Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Tekad ....


__ADS_3

Sementara Ara yang menyelesaikan pekerjaan rutinitasnya selama beberapa jam setelah mengantarkan makanan ke ruangan sang suami. Gadis itu melangkahkan kaki yang di arahkan keluar gedung perkantoran menuju sebuah tempat yang akan dikunjungi.


Begitu sampai dari arah luar dengan jarak yang tidak seberapa, terdapat sebuah mobil mewah yang berhenti melintas di hadapannya.


Tanpa ada seseorang yang mengetahui mobil mewah ditumpangi oleh gadis tersebut merupakan sebuah mobil mewah, milik perusahaan di kantor miliknya dengan seseorang duduk di samping sambil memegang setir kemudi.


“Bagaimana kau bisa menebak kalau aku akan datang berkunjung ke kantor?”


“Darimana, ya.” Sambil mengendarai mobil mewah orang itu membeo.


Hal tersebut gadis duduk di sampingnya mengumpat geram dengan sikap dingin tercipta di dalam diri orang itu. “Lama-lama kau menyebalkan sekali, Kak,” umpat Ara sambil mencebik kesal. “Kau sudah bertemu dengannya?”


Orang yang dipanggil 'Kakak' oleh gadis itu menganggukkan, sambil menyampaikan proposal tentang kerja sama yang diminta oleh nona-nya. “Kerja sama yang ditawarkan oleh dia cukup menarik, Nona Muda. Bahkan Anda mendapat pesan darinya untuk bertemu di lain waktu.”


"Bisakah kau tidak memanggilku seperti itu, Kak?” protes gadis itu dengan bibir mengerucut kesal. “Berapa kali aku mengingatkan untuk bersikaplah layaknya seorang adik — kakak. Bisa?”

__ADS_1


“Akan kupikirkan itu nanti! Ngomong-ngomong apa tidak apa-apa memakai seragam kantor suamimu?”


Araela menggeleng dengan bertanya kembali. “Apakah di kantor aman? Aku tidak mau mendengar berita buruk mengenai citra perusahaan yang selama ini kubangun!”


Jakun pria yang sedang menyetir sambil membagi pikiran bergerak naik — turun. Bahkan ia merasa suhu di dalam mobil mewah itu menjadi lebih dingin dengan, pancaran aura kepimpinan di dalam diri gadis duduk di sampingnya.


“Soal itu —


“Tidak perlu meminta maaf. Biar aku sendiri yang membereskannya! Kau cukup lakukan tugasmu seperti biasa.”


*


*


*

__ADS_1


Di sisi lain, terdapat sepasang ibu — anak yang tidak berhenti berjalan mondar-mandir sambil memikirkan bagaimana cara mereka bisa, keluar dari tempat neraka diciptakan oleh pria baya yang tidak lain ayah kandung dari putrinya.


“Ayolah, Ma … aku tidak tahan tinggal di sini!” Sonya merengek bagai anak kecil yang membuat Mayang pusing dibuat dengan tingkah laku sang putri.


“Diamlah! Mama, pusing mendengar kau merengek ingin keluar dari sini! Kamu pikir Mama tidak sepertimu, hah!” bentak Mayang bernada satu oktaf.


“Mama, membentakku?” Air mata Sonya tiba-tiba meluruh sendiri ketika mendengar bentakan dari wanita yang melahirkannya.


“Astaga, Sayang! Bisakah kamu bersabar sedikit? Mama tidak berjanji, tapi Mama akan mengusahakanmu keluar dari tempat ini! Biarlah Mama mengorbankan untuk kehidupanmu.”


Kedua wanita berbeda generasi sedang termenung sambil memikirkan sebuah rencana untuk bisa kabur dari mansion Bastian.


Sialan, tua bangka! Aku tidak menerima dia menyekap kami seperti tahanan, tanpa ada pelayan yang biasa melayani kami! Jangan sebut namaku jika aku tidak bisa mendapat apa yang kuʼ mau!


Tekad Mayang bulat untuk bisa mengeluarkan Sonya dari mansion, dengan mengorbankan diri tanpa memedulikan bahwa wanita baya itu, sangat ingin terlepas dari sebuah neraka yang sudah beberapa bulan tercipta dari pria dibencinya.

__ADS_1



__ADS_2