Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Bingung Judul!


__ADS_3

“Sudah puas menghancurkan mimpi putri kesayanganku, hah! Dasar sialan!" umpat Mayang geram.


“Mimpinya yang bagaimana, Mayang? Kau sudah terlalu licik, mengumpankan keegoisanmu … tanpa melihat aku yang terlukai karena tingkah lakumu!"


“Tentu saja mimpinya untuk, mendapatkan posisi perjodohan itu … kalau saja kau mau menurutinya, aku tidak akan semarah ini pada dirimu, Bastian."


“Kau melupakan satu hal, Mayang … meskipun aku papa kandungnya, bukan berarti harus menuruti permintaannya … tidak semudah itu dan kau masih saja sama, wanita yang terlalu licik dan juga serakah … jangan salahkan aku untuk menghentikan perbuatan anak nakal itu!"


Tidak lupa pria baya itu pun memanggil asisten pribadi, untuk membawa putrinya ke mansion, tapi sebelum itu dia akan membuat perhitungan dengan wanita, bahkan sampai sekarang mereka berstatus sebagai suami istri yang disembunyikan dari publik.


“Kenapa dengan wajahmu seperti itu, Dear?" Bastian tergelak lucu, saat melihat raut wajah Sonya. “Oh, kamu ingin mengetahui dia, ya?"


“Kenapa bisa seperti ini," gumam Sonya lirih.


“Perkenalkan kembali dirimu pada anak nakal itu!" titah Bastian dingin.


Tanpa disangka-sangka Sonya kembali terkejut, melihat wajah seseorang yang selama ini membantu dirinya.


“Wajarlah Anda terkejut melihat wajah asli saya, Nona."


“Jadi, semalam itu semua karena ulahmu, hah!" sentak Sonya dengan nada tinggi.


“Kenapa Anda tidak tanya sendiri pada beliau, Nona? Memang aku adalah anak buahmu, tapi semua itu atas perintah dari Bos sendiri! Bagaimana, masih mengelak kalau kau sendiri yang kalah."


Tak ingin terlalu lama, Bastian memulai perintah membawa Sonya ke mansion miliknya, sebagai hukuman karena telah melakukan kesalahan fatal.


Bukan itu saja, pria baya itu juga mengusir Samuel karena dia, tidak ingin pria muda yang menjadi pelampiasan sang putri, menjadi lebih tersiksa dalam batinnya.

__ADS_1


Ternyata Samuel menolak memutuskan hubungannya dengan Sonya. Pria muda itu justru mempunyai sebuah dendam pribadi, bahkan diam-diam dia akan membalas semua luka tersebut.


“Aku tidak bisa melarangmu, anak muda. Namun, untuk sekarang anak nakal itu harus mendapat hukuman dariku!" tegas Bastian dengan nada dingin, sehingga tak lama kemudian Samuel meninggalkan keluarga itu.


Sambil membawa sebuah dendam yang begitu membara.


Bersamaan itu, Bastian memerintah asisten membawa Sonya terlebih dahulu, tidak lupa memberi peringatan agar berhati-hati pada putri liciknya, “ingat jangan sampai kau gagal menjaga anak nakal itu! Jika tidak peluruku menembus jantungmu. Paham!"


“Aku tidak mau dibawa … Mama tolong aku!" racau Sonya, sambil memberontak.


Tidak kuat menahan hasratnya, pria baya itu pun memukul tengkuk belakang, sehingga dia bisa lebih leluasa memberi perhitungan pada istrinya.


“Sekarang urusanmu denganku, Mayang!"


“Kau mau apa, sialan!"


Seringai licik tersungging di wajah tampan pria baya itu, “tentu saja membuat perhitungan denganmu, Mayangku Sayang."


“Tidak akan ada yang menolongmu, Sayang … sudah begitu lama aku merindukan suara manjamu … aku juga sangat mengetahui, dia yang kau hasut tidak bisa memberimu kenikmatan, sehingga dengan licik kau bermain-main dengan mereka di luar sana … pantas saja anak nakal itu mewarisi tingkah lakumu yang tidak tahu malu … sekarang kau harus membayar mahal, atas semua luka yang kau torehkan di sini."


“Sssiii." Belum sampai mengumpat pria yang wanita itu benci, bibirnya pun diraup begitu rakus.


Bukan itu saja, kedua tangan terangkat ke atas untuk membuat Bastian leluasa memberinya kenikmatan, diam-diam Mayang begitu sangat merindukan sentuhan lembut, dari pria yang sampai sekarang masih berstatus sebagai suaminya.


“Wah tidak kusangka tubuhmu masih molek seperti ini … aku sangat yakin kau juga merindukan sentuhan tangan ini … bukan begitu, hm?" Suara serak, tidak membuat Bastian berhenti begitu saja.


Sampai pada intinya, pria baya itu telah berhasil memberi kenikmatan, bahkan senjata dia yang terbenam itu pun, terus menghujam milik sang istri dan membuat Bastian, merasa terbang tinggi di atas awan.

__ADS_1


Sampai pada akhirnya gelombang yang selama ini dipendam, dapat tersalurkan seperti yang selama ini dia rindukan.


“Tidak perlu sesedih itu, Sayang … bukankah selama ini yang kau inginkan?" Pertanyaan itu enggan dijawab oleh sang istri.


Karena tubuhnya terasa begitu remuk akibat, permainan gila yang dimainkan oleh Bastian itu sendiri.


Aku yang akan menyiksamu pelan-pelan, selamat datang dineraka yang ku' ciptakan ini!


.


.


.


.


.


Penelusuran Gaib Rania


Author: Novi putri ang


Mobil hitam melintas di atas tanah berlumpur, diluar nampak hujan deras yang tak kunjung reda. Dan kilatan guntur terlihat di langit menyambar, dengan gemuruh yang menggelegar.


Malam ini terasa mencekam. Dari kejauhan, bayangan sebuah rumah kuno terlihat di antara pepohonan besar, bersembunyi di balik kegelapan.


"Aah. Perasaan apa ini, kenapa perasaan tidak enak mengganggu pikiranku?" batinku berkata seakan ada sesuatu yang akan terjadi setelah ini.

__ADS_1


Ya, benar saja. Kisah mistisku belum berakhir. Meskipun aku telah meninggalkan Desa Nenekku, Desa Rawa Belatung. Aku selalu saja berurusan dengan hal-hal gaib. Penelusuran gaib yang terus membawaku bertemu dengan sosok makhluk tak kasat mata, yang terus mengikuti setiap perjalanan hidupku.



__ADS_2