia tak melihat keberadaan tubuh mungil yang dapat memberinya bogeman mentah, pandangan sang duda itu pun menerawang perkataan yang sedikit menampar di relung hati seorang Rewindra.
“Arrgghh! Bo.doh! Sialan! Kenapa selalu tidak terkendali ketika berada di dekatnya? Bahkan sekarang pun kau kembali mengamuk, tapi kenapa kau tak berselera dengan mereka yang selalu membuatmu nyaman? Apakah kau sungguh begitu tidak sabar ingin segera masuk, serta mengajaknya mengarungi asmara lautan? Kau sendiri pun bahkan sudah lupa bagaimana rasanya tendangan maut mematikan, tapi tetap tidak membuatmu kapok mengamuk seperti ini? Mengherankan!”
Pria itu bermonolog dengan sang belalai gajah yang merasa begitu sesak karena Araela akan lebih sulit untuk didapatkan.
Selesai berperang dengan pikiran, dia memutuskan berendam air yang lebih dingin, sebelum membangunkan sang putra yang akan mengajaknya kembali ke mansion.
*
*
*
Ck, pria itu benar-benar membuat darahku mendidih saja! Sudah membuatku terlambat bekerja dan seenak jidat membual omong kosong. Tentang perusahaannya yang akan diberikan untukku seorang. Apa dia benar-benar berpikir aku tidak bisa menghasilkan sebuah perusahaan yang mampu mengalahkan rekor? Bahkan dalam waktu enam bulan pun aku mampu membuat sebuah perusahaan yang kubangun dengan tanganku sendiri. Namun, aku tidak akan pernah mau melakukan hal itu meskipun IQ-ku tinggi. Justru yang kuʼ inginkan adalah mencari keadilan untuk para anak jalanan yang akan kuʼ angkat derajat mereka. Dan sudah dua kali kau mencuri ciuman dibibirku, bahkan ingin sekali melukai benda berharga kesayanganmu itu jika kau berani melakukannya sekali lagi.
*
*
*
Tak berselang lama kemudian sang sopir taksi membuyarkan lamunan gadis tersebut, lalu dia pun masuk kembali ke dalam rumah sederhana yang selama menjadi tempat, dia tinggal tanpa ada rasa luka menganga yang menggerogoti relung hati rapuh gadis bar-bar itu sendiri.
Di tempat lain, di sebuah apartemen milik Bastian terdapat seorang putra mahkota yang terlihat begitu kesal, sebab sang sopir tidak menjemputnya sesuai dengan perjanjian semalam.
__ADS_1
“Sial! Kenapa dia tidak menjemputku? Apa jangan-jangan ….” Pikiran pria yang seumuran dengan Prasetya menjadi ketar-ketir, ketika dia merasa bahaya di villa sang ayah mengintainya dan itu pasti dari kemarahan istrinya.
Sebuah mobil berhenti di depan, ketika sang sahabat melihat raut wajahnya yang terlihat begitu buruk, sambil menawari tumpangan untuk seorang putra mahkota dari negara tetangga. “Tidak ada yang menjemputmu?”
“Hm.”
“Biar kuantar saja, ayo masuk.”
Begitu sampai di dalam mobil sang pangeran pun mendapat todongan pertanyaan, dari Bastian mengenai sopir kerajaan yang tidak menjemputnya.
“Jangan cerewet lebih baik kau fokuskan penglihatanmu pada jalanan, Bas.”
“Aku tidak cerewet ya. Enak saja mengataiku seperti itu. Aku hanya mengkhawatirkan keselamatan di tangan permaisuri.”
“Sialan, kau!”
“Wah-wah kau tidak terlihat seperti putra mahkota saja, Van,” ejek Bastian sembari memutar setir kemudi yang sedang melaju ke arah villa.
Bahkan pria baya itu, memberanikan diri dengan menanyakan tentang sebuah kerajaan, yang begitu kokoh dan kuat dibawah kepimpinan seorang Raja Goerge.
“Ayahmu benar-benar hebat dalam memimpin sebuah kerajaan yang tak pernah bersinggungan dengan rakyat. Apakah nanti kau akan menggantikan beliau naik ke atas singgasana?”
“Siapa yang bersinggungan, Bas? Kau salah menilai hal ini, justru sejak kejadian mendiang adik kembarku di culik dan dinyatakan meninggal. Para pemberontak mulai berdatangan untuk merebut singgasana Ayahanda, tapi tidak akan pernah mereka dapatkan. Karena aku selalu mempertaruhkan nyawaku menjaga dan melindunginya. Itulah mengapa aku memperingatkanmu untuk berhati-hati pada saat putrimu menyinggung keponakanku. Paham!”
.
.
.
.
Sana merupakan gadis sukses yang berprofesi sebagai CEO, kini bekerja di sebuah perusahaan agensi ternama. Ia memiliki teman masa kecil, Victor. Tanpa sepengetahuan Sana, Victor menandatangani kontrak di perusahaan agensi yang di pimpin oleh Sana. Karena hubungan mereka sangat dekat, akhirnya Sana dan Victor memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih.
__ADS_1
Namun masalah datang ketika orangtua Sana memutuskan menjodohkan Sana dengan anak teman lama mereka, Jay yang merupakan pemilik agensi yang di pimpin oleh Sana. Keduanya sama-sama tidak tertarik dan tak saling mengenal tetapi seiring berjalannya waktu Sana bimbang akan pilihannya.