
Prasetya tersenyum semringah bukan karena tidak ingin memberitahukan pada pria muda itu, hanya saja bahasa tersebut mengingatkannya pada suatu kejadian di mana dia ....
Sampai suara bariton menantu menyentak lamunan pria baya tersebut. “Papa, malah melamun ... aku pikir kau mengerti istilah tidak kupahami dan salahkan putrimu memakai bahasa planet!” ketus pria muda itu dengan bibir mencebik kesal.
Tapi, ternyata justru sang mertua enggan membalas keluhan yang dilontarkan dengan mengusirnya dari kantor, tanpa memikirkan bahwa pria muda itu benar-benar marah dan merajuk karena sepasang ayah — anak, kompak menjahili yang membuatnya tidak paham dengan istilah roti kempit terdengar menggelikan.
Meninggalkan pria baya tengah termenung untuk segera membelikan kebutuhan yang diperlukan oleh sang istri mengingat ini, pertama kali dia membelikan sebuah kebutuhan untuk para wanita yang sejak lama tidak dilakukan.
Sementara di dalam ruang kerja dengan Prasetya termenung pada kejadian saat pertama kali dia, disuruh oleh seseorang untuk membelikan sebuah kebutuhan yang dimaksud oleh sang menantu.
Bahkan istilah yang dilontarkan oleh Rewindra sebenarnya dia sendiri pun memahami mengingat istilah tersebut, pria baya itu sangat memahami karena dirinya pernah mengalami hal serupa dengan sang menantu.
Kejadian itu terjadi pada saat dia sedang menyiapkan skripsi dengan seseorang bergelayut manja di sisinya meskipun sebenarnya pria itu sangat risih. Namun, status mereka sebagai sepasang kekasih tidak dapat membuatnya berkutik banyak, pada saat gadis itu menyinggung sesuatu tidak disukai oleh pria itu.
__ADS_1
Bahkan diam-diam pria itu mengamati seorang gadis yang sudah terlalu lama membuatnya jatuh hati meskipun tanpa disadari oleh diri sendiri.
Sejak dari ruang dosen pria itu tidak pernah berhenti membayangkan wajah cantik yang tidak tersentuh oleh make-up sampai pada, saat dia mendapati raut wajah gelisah terlihat sangat jelas di dalam gadis tersebut dengan diam-diam mengikutinya.
Berhenti ke arah kamar mandi dengan noda merah yang tembus pada gaun putih yang dipakai gadis itu hingga nada lembut memanggilnya membuat pria itu terkejut dengan nada merdu tersebut.
“Apa yang membuatmu mengikutiku, Kak?” sahut gadis itu tanpa menoleh ke belakang hingga membuat pria itu terkejut mendengarnya.
“Bagaimana kau bisa mengetahui aku yang mengikutimu secar diam-diam?” Prasetya terheran-heran dengan gadis cantik yang mengetahui keberadaannya.
Dahi Prasetya mengernyit heran mendengar permintaan dari gadis itu. “Apa yang kau inginkan?”
“Anu, itu ... to ... long belikan aku roti kempit!” Mati-matian menahan malu karena ini pertama kali gadis itu menyuruh pria, di hadapannya untuk membelikan kebutuhannya di waktu yang tidak tepat datang. “Kakak lihat noda merah pada gaunku, bukan?”
__ADS_1
Tanpa membuang banyak waktu pria itu meninggalkan gadis itu seorang diri untuk segera memenuhi permintaanya yang tidak, berselang lama kemudian pria itu datang membawakan kebutuhannya dan tidak lupa mengucap terima kasih sudah mau direpotkan.
Sebuah memori yang tersimpan rapi sebelum dia memulai memainkan skenario tersebut, atas inisiatifnya menolong gadis itu beserta kedua orang tua yang dijadikan ancaman.
Dan ancaman setelah berpuluh-puluh tahun itu pun telah dengan dia saat ini menebus semua dosa besar atas perbuatannya pada putri kesayangannya tercinta.
*
*
*
Di supermarket Rewindra sedang kebingungan karena dia benar-benar tidak memahami kebutuhan yang diminta oleh, sang istri sambil menahan malu karena dirinya tengah berdiri di rak bagian yang dimaksud oleh gadis itu.
__ADS_1
“Apakah ini yang dinamakan roti kempit?”