Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
DCTCGB


__ADS_3

Pramana tak ingin mendengar apa pun alasan yang dilontarkan oleh sahabatnya itu. “Suka atau tidak kau harus menerima takdir perjodohan antara, putraku Rewindra Wiratama dengan putrimu Araela Ayudia Gayatri Smith, dan aku tak perlu meminta restu padamu karena kau tak pernah menganggap keberadaannya ada.”


“Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan dari orang tua kita masing-masing. Aku tak bisa berbuat banyak, meskipun kenyataan aku sangat berharap ka–”


“Berharap perjodohan ini untuk putrimu yang bernama Sonya begitu, hm?” sindir Pramana dingin. Ia pun tak menduga sang sahabat benar-benar sedikit kurang waras.


“Apa aku salah mengatakan itu, Pram?” Seakan-akan Prasetya tak menerima perjodohan yang dilakukan oleh ayahnya.

__ADS_1


Mengingatkannya dengan perjodohan yang selama ini, dialami oleh dirinya sendiri yang sama sekali tak pernah menganggap pernikahan pertamanya itu ada.


Pramana yang mendengarnya pun menjadi tertegun ketika melihat sorot mata dingin tersimpan penyesalan yang mendalam dari sahabatnya. “Apa kau menyesal dengan pernikahanmu yang pertama, Pras?”


“Kalaupun aku menyesali pernikahanku. Kau mau apa, Pram?” Prasetya justru membalik pertanyaan yang diajukan oleh Pramana.


“Aku tak begitu memahami jalan pikiranmu, kalau kau tak pernah bahagia dengan pernikahanmu. Untuk apa kau mau menerima perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuamu, sampai pada akhirnya kau memberinya luka yang sangat dalam.”

__ADS_1


“Pras, rasanya aku ingin memukulmu karena kau sekarang benar-benar berbeda, dan bukanlah sahabat yang ku’ kenal.” Menggeram marah dengan sang sahabat, karena pria itu masih belum menyadari perasaan penyesalan yang terlihat sangat jelas diraut wajahnya. “Kalau kau begitu jelas tak mencintainya, lalu untuk apa kau menghadirkan anak yang tak pernah dianggap olehmu.”


“Dulu aku melakukannya secara tak sadar, karena saat itu dalam keadaan mabuk dan tak mengingat apa yang telah ku’ lakukan. Namun, sebulan kemudian tiba-tiba, aku melihatnya datang ke rumah sakit dengan adikku.” terpaksa ia sendiri juga membuka luka lama yang ditorehkan olehnya.


Pramana mendengarnya pun tak kuasa untuk tak menghajar habis-habisan Prasetya, tetapi sebelum ia menghajar dari arah meja lain manik matanya pun bertabrak dengan, manik mata yang ternyata milik Mayang.


Tanpa memedulikan sorot mata dari Mayang yang ternyata dia diam-diam menguping itu tanpa mempunyai rasa bersalah. Pramana pun menghajar pipi sang sahabat sendiri, sampai membuatnya terkejut dengan yang dilakukan oleh dirinya. “Apa yang kau lakukan, Pram. Mengapa kau tiba-tiba menghajarku?”

__ADS_1


“Jangan terlalu bodoh dan dibutakan oleh cinta napsumu itu. Kau yang lebih dulu menodainya. Mengapa juga kau tak mau menerima garis takdir jodohmu, Pras.” tak lupa Pramana mengatakan hal itu dengan suara yang sedikit keras, agar terdengar di telinga oleh orang yang diam-diam menguping obrolan keduanya. “Pantas saja istriku sangat membencimu karena, kau benar-benar sangat keterlaluan tahu tidak.”


“Kenapa kau tak suka aku menikah dengan orang ku’ cintai? Soal yang kau katakan itu denganku, tak ada hubungannya denganmu.” Prasetya benar-benar tak mengerti dengan orang-orang yang tak begitu menyukai kehadiran Mayang. Wanita yang membuatnya melupakan kehadiran putri kandungnya sendiri.


__ADS_2