Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
DCTCGB


__ADS_3

Sampai di lantai ruangan milik Rewindra Wiratama. Louser semakin mempercepat langkahnya untuk segera bisa melaporkan kejadian yang menimpa Rolando pada Tuan Besar tak lain Pramana Wiratama.


Mengetuk pintu ruangan yang kemudian dari dalam terdengar teriakan perinta masuk, sampai akhirnya ia telah berdiri menghadap dua orang generasi berbeda.


“Ada perlu apa, Ser?” Pramana membuka suara karena ia terlihat bingung dengan raut wajah Louser yang sedang menutupi sesuatu.


Louser enggan menjawab pertanyaan dari Pramana. Namun, ia menghampirinya lalu sebuah bisikan pelan pun di dengar oleh dirinya.


“Bagaimana, Tuan Besar, apa yang harus saya lakukan?” Louser berbisik pelan, dan ia tak menyangka tatapan dingin Rewindra Wiratama membuat jakunnya naik turun.


“Apa yang kau bisikan dengan Papaku, Ser?” tanya Rewindra dingin.


Sebab, sedari tadi Rewindra hanya diam menyimak pembicaraan asisten pribadinya dengan sang Pap tercinta.


“Itu, Tuan, Sa–” Namun, dengan cepat Pramana menyela perkataan yang akan dilontarkan oleh Louser.


“Ser, sebaiknya kamu retas kamera yang ada di lantai bawah,” sela Pramana cepat dengan memberi titah untuk Louser.


Mengangguk kepala Louser pun melakukan titah dari Pramana untuk meretas kamera yang berada di lantai bawah atau lebih tepatnya di depan lobi untuk memperlihatkan sebuah bukti tindakan Sonya di luar batasan.


Meretas kamera tersebut meskipun tak selincah peretas handal, tapi Louser berhasil mendapatkannya yang kemudian di perlihatkan oleh Pramana, dan juga Rewindra Wiratama memicing mata menatap video yang berhasil diretas begitu lama.

__ADS_1


Brengssek! Apa yang dia lakukan pada Putra kesayanganku? Meskipun aku selalu mengabaikannya, tapi bukan berarti membiarkannya dibuat seperti ini? Maafkan, Daddymu yang tak bisa melindungi dan menjagamu. Akan tetapi kamu tenang saja, ku pasti dia akan menyesal telah membuatmu seperti ini.


Mengumpat geram sambil bertekad untuk memberi pelajaran berharga yang dilakukan oleh Sonya tak sebanding dengan pengabaiannya pada Rolando sedikit pun tak pernah Rewindra membentaknya secara kasar.


Akan tetapi setelah Rewindra melihat kamera yang diretas oleh Louser membuat darahnya mendidih saat sang Putra tercinta diperlakukan kasar oleh seorang wanita yang baru saja menikmati tubuhnya.


Sementara itu Pramana yang sedari tadi melihat kamera tersebut ia terkejut dengan perlakuan seorang wanita yang berani mengasari Cucu kesayangannya tercinta. Namun, setelah di amati dengan teliti seketika bola matanya membulat sempurna saat melihat seseorang yang menolong sang Cucu adalah orang yang sama. Seseorang yang telah menolongnya dari korban penculikan dari prema-preman tersebut.


Jadi, dia benar-benar bekerja di kantor ini? Wajahmu terasa familier, tapi di mana pernah melihatnya? Nanti setelah pulang dari kantor aku akan bertanya dengan Ayah tentang perjodohan Rewindra dengan Cucu sahabat Ayah.


Tak disangka oleh Pramana wanita yang berbuat kasar pada sang Cucu merupakan putri kedua dari sahabatnya tercinta Prasetya Gayatri Smith. Namun, tidak untuk Araela yang menolong sang Cucu justru ia terlihat kebingungan mengingat identitasnya terlalu


Baik Pramana dan Rewindra terlarut dalam pikiran mengenai dua orang yang sedang berdebat itu. Mereka tengah bertanya apa maksud perkataan yang dilontarkan oleh wanita itu menyebutkan ....


Sampai-sampai Louser memanggil dan menanyakan perintah yang ingin dilakukan oleh dirinya. “Tuan Besar, Tuan Muda ... Perintah apa yang ingin Anda lakukan?”


Sebelum Rewindra memberi titah. Pramana justru memberikan ucapan yang begitu menohok putranya tersebut.


“Baru juga enak menikmati tubuhmu sudah bisa berbuat kasar begitu, heh! Apa jadinya kalau, dia menjadi pasanganmu belum tentu mau menerima Ando. Sudah tahu di mana letak kesalahanmu, Win?”


“Jangan selalu mencampuri urusanku deh, Pa!” ketus Rewindra dengan mencebik kesal.

__ADS_1


“Apa harus menunggu Ando celaka, Win?” Pramana tak habis pikir dengan jalan pikiran Rewindra.


“Pulanglah, Pa!” usir Rewindra tanpa perasaan. “Bawa, pulang juga, Ando!”


“Berani sekali mengusir, Papa!” Pramana semakin pusing dengan tingkah laku Rewindra. “Ingat, Win, kamu akan menyesal melakukan hal ini pada, Papa!”


Enggan menggubris perkataan yang dilontarkan oleh Pramana. Rewindra berdiri dari tempat yang di duduki oleh dirinya untuk menghampiri Rolando. Sambil memberinya pengertian untuk tak datang lagi ke kantor tersebut.


“Ser, ikut aku ke lantai bawah!”


Tak lupa Pramana mengikuti langkah kaki Rewindra. Mengingat putranya ini benar-benar keterlaluan.


***


Di kantin Araela dan Niken mengobrol dan setelah sekian lama ia menggunakan bahasa yang selama di pendam. Hanya keduanya yang bisa mengucapkan bahasa tersebut.


Sebab, pada waktu itu setelah kematian mendiang sang Mama tercinta. Morgan Gayatri Smith adik kandung Prasetya memboyongkan untuk tinggal ke tempat baru sambil menyembunyikan keberadaannya.


Setelah kejadian pemfitnahan yang dilakukan oleh Sonya lebih tepatnya beberapa bulan kemudian istri dari pebisnis yang terkenal pada masanya.


Di temukan meregang nyawa akibat sebuah racun masuk ke dalam tubuh rentanya yang ....

__ADS_1


__ADS_2