Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
DCTCGB


__ADS_3

Si’alan apa-apaan dia? Mengapa juga dia mengenal Papa? Apa ada suatu hal yang telah ku’ lewatkan?


Sambil terus membatin tanpa sengaja Rewindra mendengar pengulangan kata yang dilontarkan oleh gadis tersebut. Namun, yang membuatnya terbengang heran dengan tingkah laku sang Putra tercinta terlihat bersemangat di dekatnya.


“Bagaimana, Om, apa boleh Cucu Anda bersama saya?” Araela mengulang pertanyaannya. Hal tersebut membuat anak lelaki itu pun bersemangat menyahutinya.


“Ayo-lah, Opa boleh, ya!” rengek Rolando dengan puppy eyes.


“A–” tak sempat membalas perkataan sang Cucu. Rewindra menyelanya.


“Tidak bisa, Boy!” tegas Boy menolak keras keinginan Rolando.


Mendengar penolakan dari Rewindra membuat Rolando menjadi murung. Niat hati ingin selalu di dekat Araela yang sudah di anggap Kakak. Namun, papanya tak mau menuruti permintaannya.


Hal tersebut membuat Pramana kesal dengan sikap yang dilakukan oleh Rewindra. “Dia itu hanya ingin berada di dekatnya, dan lagipula kenapa kamu melarangnya, Win?”


“Aku tak ingin kejadian ini terulang kembali, Pa.”


Pramana terkejut apa yang dipikirkan olehnya membuat ia tersenyum tipis. Tanpa sadar Rewindra diam-diam memperhatikan keadaan Rolando. Namun, gengsinya enggan mengakui perasaan sebagai seorang Ayah tak akan pernah diragukan lagi.


Tanpa disangka celetukan dari Araela sukses membuat Rewindra Wiratama mematung. Tertohok dengan pernyataan dari seorang gadis yang telah ....


“Apa harus menunggu terluka dulu baru mau memikirkan keberadaannya, Om Tua? Kalau sudah enggak menginginkannya jangan pernah mengharapkan kehadiran di kehidupanmu. Aku masa bo.do permasalahan percintaanmu dengan mendiang istrimu tapi, dia menitipkan malaikat itu supaya kau menjaga dan merawatnya sesuai dengan yang dulu kau katakan pada istrimu. Lama-lama dia akan terluka jika kau terus memberinya luka itu sendiri. Yang dibutuhkan adalah kasih sayangku sebagai seorang tua tunggal untuk anakmu sendiri. Andaikan dia bisa memilih, lebih baik tak dilahirkan jika pada akhirnya kau mengabaikan keberadaannya.”


Tanpa mengurangi rasa hormat, Araela berdiri untuk menghampiri Pramana yang juga akan meminta izin membawa Rolando bersenang-senang. Tanpa memedulikan tatapan dingin dari pria yang sedang menatapnya itu.

__ADS_1


Tak lama kemudian setelah mendapat persetujuan. Araela membawa Rolando bersenang-senang dengan menemaninya ke suatu tempat yang akan di datangi oleh mereka.


Tak melihat keberadaan sang Putra tercinta yang menghilang dari pandangan matanya. Pramana berdehem, dan berucap dingin untuk menyadari bahwa apa yang dilontarkan oleh gadis tersebut benar adanya.


“Seharusnya kamu tahu perkataan dari gadis itu ...” menjeda sembari mengembuskan napas gusar. “Di tujukan untukmu, Win! Kalau kamu memang menyayangi Ando. Akui keberadaannya sudahi kesedihan masa kelammu, dia menitipkan Ando supaya kamu bisa melihatmu tersenyum, tanpa perlu mencemaskan perihal alasa Rahma meninggalkanmu.”


Selesai memberi nasehat Rewindra untuk menyadarkan kesalahannya. Pramana meminta Louser untuk mengawasi Rolando dengan mengirimkan beberapa pengawal bayangan.


“Ser, kirim dua pengawal bayangan untuk memantau Rolando. Ingat jangan sampai gadis itu tahu!” titahnya dengan nada dingin.


Mengingat dirinya begitu penasaran dengan keinginan mendiang sang Ibunda yang memintanya untuk menjodohkan seseorang yang ternyata gadis tersebut adalah orang yang dulu diceritakan oleh mendiang Ibundanya.


Akan tetapi ada suatu hal yang lain sedang mengganggu pikirinnya itu. Tentang pernikahan kedua Prasetya Gayatri Smith tak pernah terendus di telinganya.


Rahma! Apa yang sedang antara dirimu dengan Pras? Bukan-kah kalian saling mencintai satu sama lain! Apa ada rahasia lain yang sedang disembunyikan oleh Ayah?


Sementara itu setelah tak melihat keberadaan sang Papa tercinta. Rewindra memutuskan akan berada di dalam ruangannya lebih lama. Tentu saja untuk merenungkan semua perkataan yang dilontarkan itu membuatnya merasa tertampar.


Pengabaiannya pada Rolando membuat Rewindra menciptakan rasa kebencian di dalam diri sang Putra tercinta yang tanpa di sadari oleh dirinya.


***


Di tempat lain tujuan Araela membawa Rolando ke sebuah taman yang jaraknya membutuhkan waktu sekitar satu jam sampai di tempat tersebut. Agar gadis bar-bar tersebut mampu membuat Rolando lupa dengan luka yang di torehkan oleh Rewindra Wiratama.


Tak lupa ia juga mengajak Niken rekan kerjanya untuk menemaninya melepaskan semua penat dan beban pikiran yang selama ini selalu bersemayam di angan-angannya.

__ADS_1


Ia mengulum senyum di balik luka hatinya sendiri.


Entah mengapa melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Rolando membuat hati Araela menghangat. Sebab anak lelaki tersebut mampu mengimbangi perasaan batinya yang berkecamuk karena rasa terluka yang diciptakan oleh seseorang.


Tersenyum-lah seperti ini ya, Sayang! Kamu tidak seharusnya menerima luka itu dari Papamu sendiri. Namun, jika dia melukai hatimu aku enggak akan segan-segan membawamu untuk hidup bersamaku! Aku bukan terobsesi denganmu ataupun Papamu tapi, masuk ke dalam kehidupanmu adalah untuk membantumu menyembuhkan luka itu. Tanpa bercerita denganku pun sudah mengerti mengapa kamu begitu sangat membencinya. Tak akan ku’ biarkan rasa benci itu menjadi dendam karenanya juga kamu terlahir ke dunia ini, Sayang!


.


.


.


.


.


Mengisahkan tentang seorang gadis desa bernama Raina Anastasya yang merasa hidupnya dipenuhi kesialan. Dipaksa menikah di usia belasan tahun. Tak boleh mengenyam pendidikan tinggi dengan alasan perempuan tak perlu pelajar karena tugas wajibnya hanya 3 yaitu (macak, masak, dan manak). Pergi ke kota orang dengan harapan bisa untuk menghilangkan nasib buruknya. Namun, kenyataannya kesialan itu tetap mengikuti kemana pun kakinya melangkah.


Tak ada yang indah di dalam hidupnya, begitu pun dengan perjalanan cintanya.


Lantas bagaimana Raina berdamai dengan diri sendiri dan keadaan?


Temukan jawabannya di Diary Usang!


__ADS_1


__ADS_2