
Anak lelaki itu enggan menjawab pertanyaan dari oma-nya lantas dia begitu asyik menikmati sarapan hingga membuat sepasang suami — istri menggelengkan kepala dengan tingkah lakunya.
Sementara itu, di dalam kamar pribadi milik Rolando saat ini Araela tengah menunjukkan diri dengan memperbaiki sebuah laptop yang telah lama tidak terpakai.
Virus mematikan di dalam laptop milik putra-nya benar-benar berbahaya karena anak lelaki itu sedang berusaha membobol sesuatu, tapi justru dia harus mendapatkan virus sampai membuatnya tidak dapat berfungsi dengan baik seperti biasa.
Mengembalikan data yang terserang virus itu sampai kembali seperti semula, hingga netra kecokelatan milik matanya menangkap sebuah tulisan yang terketik di dalamnya.
“Ini ... bakat dia yang terpendam ya ternyata?” Gadis itu melontarkan pujian yang ditujukan untuk putra-nya.
Untaian puisi serta kata-kata mutiara menggambarkan suasana hati yang dialami oleh anak lelaki tersebut, sampai membuat gadis itu ikut terhanyut membaca bait puisi yang menarik perhatian dirinya.
Tidak berselang lama kemudian selesai membaca untaian bait puisi yang membuat gadis itu bersemangat kembali untuk memulai aksinya penyelidikan tentang sebuah kerajaan.
__ADS_1
Jemari-jemarinya menari di atas keyboard sampai gadis itu berhasil menemukan salah satu dari sekian nama yang telah berhasil dibobol hingga membuatnya mendelik kesal, membaca sederet beberapa bukti mengarah pada pemberontakan sampai pada akhirnya dia yang dipercayakan oleh kakeknya sendiri.
Untuk memastikan hal tersebut gadis itu mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang yang tidak lain sepupu jauh serta membahas perihal temuannya.
“Ada apa menghubungiku?” Dari arah seberang ponsel panggilan itu pun, tersambung dengan David melontarkan pertanyaan.
“Bisakah kau membantuku untuk bertemu dengan ayahmu?” balas gadis itu yang enggan menjawab dari pria itu.
“Untuk apa kau ingin bertemu dengan ayah, Ra? Apa sudah menemukan sesuatu dengan penyelidikan yang dilakukan olehmu?”
“Akhir-akhir ini di istana ada sesuatu hal yang tidak bisa kujelaskan secara rinci ... mengenai permintaanmu yang ingin bertemu ayah ... akan kupikirkan caraku untuk masuk ke istana di sana dan juga kau tidak perlu mencemaskan apa pun tentang hal ini!”
“Apa aku tidak merepotkanmu, Vid?”
__ADS_1
“Tidak ada yang merasa direpotkan olehmu, Ra ... kau seharusnya memahami bahwa keadaan di istana saat ini, sedang tidak baik-baik saja sejak diumumkannya penggantianmu di sana kelak!”
“Lalu kapan kau akan membantuku mempertemukanku dengan ayahmu?”
“Aku akan memikirkan waktu yang tepat dan tunggu kabar dariku!”
Panggilan tersambung dimatikan dari seberang ponsel ketika dia ingin membalasnya yang tidak berselang lama kemudian, gadis itu tidak menyadari kedatangan sang suami yang diam menguping arah pembahasannya dengan David.
Sampai membuat gadis itu terhenyak kaget melihat kedua tangan kekar yang melingkar di tubuh mungil sambil, meletakkan dagu di ceruk leher dengan mengendus-endus harum wangi di tubuh mungil tersebut.
“Bagaimana kamu bisa mengetahui laptop ini, Nyonya?” Berbisik pelan dengan hidungnya yang tidak berhenti mengendus-endus aroma tubuh mungil selalu membuatnya candu. “Bahkan selama ini aku tidak pernah berhasil mengembalikan data yang terkena virus itu ... lalu kamu dengan sekali melihat saja, langsung bisa membenarkannya ... apakah kamu bisa menjelaskan sedikitnya tentang jati dirimu yang selama ini tidak kuketahui, Nyonya?”
“Tidak sekarang untuk mengetahuinya!”
__ADS_1