Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Hati Yang Mulai Mencair


__ADS_3

“Tentu saja kakek dan mendiang nenekmu, Sayang ... bahkan mendiang mamamu pun adalah seorang wanita pertama yang sangat kucintai meskipun aku terlambat menyadari hal itu,” terang Prasetya yang tidak menahan sorot mata dingin mematikan dari putri kesayangannya. “Skenario yang kubuat benar-benar berhasil menjadikanmu seorang gadis tangguh, tanpa takut menghadapi setiap masalah menimpanya.”


Araela bungkam setelah dia mendengar dengan sendiri penjelasan tentang skenario yang dibuat tapi berhasil melahirkan rasa kebencian tersebut.


“Bahkan permainan yang tercipta dari mereka, sudah sangat lama aku mengetahui hal itu ... sampai membuatku kehilangan seorang wanita yang benar-benar kucintai,” imbuhnya dengan raut wajah sendu.


Untuk pertama kali gadis itu mendengarkan luapan curahan hati hingga membuat sebagian, relung hatinya terketuk agar tidak terlalu memendam rasa kebencian pada pria di hadapannya.


“Apa kau menginginkan sebuah kepercayaan untukku?” papar gadis itu seraya memastikan bahwa dia tidak akan salah mengambil langkah.


“Kalaupun tidak siap untuk memberikanku kepercayaan! Aku tidak akan memaksamu, Sayang karena luka yang kuciptakan hanya bisa membuatmu membenciku,” ungkap Prasetya yang membuat tangisan gadis itu meledak.


Sampai mereka tersentak dengan suara decakan kesal dari pria muda yang tiba-tiba menimbrung arah pembahasan sepasang ayah — anak tersebut.


“Kau membuatku iri dengan kemesraanmu, Ra,” cibir Millo dengan bibir mencebik.


Memastikan bahwa mereka benar-benar bagai pinang dibelah dua hingga membuat, pria muda itu kembali menanyakan tentang foto seorang wanita cantik dengan bayi merah dalam dekapannya. “Ra ... apa kau yakin menyuruhku untuk mencetak foto wanita itu?”


“Lakukan apa yang kuperintahkan dan ingat jangan membantah!” tegas gadis itu tanpa ada rasa cemburu sedikit pun.


Dia, melakukan semua itu untuk memberikan sebuah kejutan pada putra-nya yang akan bertambah umur mengingat gadis itu, sama sekali tidak pernah melihat foto dari seorang wanita yang melahirkan Rolando.

__ADS_1


Oleh karena itu, dalam kesempatan yang sekarang dia akan membuat putra-nya bangga dicintai seorang wanita mempertaruhkan nyawanya.


“Kau tidak ingin kembali ke kantor suamimu, Ra?” Millo kembali berceletuk sambil menanyakan tujuan gadis itu.


“Aku ingin di sini! Jika kau mau kembali ke kantor ... pergilah dengan sendiri dan untuk masalah mereka biar nanti, aku yang turun tangan lalu tugasmu hanya memastikan rapat berjalan seperti biasa. Kau paham, Kak?” jawabnya sambil memerintah.


Tidak berselang lama kemudian, Millo memutuskan untuk kembali ke kantor untuk meneruskan pekerjaan yang tertunda, meninggalkan sepasang ayah — anak yang masih sibuk melepaskan rasa rindu selama ini diimpikan oleh kedua orang tersebut.


“Bagaimana dengan pernikahanmu, Sayang?” tanya Prasetya memecah keheningan tapi ternyata gadis itu, enggan menjawab pertanyaan arah pembahasan tentang pernikahannya.


Tanpa berkata apa pun, tubuh mungil itu melangkah ke arah ruangan tersembunyi yang membuat pria baya terkejut melihat segala tingkah laku putri kesayangannya, sampai merasa heran bagaimana gadis itu bisa mengetahui ada sebuah ruangan rahasia yang hanya dia sendiri menyimpannya.


Sampai akhirnya dia memahami sisi lain di dalam putri-nya benar-benar mengingatkan akan, seseorang yang selalu memberinya senyum khas tidak pernah terlupakan oleh waktu sampai sekarang.


Di sisi lain, setelah pertemuannya bersama beberapa klien rekan kerja di dalam ruangan dengan seorang pria sedang termenung, memikirkan nasib si belalai gajah karena tidak terima mendapat hukuman sangat menyiksa.


Julukan duda casanova yang melekat pada pria tampan itu telah membuatnya bertekuk lutut di hadapan seorang gadis barbar, mengingat tubuh mungil itu pun seketika si belalai gajahnya mengacung tegak seperti biasa hanya membayangkan wajahnya.


Bahkan pria tampan itu melupakan asisten pribadi yang merupakan sang sahabat mengumpat geram dengan tingkah lakunya.


“Ck! Kenapa kau mengumpatiku, Ser?” tuduh pria tampan dengan bibir mencebik.

__ADS_1


“Kau pasti sedang merindukan sentuhan dari istrimu, bukan? Sampai-sampai telingaku panas mendengar nada er0tismu!” Bahkan asistennya tidak kalah galak dengan sang atasan.


“Sialan kau, Ser!” Berganti Rewindra yang mengumpat. “Apa melihat istriku di lantai bawah?” Sejak dia kembali ke kantor dari pertemuannya yang, bersamaan keluar gadis itu tanpa sepengetahuan pria tersebut.


“Aku sama sekali belum melihat keberadaannya di sekitaran gedung! Apa kau ingin mengganggu dia bekerja?”


Rewindra menggeleng dan dikarenakan ponsel berlogo apel tergigit berada dalam genggaman gadis itu dengan terpaksa, dia meminta bantuan Louser untuk menghubungi serta menanyakan keberadaannya.


Belum sempat Louser menghubungi seseorang tapi ternyata sebuah pesan singkat dikirimkan melalui ponsel Louser memberitahukan keberadaan gadis itu berada.


Tanpa membuang banyak waktu Rewindra meninggalkan Louser setelah dia membaca pesan singkat, tidak lupa pria tampan itu menyuruh asisten melanjutkan pekerjaan yang sengaja ditunda.


Tidak berselang lama kemudian, pria tampan itu telah sampai di gedung perkantoran tempat tujuannya berkunjung, bahkan dia menulikan gunjingan beberapa karyawan karena sang istri adalah tujuannya.


...Othor tidak harus bagaimana lagi menyelesaikan naskah ini dan jika terbelit-belit silakan unfollow karena kapasitas kinerjaku tidak bisa disamakan dengan mereka yang singkat padat jelas karena memang novel ini banyak misteri uang yang tersembunyi...


...Aku tidak apa-apa di tinggalkan karena tujuanku untuk tetap konsisten berkarya meskipun novelku ini cacat!...


...Sekian terima kasih...


__ADS_1


__ADS_2