
“Maaf, Ge.”
“Kata maaf pun … tidak akan pernah bisa mengembalikan kehidupan adikku tercinta, Paman.” Pria muda yang sedari berdiam membisu, menyahut pembicaraan antara kedua pria baya itu.
“Jangan mencampuri urusan orang tua. Tidak sopan kau menimbrung.” Menegur sang putra mahkota yang tiba-tiba menyahut pembicaraan mereka.
“Maaf, Ayahanda.”
Di dalam mobil Morgan yang sedang bersama Araela remaja pun tidak untuk menghampiri sang ayah yang begitu lama mengobrol dan setelah memastikan bayi mungil-nya terlelap dalam dekapannya, tanpa membuang banyak waktu ia bergegas menemui sang ayah serta tak lupa mengingatkan untuk segera bertolak dari kota ini.
“Kenapa lama sekali, Yah?” sahut Morgan yang tiba-tiba ikut menimbrung. Pria muda itu pun terkejut ketika ia melihat sorot mata dingin, yang dikeluarkan oleh kedua pria berbeda generasi saat berbicara dengan sang ayah. “Siapa mereka, Yah?”
Tanpa takut dengan lantang pria muda yang tak lain Morgan Gayatri Smith, justru menanyakan langsung kepada kedua pria yang masih menatap dingin ke arah dirinya. “Siapa kalian? Mengapa kalian membuatku menunggu lama didalam mobil?”
__ADS_1
Akan tetapi, sang raja enggan menjawab pertanyaan dari Morgan yang justru, membalik pertanyaan yang diajukan untuk Gunawan sendiri. “Apa dia yang dulunya kau jodohkan dengan mendiang putriku, Wan?”
“Dia putra bungsuku, Ge. Bukan dengannya, tapi aku menikahkan mendiang putrimu dengan putra sulungku dan dia adik kandung Prasetya.”
Tanpa disangka-sangka sang putra mahkota menyeringai dingin setelah mendengar pernyataan bahwa pria yang sebaya dengannya ternyata menyimpan cinta mendalam, untuk mendiang sang adik dan itu sangat terlihat begitu sangat jelas ketika dirinya berhadapan langsung dengan pria yang memberi pengorbanan untuk adiknya.
Melangkahkan kakinya untuk menghampiri pria sebayanya dan bersamaan itu sang putra mahkota memberi sebuah pukulan keras yang didaratkan, di wajah pria itu hingga mengeluarkan darah segar mengalir karena tidak siap atas pukulan yang tiba-tiba diterima langsung dari putra mahkota.
Mereka pun akhirnya mengadu skill kekuatan dengan Morgan membalas balik pukulan yang tiba-tiba menyerangnya dan hal tersebut, membuat kedua pria baya memijit pelipis masing-masing karena tidak tahan melihat kegilaan di dalam diri putra mereka.
“Apa yang kalian ributkan? Kau juga mengapa tiba-tiba memukulnya? Apa kau sudah begitu lama ingin memukulnya?” todongnya penuh selidiki. “Lihatlah penampilanmu … apa kau tidak malu bertemu dengan calon istrimu, hah?”
“Maaf, Ayahanda … ada alasan lain untuk saya melakukan hal ini … mengenai penampilan saya seperti sekarang, justru dia tidak akan keberatan. Sebab, saya ingin menguji seberapa besar cinta dia untuk mendiang adikku dan ternyata tidak sesederhana yang saya kira.”
__ADS_1
“Apa maksudmu?”
“Kita biarkan saja mereka Cucu Ayahanda karena saya bisa merasakan cinta begitu besar di dalam diri orang yang saya uji tadi. Kalaupun Ayahanda memaksa membawanya pulang … belum tentu Cucu Ayahanda bahagia bersama kita. Namun, ada syarat yang harus disetujui oleh mereka.”
Mengembuskan napas panjang Raja Goerge kembali menanyakan persyaratan yang diajukan, untuk sang putra sulungnya dan itu akan disampaikan langsung kepada sahabatnya sendiri. “Katakan kepadaku syarat apa yang kau ajukan untuk mereka?”
Selesai mengajukan syarat sang putra mahkota kembali masuk ke dalam mobil dengan penampilannya berantakan tanpa memedulikan apa pun di sekitarnya.
Sementara itu, sang raja menyampaikan persyaratan yang diajukan dari putra sulungnya. Mengingat pria baya itu tak diizinkan membawa pulang sang cucu tercinta. “Apa kau setuju syarat yang diajukan oleh putraku, Wan? Padahal sejak lama aku begitu ingin mendekapnya dan membahagiakannya, tapi setelah kulihat dia lebih bahagia hidup bersamamu. Jadi, aku membiarkanmu merawatnya dan juga nanti akan ada seseorang yang menjadi penjaga bayangan cucuku. Bagaimana apa kau keberatan, Wan?”
“Tidak.”
“Baiklah kalau begitu dan juga maaf atas tindakan yang dilakukan oleh putraku, Wan … dia melakukan hal itu karena begitu rindu dan juga marah kepada putra sulungmu yang telah menyia-nyiakan berlian, demi bisa membahagiakan batu lumpur yang tidak ada hubungan darah denganmu. Jaga dia baik-baik untukku, Wan. Aku, pergi!”
__ADS_1
Sejak hari itu Gunawan begitu mati-matian menjaga sang putri mahkota karena Araela Ayudia Gayatri Smith di gariskan akan menjadi ….