
“Ya sudah Opa tak akan memaksamu untuk menerima Dadymu kembali. Jika saja saat ini kamu belum bisa memaafkan perbuatannya.”
Rolando teringat jika Opanya yang tak lain Pramana tak menyusulnya ke dalam kamar yang sedang ia tempati tersebut, dan ternyata justru bertanya pada Opa Buyut tentang keberadaan Pramana. “Di mana, Opa Pram?”
“Bukannya tadi Opamu itu sudah berpamitan denganmu, Boy. Kalau Opamu yang satu itu mengobrol dengan Opa Buyut.”
“Hm begitu, ya.” Rolando membeo yang ternyata ia teringat dengan seseorang yang membuat kehidupannya berwarna, dan sudut bibirnya berkedut.
Hal tersebut menarik perhatian William menatap heran ke arah sang Cicit tercinta yang terlihat sedang memikirkan sesuatu. “Kamu sedang memikirkan apa, Boy?”
Tak ingin Opa Buyut mengetahui apa yang sedang disembunyikan oleh dirinya. Rolando dengan cepat memberi alasan agar William tak bertanya kembali tentang seseorang yang saat ini telah membuatnya tersenyum ceria.
“Sudah dulu ya, Opa Buyut. Aku mau pamit tidur. Selamat malam!” pamitnya yang tak lupa ia meninggalkan kecupan dikedua pipi pria sepuh yang masih terlihat gagah dari usianya.
Seakan mengerti dengan keinginan sang Cicit tercintanya, terpaksa William meninggalkan Rolando seorang diri yang masih berpura-pura memejamkan mata karena menghindari sebuah pertanyaan darinya. Namun, tanpa diketahui oleh siapa pun sebenarnya William tengah mengetahui sendiri senyum ceria sang Cicit kembali karena kehadiran Araela Ayudia Gayatri Smith yang merupakan Cucu dari sang sahabat tercinta.
Wan, tanpa kita harus menjodohkan mereka pun telah bertemu satu sama lain, dan aku sangat yakin jika Cicit telah memercayai Cucu kesayanganmu itu. Namun, aku tak akan membiarkan orang itu menyakiti kembali seorang gadis cantik yang membuat mendiang istriku begitu mencintainya.
Tekad William tak akan pernah mundur jika sudah menyangkut kebahagiaan orang-orang yang berharga bagi kehidupan pribadinya.
***
Di sebuah kamar pribadi Sonya sedari tadi menahan kesal karena preman-preman yang tak lain orang suruhannya itu sama sekali belum memberinya kabar baik.
__ADS_1
S!al kenapa mereka tak memberiku kabar? Apa sudah berhasil melakukan tugas itu dariku? Kalaupun gagal maka nyawa mereka taruhannya. Dan tak akan ku biarkan lepas dari genggaman tanganku.
Jadi kalaupun mereka gagal menculik orang yang Sonya benci itu, terpaksa ia sendiri akan melenyapkan nyawa para preman-preman yang tak becus melakukan tugasnya.
Tanpa memikirkan hal itu saat ini lebih baik Sonya, memejamkan mata untuk menyambut hari pagi yang cerah. Tak lupa tujuan utamanya adalah melenyapkan Cucu kesayangan dari sang Kakek yang tak menganggap keberadaannya ada.
Di lain tempat terdapat seorang pria paruh baya yang sedang menatap sebuah bingkai foto. Di mana foto tersebut terdapat seseorang yang sangat berharga untuk dirinya.
Sebab, tak banyak orang tahu bahwa dirinya merupakan Ayah kandung dari Sonya yang tak mengalir darah dengan Prasetya Gayatri Smith. Sahabatnya itu sendiri pun bahkan begitu naif dengan pernyataan yang dilontarkan oleh wanita yang kini telah menjadi istri keduanya.
Setelah mendapat panggilan dari Morgan yang merupakan adik kandung dari Prasetya. Ia begitu geram dengan tingkah laku Sonya yang semakin menjadi untuk melenyapkan nyawa seorang anak yang tak pernah dianggap oleh Prasetya itu sendiri.
“Apa kau tahu, Putriku semakin menjadi. Bahkan sampai sekarang ia belum mengetahui bahwa pria bodoh itu bukan Papa kandungnya.” Pria itu mencurahkan segala isi hati pada asisten pribadi yang selama ini begitu mengetahui latar belakang kehidupan pribadinya.
“Lalu apa yng ingin Anda lakukan, Tuan?” Asisten pribadi pria itu bertanya pada dirinya.
“Apa Anda yakin ini akan berhasil, Tuan?” Namun, asistennya itu pun terlihat ragu dengan rencana yang akan dilakukan oleh dirinya.
“Aku tak butuh pendapat omong kosongmu itu yang terpenting adalah dia harus menerima kenyataan, bahwa Prasetya bukanlah Ayah kandungnya. Kau tahu ‘kan? Aku tak tahan lagi melihat dirinya semena-mena pada putri kandung Prasetya, dan siap atau tidak dia harus menerimaku sebagai Ayah kendungnya.”
Pria itu mengungkapkan dengan nada tegas, dan juga ia siap menerima kebenciaan yang akan diterima, bila sang putri menolak mengakui dirinya.
“Baik, Tuan! Jika memang itu yang Anda ingin lakukan.”
__ADS_1
Pria itu pun memberi sang asisten pribadinya sebuah peringatan, bahwa ia tak akan mundur sesuai rencana yang akan dilakukan oleh dirinya dan juga Morgan Gayatri Smith. “Sebaiknya kau lakukan tugasmu dengan baik, aku tak ingin rencana ini gagal.”
.
.
.
.
.
Seperti biasa jangan lupa mampir ya ges
See you next time.
Blurb :
Bagaimana rasanya, jika kamu hidup dalam dunia fantasy dari novel yang kamu buat sendiri?
Ya! Itulah yang dialami oleh Ryana Zhang. Seorang author wanita dari dunia modern dan masuk ke tahun 775 dalam tubuh Zhang Rui, yang menjadi tokoh sampah dan paling sial dalam novelnya sendiri. Dia harus berjuang untuk memutar alur cerita agar bisa selamat dari kejamnya dunia budidaya di novel yang dia beri judul 'The Realm Of Cultivation' sebuah novel fantasy yang menuai banyak hujatan.
Bagaimana cara Ryana Zhang menyusun kembali alur kehidupan di novel miliknya itu?
__ADS_1
Lalu, apakah dia bisa pulang ke dunia modern untuk kembali me-revisi novel 'The Realm Of Cultivation' yang banyak mendapat hujatan pembacanya?