
Sampai terdengar helaan napas panjang yang terembus dari bibir Araela bahkan dia tidak, memedulikan tingkah laku Rewindra yang tidak berhenti mengendus aroma di tubuh mungilnya.
Tidak berselang lama kemudian sepasang suami — istri itu telah berada di kamar lain yang merupakan kamar pribadi tempatnya Araela menginap di kamar tersebut.
Bukan itu saja yang membuat Araela memikirkan kejadian menimpa bujang lapuk, sudah pasti ada hubungan dengan Citra yang jejaknya menghilang dari jangkauan gadis itu.
“Masih memikirkan keadaannya, Honey?”
“Bagaimana aku tidak memikirkan keadaannya ... kalau saja dia tidak mengecewakanku, aku tidak mungkin memberi hukuman untuk bujang lapuk itu, Bee.” Nada dingin yang terucap dari bibir Araela membuat Rewindra mengeratkan, dekapannya untuk tubuh mungil yang telah menjadi candu berbahaya miliknya. “Dia pun belum bisa menemukan keberadaan orang yang telah dihancurkannya, bahkan orang itu menghilang tanpa meninggalkan jejak saat aku mengawasinya dari kejauhan.”
Tanpa terasa air mata gadis yang dipeluk oleh Rewindra meluruh dengan sendiri bahkan dia tidak dapat berbuat apa-apa ketika, mendengar kabar menghilangnya sang sahabat yang disembunyikan di apartemen pribadi gadis tersebut.
Hal yang tidak takutkan oleh Araela tentang seorang wanita tidak berhenti mengejar-ngejar bujang lapuk bahkan keadaan bujang lapuk sekarang ini, mengingat wanita bernama Liora tidak akan pernah berhenti membuat omnya bertekuk lutut karena jika hal itu terjadi.
Araela tidak akan pernah memaafkan diri sendiri bahkan gadis itu mempersiapkan hukuman lebih untuk bujang lapuk, jika pria itu jatuh ke dalam jebakan trik yang sudah beberapa kali dilaporkan oleh anak buahnya.
Tidak tahan melihat kesedihan di raut wajah istri mungilnya, tanpa membuang waktu banyak Rewindra mengangkat tubuh mungil tersebut. Membuat si empunya memekik kaget dengan tingkah laku yang dilakukan oleh duda casanova tersebut.
“Apa yang kau inginkan, Bee? Turunkan aku dari gendonganmu!”
__ADS_1
Hati Rewindra membuncah senang ketika mendengar panggilan 'Bee' orang wanita yang dicintai oleh dirinya. Membayangkan saja membuat pria itu ingin mengajaknya berolahraga seperti yang diinginkan oleh dia sendiri.
Meletakkan tubuh mungil dari gendongan tidak lupa menindihnya yang membuat kedua pipi Araela menyembulkan semburat merona, sehingga membuat Rewindra menjadi tertegun karena sudah kedua kali ini dia melihat dengan sendiri semburat merona di dalam diri istri mungilnya.
“Hon, bisakah kamu tidak menampilkan raut wajah sedih ini di hadapanku? Rasanya aku tidak kuat melihatmu menangis seperti itu!”
“Lalu aku harus apa dan bagaimana? Lagipula tidak ada untungnya aku membagi kesedihanku denganmu. Turunlah dari atas tubuhku! Aku tidak kuat menahan beban tub —”
Sebuah serangan mendadak pun dilakukan oleh Rewindra yang tidak tahan mendengar penolakan terucap dari bibir ranum candunya, dengan mencecap dan meraup secara menggebu-gebu untuk menyalurkan serta menyampaikan perasaan bahwa, dia tidak akan pernah sedikit pun menyesali telah mencintai sedalam itu untuk gadis barbar yang membuat hati duda casanova tunduk.
“Bisakah kau tidak menyerangku seperti ini? Tidak ada yang mengambilku dari kehidupanmu!” protes Araela dingin.
“Tentu saja Araela hanya milik Rewindra seorang!” balas pria itu dengan sudut bibir berkedut. “Lagipula selain membuat serangan mendadak, seperti yang barusan kulakukan! Aku bisa membuatmu mendessahkan namaku seorang. Mau mencobanya, Hon?”
“Hei, Honey! Ada apa dengan seringai dinginmu itu? Membuatku merinding saja.” Rewindra begitu terkejut dengan tindakan yang dilakukan oleh gadis itu, bahkan tanpa disadari kini mereka telah berganti posisi yang sekarang tubuh mungil tersebut berada di atas tubuhnya.
“Kau cukup diam tanpa banyak protes!” Selesai berkata demikian, Araela memberi serangan balik.
Membuat Rewindra terkejut kembali bahkan gadis itu tidak berhenti menyerang titik senssitif untuk memastikan jika pria di bawahnya, begitu sangat menikmati sentuhan lembut dari bibir ranum gadis itu hingga membuat pria itu mendessah nikmat atas permainannya.
__ADS_1
Peluh keringat Rewindra bercucuran ketika ia merasakan sentuhan yang tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata. Sentuhan yang dilakukan oleh Araela membuat pria itu, mendesis sakit sekaligus nikmat karena gigitan untuk si belalai gajah milik pria tersebut.
'Astaga barbar sekali dia! Sampai-sampai aku tidak dapat mengucapkan kata apa pun tentang permainan ini, tapi bagaimana dia bisa seagresif ini pada belalai gajahku?' Rewindra bertanya-tanya melalui pikiran tentang, istri kecilnya yang sungguh sangat di luar nurul tidak habis fikri.
“Pelan-pelan, Honey! Nan ... ti si dia bisa putus kalau kamu menggigitnya terlalu ku ... at!” Teguran dari Rewindra pun tidak digubris oleh Araela yang begitu menggilai tubuh pria tinggi tegap membuat gadis itu telah memasukkan, nama pria itu ke dalam relung hati terdalam setelah ia berhasil membuang jauh-jauh nama seseorang yang pernah singgah di hati.
Setelah dua puluh menit berlalu akhirnya gadis itu menyelesaikan permainan sebelum ke inti dari permainan sampai membuatnya lemas sekaligus puas dan memastikan, bahwa Rewindra Wiratama hanya miliknya seorang meskipun hati kecil gadis itu merasa akan datang sesuatu menimpa keutuhan rumah tangga baru yang baru berumur sejagung.
“Ada apa, Honey?” Rewindra terkejut mendapati mimik raut wajah istrinya yang seperti terlihat tidak baik-baik saja.
“Bukan apa-apa, Bee! Sebaiknya biar aku saja memulai inti dari permainan yang kau tunggu-tunggu ... bukankah itu yang selalu kau inginkan suamiku, Sayang?”
Gadis itu pun kembali kelancaran aksinya tanpa menunggu balasan pria itu, ia pun mulai mendessahkan nama Rewindra.
Menghentakkan lebih dalam goyangaan maut Araela yang membuat Rewindra mendessahkan nama gadis itu. Menikmati permainan yang dilakukan oleh sang istri tercinta, membuat tubuh tinggi tegap melayang terbang ke awan sampai ia tidak bisa mengambil alih kendali.
Ancaman dari gadis yang bergoyang-goyang di atas tubuh tinggi tegap miliknya tidak main-main hingga terpaksalah, ia membiarkan sang istri tercinta mengambil kendali sampai gadis itu lemas tidak bertenaga karena si belalai gajah milik Rewindra yang tidak ada tandingannya.
Sampai akhirnya sepasang suami — istri itu pun menggeram secara secara serempak, pada saat kedua insan itu mencapai puncak bersamaan yang bertepatan dengan Araela ambruk di atas tubuhnya.
__ADS_1
“Ckk! Aku belum selesai membuat perhitungan denganmu ... kamu malah sudah lemas terlebih dahulu, Hon. Aku mengaku kalah telak dengan permainanmu ini sungguh sangat luar biasa, untuk ukuran gadis barbar sepertimu yang lebih pro dari mereka semua. Aku sangat berterima kasih atas hatimu yang sudah mau menerima meskipun sikap dinginmu tidak bisa hilang, tapi aku sangat suka dengan semua yang ada di dalam dirimu dan kali ini kubiarkan kamu tidur di atas tubuhku!”
Ia pun menyusul sang istri ke alam mimpi setelah berhasil melawan rasa sakit untuk si belalai gajah, yang sedikit berkedut akibat keganasan gigi dari gadis barbar Araela Ayudia Gayatri Smith.