Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Pria Yang Terlalu Lemah


__ADS_3

Anggukan kecil membuat Millo mencebik kesal dengan pria baya di hadapannya dan entah sampai rahasia itu terus tersimpan, sampai membuat adik angkat-nya tersiksa rasa penasaran hingga melahirkan rasa kebencian di dalam diri gadis tersebut.


“Jangan terus membuatnya tersiksa, Om,” tukas Millo dengan sorot mata dingin. “Mau sampai kapan kau membuatnya melahirkan ribuan rasa kebencian itu? Tidakkah kau memahami perasaannya bahwa anak gadismu benar-benar membencimu seumur hidup.” Tanpa takut pria muda itu memberi penekanan bahwa dia tidak akan mentoleri kebohongan yang diciptakan oleh pria baya di hadapannya.


“Bukankah kau sangat memahami apa yang tidak bisa kujelaskan secara gamblang? Ada beberapa hal yang telah terjadi meskipun telah berlalu aku menyimpan rahasia ini.”


“Terserah kau, Om!” putus Millo yang tidak ingin mendebat lama-lama. “Satu hal yang ingin kusampaikan pada dirimu, bahwa dia tidak sesederhana yang kau lihat ... mungkin bagimu dia tetap putri Kesayanganmu tapi di dalam dirinya, ada sisi lain yang tidak diperlihatkan pada siapa pun termasuk pada paman-nya sendiri.”


Prasetya terkejut mendengar pernyataan yang terucap dari pria muda itu, bahkan dia pun kini mengerti mengapa putri kesayangannya mengubah penampilan.

__ADS_1


Sampai dia terkejut mendengar penjelasan tentang putri kesayangannya yang selama ini tidak pernah tersentuh oleh dekapan pria baya tersebut.


“Lalu aku harus apa, Millo? Aku bahkan benar-benar belum siap menjelaskan semua yang telah terpendam, bahkan saat dia melabraknya sampai aku harus mengikuti permainan mereka pun ... belum siap aku untuk menjelaskannya.”


Kejadian saat di mana putri kesayangannya menunjuk taring merupakan skenario yang, telah disusun secara rapi sampai dia harus benar-benar rapi memainkan sandiwara itu.


“Saat aku menampar seseorang yang selama ini merenggut kebahagiaan mendiang istriku pun, merupakan skenario yang kubuat sendiri karena aku terlalu muak dengan segala tingkah lakunya,” lanjut Prasetya yang tidak menyadari sang putri masih terlelap dalam dekapan itu, membuka mata perlahan lalu mendengar pernyataan yang tengah dibahas oleh dua pria tersebut.


Siapa yang menduga suara lembut bernada dingin mematikan membuat dua pria tengah membahas terkejut, sehingga suhu di dalam ruang kerja Prasetya semakin dingin karena putri kesayangannya benar-benar menunjukkan sisi lain.

__ADS_1


Membuat jakun pria baya bergerak naik-turun saat bertatapan manik mata kecokelatan yang menatap dingin ke arah dirinya. “Apa ada yang bisa menjelaskan semua yang kudengar dari awal?”


“Itu, Pa —”


“Jangan sampai membuatku semakin membencimu, Pa ... lalu sia-sia aku membuat hatimu cemburu dengan kedekatanku pada bujang lapuk jika saja, kau sendiri membuat skenario yang tidak kumengerti dengan jalan pikiranmu,” potong Araela cepat yang membuat pria baya mendelik mendengar, putri kesayangannya sangat berani memanggil sang adik dengan julukkan itu. “Lalu saat mama meregang nyawa karena ulahnya sampai enggan membuatmu, datang mengunjungi bahkan terang-terangan melegalkan pernikahanmu!”


“Siapa bilang Papa tidak datang, Ara ... bahkan aku sangat mengingat dengan jelas semua perbuatan yang dilakukan oleh dia, dan ingin mengetahui siapa sebenarnya kelemahanku yang mengharus Papamu tunduk?” ungkap Prasetya seraya bertanya.


“Siapa yang kau maksud, Pa?”

__ADS_1



__ADS_2