Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Selalu Mengacung Hanya Di Hadapanmu!


__ADS_3

Pria itu menggendong tubuh mungil sang istri yang telah menyadarkan akan satu hal bahwa dia benar-benar dipertemukan oleh, seseorang yang sangat tepat untuk melengkapi segala kekurangan di dalam dirinya.


“Apa yang kau lakukan?” Araela terkejut melihat tubuh mungil masuk ke dalam gendongan hingga membuat gadis itu, mengalungkan kedua tangan di leher pada pria yang sedang menggendongnya. “Apa kau lupa jika aku sedang kedatanganmu bulananku, ha! Lebih baik turunkan aku dari gendongan ini!” pinta gadis itu dengan setengah takut akan keganasan di dalam diri pria itu.


“Jika begitu aku ingin membuatmu mendessah nikmat dengan permainan yang ingin kutunjukkan pada dirimu, Nyonya.” Rewindra menantang sang istri yang tidak berselang lama kemudian setelah dia, meletakkan tubuh mungil di atas ranjang milik Rolando tanpa berbasa-basi pria itu meraup ganas bibir ranum candu berbahayanya.


Mencecap pertemuan bibir dengan perasaan menggebu-gebu yang tidak dapat diungkapkan kata apa pun, memberi akses untuk mengobrak-abrik dengan saling bertukar rasa hingga pukulan keras mendarat di dada.


“Sekali lagi maafkan atas sikapku, Nyonya ... berada di dekatmu membuatku tidak tahan untuk, membawa tubuh candu berbahaya ini mengarungi lautan bersama! Meskipun kamu belum sepenuhnya mengizinkanku masuk ke dalam relung hatimu tapi aku sangat percaya, kamu adalah seseorang yang tepat untuk kujadikan pendampingku sampai maut memisahkan kita!”


“Aku tidak mengerti bagaimana kau yang julukkan duda casanova bisa memberi bulan pada gadis bar-bar sepertiku? Bagaimana kau bisa mempelajari semua bualanmu itu ... apa pernah kau ungkapkan pada mereka-mereka yang naik ke atas ranjangmu?” Araela melontarkan cibiran karena gadis itu mencebik kesal setelah dia mendengar bulan diungkapkan oleh sang suami.

__ADS_1


“Aku hanya mengungkapkan hal seperti ini untuk seseorang yang kucintai ... seperti aku yang telah mengukapkan perasaan ini terhadap dirimu, Nyonya.”


“Lalu maksudmu apa kau membuatku mendessah nikmat itu? Jangan bilang kau ingin ....” Netra mata kecokelatan milik gadis itu mendelik melihat si belalai gajah pria di atasnya tubuh mungil mengacung dengan tegak.


Sementara itu, Rewindra benar-benar tidak tahan untuk menyerang tubuh mungil di bawah kungkungan, dengan meminta izin demi bisa menyalurkan hasrat yang berada di ubun-ubun hingga gadis itu memberi izin.


Oleh karena itu, semua akan menjadi sia-sia tentang hukuman tertuju untuk duda casanova justru dilanggar hingga gadis itu memenuhi permintaan sang suami.


Kembali meraup bibir ranum miliknya mencecap penuh hasrat menyalurkan rasa kasih untuk istrinya, dengan tangan kekar lain meremat-remat salah satu dua benda kesayangan duda casanova itu.


Sampai pada saat Rewindra meraup dengan ganas salah satu benda bulat kesayangannya, menyusu bak bayi merah kehausan hingga suara dessahan lembut kembali terdengar.

__ADS_1


Tidak berselang lama kemudian terdengar erangan tertahan karena gadis itu mencapai puncak kenikmatan seperti yang terucap dari bibir sang suami, hingga pada akhirnya pria itu meminta izin untuk memuaskan si belalai gajah yang benar-benar mengacung sangat sempurna.


“Apa kau yakin si dia benar-benar muat masuk ke dalam sini?” Araela menyeru pelan dengan jemari tangannya mengurut si belalai gajah sampai membuat pria itu, mendessah nikmat karena sentuhan lembut yang membuatnya tidak tahan untuk segera memasukkannya ke dalam mulut gadis tersebut.


“Please, Nyonya ... izinkan dia untuk masuk ke dalam sana. Boleh?” pinta Rewindra dengan sorot mata sayu diiringi suara serak karena tidak tahan dengan sentuhan jemari lembut sang istri.


Si belalai gajah milik pria itu masuk secara perlahan-lahan sampai terkena gigitan nikmat yang tidak bisa membuatnya berhenti mendessah manja dengan gerakan di dalam mulut istrinya.


Beberapa menit kemudian terdengar erangan dari mulut pria itu karena dia berhasil menyalurkan hasrat meskipun tidak berada pada tempat yang tepat.


“Sudah puas?” Araela mendesis dengan sorot mata dingin untuk menutupi raut wajah kesalnya karena ini pertama kali bagi gadis itu melakukan hal di luar nalar. “Jika sudah puas segeralah membersihkan diri dan jangan lupa bereskan semua kekacauan yang kau buat karena aku ingin segera kembali ke rumahku!”

__ADS_1


“Kenapa tidak menginap di mansion ini saja, Nyonya?”



__ADS_2