Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
DCTCGB


__ADS_3

Di luar rumah Araela Ayudia Gayatri Smith yang berjarak tak jauh itu. Ada mata-mata yang sedang mengawasi rumah tersebut, dan mereka adalah mata-mata milik Morgan Gayatri Smith sendiri tak pernah sedikit pun melepaskan pandangannya pada keponakan dari tuannya.


Salah satu di antara mereka pun mengambil ponsel dan menghubungi tuannya dengan memberi laporan bahwa di dalam rumah yang mereka awasi ada seorang pria bersama anak lelaki yang begitu akrab dengan nona mudanya.


“Apa sesuatu terjadi padanya?” tanpa berbasa-basi dari arah seberang terdengar nada dingin Morgan yang langsung menanyakan tentang keponakan dari mata-mata yang tiba-tiba menghubunginya.


“Anu tuan itu di rumah nona muda ada seseorang yang masuk ke dalam. Karena sebelumnya nona keluar ke pasar bersama dengan seorang anak kecil, tuan.” Namun, laporan dari mata-mata yang bertugas itu membuatnya berpikir keras tentang seseorang yang begitu berani datang ke rumah keponakannya.


“Lalu apa kau tahu bagaimana wajah dari orang yang begitu berani masuk ke dalam rumah keponakanku?”


“Saya tidak begitu jelas melihat bagaimana wajahnya, tuan. Karena posisi mobil yang saya pakai berada jauh dari rumah nona muda. Namun, menurut penglihatan saya justru nona muda yang mempersilakan orang itu masuk!”


Akan tetapi, jawaban dari mata-matanya pun tak membuat Morgan merasa lega. Karena ia begitu sangat mencemaskan keadaan keponakannya tersebut.


Kemudian tetap menyuruh mata-mata yang bertugas itu untuk terus memantau dan mengawasi pergerakan dari orang yang masuk ke dalam rumah itu.

__ADS_1


Sambil tak lupa ia memberi perintah pada mata-matanya. “Kalau begitu selidiki dan cari tahu siapa orang itu, dan aku ingin malam nanti harus sampai ke emailku. Paham!”


“Baik, tuan!” setelah menjawabnya dari arah seberang panggilan itu pun dimatikan secara sepihak oleh tuannya, mana kala ia juga menyampaikan langsung pesan dari tuannya untuk menyelidiki identitas orang itu.


“Bagaimana apa ada perintah dari, tuan?” salah satu rekannya yang sedang memegang setir kemudi itu pun menanyakan apakah ada perintah langsung dari tuannya.


“Ada beliau memberi perintah untuk menyelidiki identitas orang yang masuk ke dalam rumah nona muda.” Sambil menghisap rokok ia pun tanpa ragu mengatakan langsung perintah dari tuannya pada rekannya itu.


“Jadi, tuan memberi perintah pada kita sampai kapan batas waktunya?”


“Ya sudah kita langsung lakukan perintah dari beliau, dan berarti kita harus berhati-hati dalam mengambil foto orang yang akan kita selidiki itu.”


Mereka pun melakukan perintah dari Morgan sambil terus memantau dan mengawasi pergerakan dari nona mudanya seperti biasa.


Di tempat lain di sebuah mansion begitu mendengar kabar dari mata-mata bahwa di rumah yang ditempati oleh sang keponakan ada seorang pria yang membuatnya sedikit mencemaskan keberadaannya.

__ADS_1


Baby! Mengapa kamu harus cepat sebesar ini, Sayang? Bahkan sejak kamu dilahirkan pun aku begitu sangat menyayangimu, dan aku sangat takut kamu akan terluka. Karena lukamu juga lukaku, dan tawa bahagiamu juga milikku yang tak akan mungkin bisa didapatkan oleh pria pengecut seperti dia.


Ia pun benar-benar tak merelakan sang keponakan yang telah tumbuh dewasa, bahkan sampai kapan pun ia akan tetap menganggapnya sebagai baby mungilnya.


.


.


.


.


.


__ADS_1


__ADS_2